• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
4 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Way Kambas Kembangkan Wisata Berbasis Konservasi

by SDGS Admin
3 Oktober 2026
Way Kambas Kembangkan Wisata Berbasis Konservasi
16
SHARES
100
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Lampung Timur, Kabar SDGs – Taman Nasional Way Kambas (TNWK) selama ini dikenal luas sebagai salah satu kawasan konservasi gajah Sumatera. Namun, kawasan di Lampung Timur tersebut kini juga berkembang dengan potensi wisata alam dan konservasi lain yang mulai menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.

Sejumlah desa yang berada di sekitar TNWK mulai mengembangkan aktivitas wisata berbasis alam. Wisatawan dapat menikmati kegiatan seperti pengamatan burung, susur sungai, menikmati lanskap alam, hingga melihat kehidupan masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi.

BACA JUGA

Tebing Tinggi Dorong Promosi Wisata Lewat Kolaborasi Usaha

Tebing Tinggi Dorong Promosi Wisata Lewat Kolaborasi Usaha

23 September 2026
Wisata Alam dan Penginapan Unik Kian Diminati Wisatawan

Wisata Alam dan Penginapan Unik Kian Diminati Wisatawan

4 Juli 2026
Bali Perkuat Pelayanan Publik Demi Dukung Pariwisata

Bali Perkuat Pelayanan Publik Demi Dukung Pariwisata

4 Juli 2026

Salah satu pengembangan tersebut berlangsung di Desa Labuhan Ratu IX melalui Koperasi Plangijo Dewi Rasa. Masyarakat setempat mengembangkan wisata minat khusus dengan mengutamakan kegiatan bird watching atau pengamatan burung serta wisata susur sungai.

Ketua Koperasi Plangijo Dewi Rasa, Arif Lukman Fauzun, mengatakan pengembangan wisata tersebut merupakan pilihan yang dilakukan masyarakat agar potensi wisata di sekitar Way Kambas tidak hanya bergantung pada keberadaan gajah.

“Kami memang sedikit keluar dari zona nyaman. Kalau Way Kambas ini jualannya biasanya gajah, dan tidak jauh dari gajah, jadi kami memilih untuk fokusnya di konservasi burung,” kata Arif Lukman Fauzun, Rabu (30/9/2026).

Menurut Arif, jumlah kunjungan wisatawan yang memiliki minat terhadap pengamatan burung mengalami peningkatan, khususnya pada periode Juni hingga September 2026. Sebagian wisatawan tersebut datang sebagai bagian dari komunitas pengamat burung yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan perjalanan untuk mengamati berbagai jenis avifauna.

Perjalanan kelompok pengamat burung tersebut umumnya mencakup beberapa daerah di Indonesia sebelum diteruskan menuju sejumlah negara di Asia Tenggara. Dalam perjalanan mereka menjelajahi Sumatera, TNWK menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam rute wisata alam tersebut.

Pertumbuhan wisata berbasis alam di Lampung Timur membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menghadirkan kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan tujuan utama TNWK sebagai kawasan konservasi.

Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah, mengatakan keberadaan masyarakat desa penyangga memiliki peranan penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan Way Kambas.

“Way Kambas bukan hanya aset Lampung Timur, tapi juga bagian penting dari kekayaan alam Indonesia. Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan harus mendapatkan ruang untuk berkembang, melalui kegiatan yang tetap sejalan dengan prinsip konservasi,” ungkap Ella Siti Nuryamah.

Ia menilai pengembangan ekowisata dapat mempertemukan kepentingan pelestarian lingkungan dengan kebutuhan peningkatan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

“Kami mendorong bagaimana masyarakat ini, bisa memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kawasan. Kalau masyarakat merasakan manfaat dari konservasi, maka kepedulian untuk menjaga kawasan juga akan semakin kuat,” ujar Ella Siti Nuryamah.

Penguatan keterlibatan masyarakat sekitar juga menjadi perhatian Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto.

Desa penyangga memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem Way Kambas karena aktivitas masyarakat dan pergerakan satwa tidak selalu terbatas pada garis kawasan taman nasional.

Upaya konservasi karena itu tidak hanya membutuhkan pengamanan di dalam kawasan. Masyarakat yang tinggal di sekitar Way Kambas turut memiliki peran karena kehidupan mereka berlangsung berdekatan dengan habitat berbagai satwa.

Sriyanto memandang kegiatan ekonomi yang mengandalkan prinsip konservasi, termasuk ekowisata, dapat menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan yang lebih erat antara masyarakat dan kawasan TNWK.

Ketika masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan alam dan satwa melalui kegiatan yang legal serta berkelanjutan, peluang terbentuknya kesadaran untuk ikut menjaga kawasan juga dapat semakin besar.

Pendekatan tersebut diterapkan Koperasi Plangijo Dewi Rasa melalui program “Desa Ramah Burung”. Program ini tidak hanya berorientasi pada penjualan paket wisata, tetapi juga mencakup kegiatan sosialisasi dan penyadartahuan masyarakat, penanaman pohon, serta program adopsi sarang burung.

Koperasi tersebut memiliki 32 anggota yang berasal dari masyarakat setempat. Sebagian dana sosial koperasi digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari kegiatan keagamaan, peringatan hari jadi desa, hingga kegiatan sosial di tingkat dusun.

Pengembangan kapasitas masyarakat juga menjadi bagian dari kegiatan koperasi. Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) diberikan kesempatan mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan konservasi maupun pengembangan kegiatan wisata.

Manfaat ekonomi dari wisata minat khusus juga diupayakan agar dapat dirasakan oleh pelaku usaha lain di desa. Koperasi bekerja sama dengan pelaku UMKM setempat dengan memasukkan produk-produk lokal ke dalam paket wisata yang dibeli pengunjung.

Berbagai produk tersebut antara lain dodol nanas, kerajinan dari sabut kelapa dan kayu, kerajinan rajut berbentuk satwa, serta cendera mata berupa tumbler, kaus, dan topi.

Pengembangan wisata juga dilakukan dengan melibatkan desa penyangga lainnya. Paket susur sungai dikembangkan di sejumlah wilayah, di antaranya Way Kanan, Way Bungur, Labuhan Ratu VII, dan Braja Harjosari.

Di tengah perhatian terhadap pelestarian gajah Sumatera dan keanekaragaman hayati di Pulau Sumatera, perkembangan wisata berbasis konservasi menunjukkan bahwa TNWK memiliki potensi yang lebih luas. Masyarakat sekitar mulai mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan konservasi.

Share6SendTweet4
Previous Post

YBM PLN Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Beringin Raya

Next Post

BP Batam Dorong Batam Jadi Hub Data Center Asia

Next Post
BP Batam Dorong Batam Jadi Hub Data Center Asia

BP Batam Dorong Batam Jadi Hub Data Center Asia

Pelindo Kelola Puluhan Ton Sampah Lewat Program WISE

Pelindo Kelola Puluhan Ton Sampah Lewat Program WISE

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KPB Salurkan Komposter Dukung Pengelolaan Sampah Balikpapan

KPB Salurkan Komposter Dukung Pengelolaan Sampah Balikpapan

4 Oktober 2026
Jatim Fest 2026 Hadirkan Belanja Hiburan dan Kreativitas

Jatim Fest 2026 Hadirkan Belanja Hiburan dan Kreativitas

4 Oktober 2026
Pelindo Kelola Puluhan Ton Sampah Lewat Program WISE

Pelindo Kelola Puluhan Ton Sampah Lewat Program WISE

4 Oktober 2026
BP Batam Dorong Batam Jadi Hub Data Center Asia

BP Batam Dorong Batam Jadi Hub Data Center Asia

3 Oktober 2026
Way Kambas Kembangkan Wisata Berbasis Konservasi

Way Kambas Kembangkan Wisata Berbasis Konservasi

3 Oktober 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3397 shares
    Share 1359 Tweet 849
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3355 shares
    Share 1342 Tweet 839
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3402 shares
    Share 1361 Tweet 851
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3385 shares
    Share 1354 Tweet 846
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3707 shares
    Share 1483 Tweet 927

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.