• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
10 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Mengenal Thomas Oentoro, Eks Eksekutif INA

Wadirut Garuda Indonesia yang Kini Memimpin Transformasi Maskapai Nasional

by Riski Yanti
10 Oktober 2026
Mengenal Thomas Oentoro, Eks Eksekutif INA
16
SHARES
99
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Thomas Sugiarto Oentoro ditetapkan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (8/10/2026).

Ia menggantikan Glenny H. Kairupan setelah sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama sejak Oktober 2025. Sementara itu, Glenny melanjutkan mandat sebagai Komisaris Utama, menggantikan Fadjar Prasetyo.

BACA JUGA

No Content Available

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat momentum perbaikan kinerja Garuda, seiring pertumbuhan pendapatan, pemulihan armada, dan penyusutan kerugian.

Kesinambungan transformasi menjadi perhatian untuk memastikan pemulihan bisnis terus diikuti penguatan kondisi keuangan dan operasional perusahaan.

Sebelum menjabat Wakil Direktur Utama, Thomas merupakan Komisaris Independen Garuda Indonesia pada 2023–2024.

Pengalaman di tingkat pengawasan dan pengurusan memberinya perspektif atas proses pembenahan serta tantangan yang dihadapi perusahaan.

Latar belakang investasi dan manajemen risiko

Sebelum bergabung dengan jajaran direksi Garuda, Thomas menjabat Chief Risk Officer Indonesia Investment Authority atau INA pada 2024–2025.

Perjalanan kariernya juga mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC dan Managing Director di KV Asia Capital.

Thomas menempuh pendidikan bidang keuangan di NYU Stern School of Business dan meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.

Latar belakang investasi dan manajemen risiko tersebut relevan dengan kebutuhan Garuda sebagai maskapai padat modal.

Pemulihan armada dan pengembangan jaringan memerlukan keselarasan keputusan keuangan, operasional, dan komersial agar tambahan kapasitas turut memperkuat pendapatan serta arus kas perusahaan.

Memadukan pengalaman global dan kapabilitas nasional

Bersamaan dengan penunjukan Thomas, susunan pengurus Garuda diperkuat oleh sejumlah profesional dengan pengalaman internasional, baik di jajaran direksi maupun dewan komisaris.

Posisi Direktur Komersial diisi Alan McIntyre, yang memiliki pengalaman sebagai Executive Manager Strategy di Qantas Group serta Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar.

Pengalaman tersebut relevan untuk mendukung penguatan strategi jaringan, pengelolaan pendapatan, dan pengalaman pelanggan.

Pada jajaran Dewan Komisaris, Jaan Albrecht dan Trey Urbahn ditunjuk sebagai Komisaris Independen. Jaan memiliki rekam jejak sebagai CEO Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance.

Sementara itu, pengalaman Trey mencakup peran penasihat dan pengawasan di sejumlah perusahaan penerbangan, termasuk Spirit Airlines, Etihad Airways, serta TAP Air Portugal.

Keterlibatan profesional internasional dapat dipahami dalam konteks kebutuhan kompetensi untuk menjalankan transformasi maskapai yang beroperasi di industri global.

Pengalaman dari berbagai pasar diharapkan memperkaya pertimbangan bisnis dan penerapan praktik industri yang relevan dengan kebutuhan Garuda serta karakteristik pasar Indonesia.

Dalam kerangka tata kelola, direksi menjalankan pengurusan perusahaan, sementara dewan komisaris melakukan pengawasan dan memberikan nasihat.

Seluruh pengurus tetap dituntut mengedepankan kepentingan perusahaan, menjaga profesionalisme, dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan mandatnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Nilai tambah pengalaman internasional juga perlu diwujudkan melalui alih pengetahuan dan pengembangan talenta nasional.

Kolaborasi dengan profesional serta karyawan Garuda menjadi penting agar penguatan kompetensi melekat pada organisasi dan mendukung kesinambungan transformasi.

Pengalaman dari dalam industri penerbangan nasional turut hadir melalui Eric Ferdinand Sofyal sebagai Direktur Operasi.

Ia sebelumnya menjabat Direktur Operasi Citilink dan menduduki sejumlah posisi operasional di Garuda Indonesia.

Sementara itu, Dina Sandri Fani mengisi posisi Direktur Human Capital & Corporate Service dengan pengalaman pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan nasional dan internasional.

Memperkuat momentum perbaikan kinerja

Garuda Indonesia Group membukukan pendapatan US$1,80 miliar sepanjang semester I 2026, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rugi bersih menyusut 23,2 persen menjadi US$113 juta, sementara laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT tumbuh 12,7 persen menjadi US$74 juta.

Perbaikan tersebut berlangsung di tengah kenaikan beban avtur sebesar 43,6 persen. Pertumbuhan pendapatan dan penyusutan kerugian menunjukkan kemajuan pemulihan bisnis di tengah tekanan biaya yang masih tinggi.

Dari sisi operasional, jumlah armada operasional Garuda Indonesia Group mencapai 104 pesawat hingga akhir Juni 2026.

Ketersediaan pesawat menjadi penopang penguatan jaringan Garuda dan Citilink, peningkatan frekuensi penerbangan, serta pemenuhan permintaan perjalanan.

Capaian semester pertama merupakan hasil kerja kolektif manajemen dan karyawan, dengan Thomas sebagai bagian dari jajaran pimpinan saat itu.

Susunan pengurus yang baru diharapkan memperkuat pelaksanaan agenda tersebut melalui pengelolaan likuiditas, pengendalian biaya, peningkatan produktivitas armada, dan konsistensi layanan.

Dengan agenda penyehatan yang masih berlanjut, tantangan kepemimpinan Thomas adalah menerjemahkan momentum pemulihan menjadi perbaikan keuangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Garuda sebagai maskapai nasional.

Susunan direksi sebelum RUPSLB

* Direktur Utama: Glenny H. Kairupan
* Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
* Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
* Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
* Direktur Teknik sekaligus Plt. Direktur Niaga: Mukhtaris
* Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
* Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Susunan direksi setelah RUPSLB

* Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
* Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
* Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
* Direktur Teknik: Mukhtaris
* Direktur Komersial: Alan McIntyre
* Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
* Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Susunan dewan komisaris setelah RUPSLB

* Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
* Komisaris: Sugito Anjasmoro
* Komisaris: Chairal Tanjung
* Komisaris Independen: Mawardi Yahya
* Komisaris Independen: Jaan Albrecht
* Komisaris Independen: Trey Urbahn

Share6SendTweet4
Previous Post

TPS 3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Menjadi Bernilai Guna

Next Post

Kemkomdigi Siapkan Aturan Transparansi Harga Layanan Antar Barang dan Makanan

Next Post
Kemkomdigi Siapkan Aturan Transparansi Harga Layanan Antar Barang dan Makanan

Kemkomdigi Siapkan Aturan Transparansi Harga Layanan Antar Barang dan Makanan

Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

10 Oktober 2026
Kemkomdigi Siapkan Aturan Transparansi Harga Layanan Antar Barang dan Makanan

Kemkomdigi Siapkan Aturan Transparansi Harga Layanan Antar Barang dan Makanan

10 Oktober 2026
Mengenal Thomas Oentoro, Eks Eksekutif INA

Mengenal Thomas Oentoro, Eks Eksekutif INA

10 Oktober 2026
TPS 3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Menjadi Bernilai Guna

TPS 3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Menjadi Bernilai Guna

10 Oktober 2026
Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif

Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif

10 Oktober 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3656 shares
    Share 1462 Tweet 914
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3658 shares
    Share 1463 Tweet 915
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3629 shares
    Share 1452 Tweet 907
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3599 shares
    Share 1440 Tweet 900
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3949 shares
    Share 1580 Tweet 987

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.