• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Infrastruktur Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh Dipulihkan

by Riski Yanti
18 Oktober 2026
Infrastruktur Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh Dipulihkan
15
SHARES
92
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sanitasi pascabencana di tujuh kabupaten di Provinsi Aceh, meliputi Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bireuen, Aceh Timur, dan Aceh Utara.

Penanganan ini difokuskan pada pemulihan fungsi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) agar pelayanan persampahan dapat kembali berjalan optimal sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan di wilayah terdampak bencana.

BACA JUGA

137 Prasarana Peribadatan di Aceh Diperbaiki

137 Prasarana Peribadatan di Aceh Diperbaiki

18 Oktober 2026
Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Dibangun, Fungsional Nataru 2026/2027

Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Dibangun, Fungsional Nataru 2026/2027

18 Oktober 2026
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System

Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System

14 Oktober 2026

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur jalan maupun bangunan yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan layanan dasar.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” kata Menteri Dody.

Penanganan yang dilaksanakan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Aceh ini mencakup peningkatan kapasitas landfill, pembangunan instalasi pengolahan air lindi, perbaikan jalan akses, serta pembangunan berbagai fasilitas pendukung sesuai kebutuhan masing-masing TPA.

Salah satu penanganan yang saat ini hampir rampung berada di Kabupaten Aceh Tamiang melalui rehabilitasi dan peningkatan TPA Kampung Durian.

Pekerjaan meliputi penambahan satu sel landfill baru seluas 1,1 hektare, pembangunan instalasi pengolahan air lindi, serta peningkatan jalan akses sepanjang satu kilometer.

Di Kabupaten Bireuen, rehabilitasi dan rekonstruksi TPA Blang Beururu diarahkan pada peningkatan kapasitas landfill seluas 1,46 hektare (ha), pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 153,65 meter (m), dan perbaikan jalan akses sepanjang 570,26 m.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara, penanganan TPA Teupin Keubeu menjadi prioritas karena fasilitas ini melayani sekitar 641 ribu jiwa di 25 kecamatan, dengan volume sampah mencapai 85 ton per hari.

Pekerjaan mencakup pembangunan landfill seluas 1,2 ha, instalasi pengolahan air lindi, serta perbaikan akses dan fasilitas pendukung.

Di Kabupaten Pidie Jaya, peningkatan kapasitas dilakukan di TPA Blang Awe melalui pembangunan sel landfill seluas 0,71 ha pada bagian bawah dan 1,04 ha pada bagian atas, pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 352,64 m, serta perbaikan jalan akses sepanjang 985,5 m.

Adapun di Kabupaten Aceh Tengah, penanganan TPA Uwer Tetemi meliputi peningkatan satu sel landfill seluas 0,65 ha, pembangunan sistem pelapis kedap (liner) dan pipa air lindi, dinding penahan tanah, jalan operasional, serta instalasi pengolahan air lindi.

Di Kabupaten Aceh Tenggara, penanganan TPA Selamat Indah mencakup peningkatan satu sel landfill seluas 0,41 ha, pembangunan sistem pengolahan air lindi, dinding penahan tanah, jalan operasional, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Timur, penanganan TPA Lhok Tujoh difokuskan pada pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 320 m dan penataan sampah eksisting.

Pastikan Sanitasi Kembali Berfungsi Lebih Baik

Kepala BPBPK Aceh, Tommy Permadhi, mengatakan percepatan penanganan dilakukan untuk memastikan infrastruktur sanitasi yang terdampak bencana dapat kembali berfungsi dengan kapasitas yang lebih baik.

“Penanganan ini kami lakukan untuk mempercepat pemulihan layanan persampahan pascabencana. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan target, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Tommy.

Kementerian PU menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sanitasi di tujuh kabupaten tersebut selesai pada akhir November 2026.

Pelaksanaan pekerjaan terus dipantau agar berjalan sesuai kebutuhan di lapangan dan target yang ditetapkan, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan serta keberlanjutan fungsi infrastruktur.

Pemulihan infrastruktur sanitasi ini menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menghadirkan perubahan yang dibuktikan melalui pembangunan nyata dan dirasakan langsung oleh rakyat.

Dalam semangat “2 Tahun Gerak Nyata”, Kementerian PU terus mempercepat pemulihan infrastruktur dasar pascabencana agar pelayanan publik kembali optimal, lingkungan lebih terjaga, dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.

Share6SendTweet4
Previous Post

Luna Maya Bantu Renovasi Empat Ruang Kelas Di Aceh Besar

Next Post

Tujuh Perjalanan Commuter Line Kembali Dibatalkan Esok

Next Post
Angkutan Perkotaan KAI Group Terus Meningkat Sepanjang 2025

Tujuh Perjalanan Commuter Line Kembali Dibatalkan Esok

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Angkutan Perkotaan KAI Group Terus Meningkat Sepanjang 2025

Tujuh Perjalanan Commuter Line Kembali Dibatalkan Esok

18 Oktober 2026
Infrastruktur Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh Dipulihkan

Infrastruktur Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh Dipulihkan

18 Oktober 2026
Luna Maya Bantu Renovasi Empat Ruang Kelas Di Aceh Besar

Luna Maya Bantu Renovasi Empat Ruang Kelas Di Aceh Besar

18 Oktober 2026
PM2.5 Surabaya Masuk Kategori Tidak Sehat Pada Pagi Hari

PM2.5 Surabaya Masuk Kategori Tidak Sehat Pada Pagi Hari

18 Oktober 2026
Dua Lintasan Utama ASDP Layani Sekitar 33 Juta Penumpang, Perkuat Konektivitas Nasional

Dua Lintasan Utama ASDP Layani Sekitar 33 Juta Penumpang, Perkuat Konektivitas Nasional

18 Oktober 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4145 shares
    Share 1658 Tweet 1036
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3756 shares
    Share 1502 Tweet 939
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3207 shares
    Share 1283 Tweet 802
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3855 shares
    Share 1542 Tweet 964
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3792 shares
    Share 1517 Tweet 948

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.