• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home AKADEMIKA

IFE 2026 Dorong Pendidikan Kewirausahaan Berkelanjutan

by SDGS Admin
28 Agustus 2026
IFE 2026 Dorong Pendidikan Kewirausahaan Berkelanjutan
17
SHARES
105
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Universitas Paramadina menjadi tuan rumah International Forum for Entrepreneurship Educators (IFE) 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan, serta mahasiswa dari Indonesia, Inggris, dan Vietnam.

Mengangkat tema “Glocalizing Entrepreneurship Education: Cultivating Mindsets for a Sustainable Future”, forum tersebut membahas upaya memadukan wawasan global dengan penerapan di tingkat lokal untuk membangun pendidikan kewirausahaan yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan masa depan.

BACA JUGA

Surabaya Soroti Darurat Pengusaha dan Pentingnya Mental Wirausaha

Surabaya Soroti Darurat Pengusaha dan Pentingnya Mental Wirausaha

2 Februari 2026
Jiwa Wirausaha Anak dalam Festival Tunas Bahasa Ibu

Jiwa Wirausaha Anak dalam Festival Tunas Bahasa Ibu

2 September 2025
Menteri UMKM Dorong Nilai Wirausaha di Kalangan Siswa SMA

Menteri UMKM Dorong Nilai Wirausaha di Kalangan Siswa SMA

11 Februari 2025

Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menekankan bahwa pendidikan kewirausahaan seharusnya tidak berhenti pada penyampaian teori di ruang kelas. Menurutnya, kemampuan berwirausaha perlu dibangun melalui pengalaman dan tindakan nyata. Ia juga mendorong agar hubungan kerja sama internasional yang terjalin dapat dilanjutkan melalui kegiatan riset, pertukaran dosen, dan berbagai bentuk kolaborasi akademik.

Keynote speaker dari Glasgow Caledonian University, Dr. Vasilios Stouraitis, menyampaikan pentingnya perubahan pendekatan dari entrepreneurship education menuju entrepreneurial education. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menghadapi ketidakpastian, membaca peluang, melakukan eksperimen, membangun ketahanan diri, serta menciptakan nilai secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Prof. Dr. Gancar C. Premanto dari Universitas Airlangga memperkenalkan konsep Holistic Entrepreneur Ecosystem. Model tersebut terdiri atas empat bagian utama, yaitu sistem pembelajaran, ekosistem kemitraan, fasilitas pendukung, serta pengukuran hasil.

Konsep tersebut menggabungkan pembelajaran berbasis pengalaman dan proyek dengan mentoring dari alumni, keterlibatan praktisi, pemanfaatan platform digital, layanan konsultasi bisnis, serta penilaian pencapaian mahasiswa melalui kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Dr. Angelina Nath Hanh Le dari University of Economics Ho Chi Minh City (UEH) membahas hubungan antara pendidikan kewirausahaan dan perkembangan pemasaran hingga Marketing 7.0. Pendekatan tersebut menempatkan empati, autentisitas, dan storytelling sebagai unsur penting dalam membangun hubungan dengan konsumen.

Menurutnya, meskipun kecerdasan buatan mampu menghasilkan berbagai keluaran yang terlihat sangat sempurna, unsur manusia tetap memiliki nilai pembeda.

“something real, something imperfect, is more important than something that looks very perfect.”

Dari Universitas Paramadina, Adrian Azhar Wijanarko, MM mengangkat persoalan integrasi data dalam upaya memperluas inklusi keuangan bagi UMKM. Ia menjelaskan bahwa hambatan pembiayaan bagi pelaku UMKM tidak selalu disebabkan oleh keterbatasan dana, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan usaha memenuhi persyaratan atau bankability.

Sebagian UMKM masih menghadapi kendala karena tidak memiliki agunan, rekam jejak kredit, maupun pencatatan keuangan yang terdokumentasi dengan baik. Kondisi tersebut membuat lembaga keuangan kesulitan menilai kelayakan usaha ketika hendak memberikan pembiayaan.

Forum IFE 2026 juga menghadirkan akademisi dari Universitas Airlangga dan University of Economics Ho Chi Minh City. Sejumlah isu yang dibahas meliputi pembangunan ekosistem kewirausahaan, pemanfaatan kecerdasan buatan, pemasaran yang mengedepankan empati manusia, hingga perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

Salah satu agenda strategis dalam forum tersebut adalah peluncuran International Research Group for Entrepreneurship & SME (IRGESME) yang diketuai Dr. Iyus Wiadi. Kelompok riset ini diarahkan untuk memperkuat kegiatan penelitian dan publikasi, mengembangkan peluang hibah, proyek penulisan buku, serta membangun berbagai kerja sama internasional di bidang kewirausahaan dan UMKM.

Pengusaha sekaligus mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan yang berorientasi pada praktik. Ia membawa prinsip “Think global, act local” sebagai pendekatan dalam mengembangkan kemampuan kewirausahaan.

Menurut Sandiaga, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan robotika perlu dimanfaatkan untuk mempercepat proses kreativitas, inovasi, serta pengembangan usaha.

Founder dan CEO Trusmi Group Ibnu Riyanto juga membagikan pengalamannya dalam membangun bisnis, khususnya mengenai pentingnya memperluas jaringan.

“Memperluas network adalah salah satu strategi penting dalam membangun bisnis. Saya percaya, semakin luas kita berjejaring, semakin banyak kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, dan menemukan peluang baru. Pak Sandiaga Uno juga menjadi salah satu sosok yang saya jadikan teladan dalam membangun bisnis dan memperluas network.”

Penyelenggaraan IFE 2026 menegaskan bahwa kewirausahaan tidak semata-mata merupakan mata kuliah yang dipelajari mahasiswa, tetapi juga merupakan pola pikir dan kemampuan yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Perguruan tinggi didorong membangun ekosistem kewirausahaan yang lintas disiplin, mengutamakan pengalaman, terhubung dengan dunia industri dan masyarakat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Di tengah kemajuan AI, forum tersebut juga menekankan bahwa autentisitas, empati, dan kepercayaan tetap menjadi kekuatan manusia yang penting dalam membangun kewirausahaan dan menciptakan nilai secara berkelanjutan.

Share7SendTweet4
Previous Post

Kementerian PU Terus Perkuat Penanganan Kekeringan dan Karhutla di Kalimantan

Next Post

Menteri PU Lapor Presiden: Konektivitas Jalan Nasional Flores Kembali Pulih

Next Post
Menteri PU Lapor Presiden: Konektivitas Jalan Nasional Flores Kembali Pulih

Menteri PU Lapor Presiden: Konektivitas Jalan Nasional Flores Kembali Pulih

Jegog Suar Agung Bawa Musik Jembrana ke Panggung Dunia

Jegog Suar Agung Bawa Musik Jembrana ke Panggung Dunia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

TPS Catat Arus Peti Kemas Internasional 120.725 TEUs pada September 2026

TPS Catat Arus Peti Kemas Internasional 120.725 TEUs pada September 2026

12 Oktober 2026
Kaltim Revisi RTRW untuk Perkuat Klaster Industri dan Ekonomi Berkelanjutan

Kaltim Revisi RTRW untuk Perkuat Klaster Industri dan Ekonomi Berkelanjutan

12 Oktober 2026
Sambut MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintasan Padangbai–Lembar

Sambut MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintasan Padangbai–Lembar

12 Oktober 2026
Indonesia Logistics Awards 2026, SCI Tekankan Penguatan Rantai Pasok dan Ketahanan Energi Hadari 2027

Indonesia Logistics Awards 2026, SCI Tekankan Penguatan Rantai Pasok dan Ketahanan Energi Hadari 2027

12 Oktober 2026
Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

12 Oktober 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3723 shares
    Share 1489 Tweet 931
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3715 shares
    Share 1486 Tweet 929
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3661 shares
    Share 1464 Tweet 915
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3687 shares
    Share 1475 Tweet 922
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4010 shares
    Share 1604 Tweet 1003

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.