• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
8 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Penilik Jalan Jadi Garda Terdepan, Penanganan Jalan Berlubang di Pantura Jawa Hampir Tuntas

by Riski Yanti
23 April 2026
Penilik Jalan Jadi Garda Terdepan, Penanganan Jalan Berlubang di Pantura Jawa Hampir Tuntas
18
SHARES
114
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan peran penilik jalan sebagai garda terdepan dalam menjaga kondisi jalan nasional, termasuk dalam percepatan penanganan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Melalui pemantauan rutin yang dilakukan setiap hari, penilik jalan berperan penting dalam mendeteksi kerusakan sejak dini serta memastikan tindak lanjut cepat di lapangan.

BACA JUGA

Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal

Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal

7 Juni 2026
Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu

Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu

7 Juni 2026
Kementerian PU Kebut Pemulihan 274 Titik Infrastruktur Konektivitas Pascabencana Sumatera Utara

Kementerian PU Kebut Pemulihan 274 Titik Infrastruktur Konektivitas Pascabencana Sumatera Utara

6 Juni 2026

“Kalau jalan berlubang di Pantura insya Allah sudah hampir tuntas, sisa sekitar 1 sampai 2 persen. Di semua balai jalan ada penilik jalan yang setiap hari mengecek kondisi, mana yang berlubang dan harus segera ditangani,” kata Menteri Dody di Kantor Kementerian PU, Jumat (17/4/2026).

Dengan sistem pemantauan tersebut, penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan secara cepat dan terukur di lapangan.

Menteri Dody menjelaskan, satu penilik jalan umumnya menangani ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer, bergantung pada panjang jalan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan pemeriksaan harian, kerusakan dapat segera diidentifikasi sebelum berkembang menjadi lebih parah.

Penanganan yang dilakukan meliputi penutupan lubang (patching), pelapisan ulang perkerasan (overlay), serta pemeliharaan rutin seperti pembersihan bahu jalan, pemangkasan rumput, dan normalisasi drainase guna menjaga fungsi jalan tetap optimal.

Selain jalan berlubang, perhatian juga diberikan pada kondisi jembatan, khususnya pada sambungan (expansion joint) yang mengalami pelebaran dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

“Bagi mobil mungkin hanya mengurangi kenyamanan, tetapi untuk motor bisa berbahaya. Standarnya kita tingkatkan, harus aman juga untuk sepeda motor,” ujar Menteri Dody.

Meski demikian, Menteri Dody mengingatkan bahwa kerusakan jalan masih berpotensi berulang. Salah satu faktor utama yang memengaruhi antara lain kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension dan overload (ODOL), serta kondisi cuaca.

“Kendaraan berat dengan muatan berlebih dan kondisi hujan yang terus berlangsung mempercepat kerusakan jalan, sehingga lubang mudah terbentuk kembali,” ungkapnya.

Secara nasional, panjang jaringan jalan nasional non-tol saat ini mencapai 47.603,39 km dengan tingkat kemantapan sebesar 93,50%. Kementerian PU terus menjaga kondisi tersebut melalui strategi pemeliharaan rutin berbasis deteksi dini oleh penilik jalan.

Dengan pendekatan ini, Kementerian PU memastikan kualitas jalan nasional tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat, termasuk pada jalur strategis seperti Pantura Jawa.

 

Share7SendTweet5
Previous Post

Gubernur Lampung Dukung UMKM Lewat Pelatihan Akbar

Next Post

Dorong Akselerasi SDGs, LAN Selenggarakan Konferensi Internasional

Next Post
Dorong Akselerasi SDGs, LAN Selenggarakan Konferensi Internasional

Dorong Akselerasi SDGs, LAN Selenggarakan Konferensi Internasional

Bendung Jamuan di Aceh Utara Segera Diperbaiki, Siapkan Desain Penanganan Permanen

Bendung Jamuan di Aceh Utara Segera Diperbaiki, Siapkan Desain Penanganan Permanen

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal

Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal

7 Juni 2026
Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu

Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu

7 Juni 2026
Saatnya Beraksi untuk Iklim, Komitmen Jasa Marga Capai Roadmap Net Zero Emission

Saatnya Beraksi untuk Iklim, Komitmen Jasa Marga Capai Roadmap Net Zero Emission

7 Juni 2026
Expo Saijaan Tutup Meriah Hari Jadi Kotabaru

Expo Saijaan Tutup Meriah Hari Jadi Kotabaru

7 Juni 2026
Polri Lantik 1848 Perwira Baru untuk Perkuat Pelayanan Publik

Polri Lantik 1848 Perwira Baru untuk Perkuat Pelayanan Publik

7 Juni 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    541 shares
    Share 216 Tweet 135
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    268 shares
    Share 107 Tweet 67
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    265 shares
    Share 106 Tweet 66
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    269 shares
    Share 108 Tweet 67
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    296 shares
    Share 118 Tweet 74

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.