Balikpapan, Kabar SDGs – Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat langkah dalam memperkuat ekonomi masyarakat dengan menargetkan pembangunan 10 unit Koperasi Merah Putih yang direncanakan mulai Juni 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pusat ekonomi berbasis komunitas di tingkat lokal.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa kendala utama berupa ketersediaan lahan kini telah teratasi. Dengan kesiapan tersebut, pemerintah optimistis proses pembangunan dapat segera dimulai sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Sudah saya sampaikan ke Pak Wali, kita sudah punya lahan dan siap untuk dibangun. Mudah-mudahan bulan Juni penambahan sampai 10 unit bisa terbangun,” ucap Bagus usai agenda coffee morning, pada Senin (13/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya telah dilakukan pertemuan dengan pihak mitra untuk membahas percepatan pelaksanaan proyek, guna memastikan rencana ini tidak berhenti pada tahap wacana.
“Kita ingin ini cepat jalan. Kalau lahannya siap, pembangunan bisa segera dimulai,” terangnya pada awak media.
Meski progres terus berjalan, pemerintah masih belum mengumumkan lokasi pasti pembangunan koperasi tersebut. Saat ini, pembahasan difokuskan pada pematangan konsep usaha serta sistem pengelolaan agar koperasi dapat langsung beroperasi setelah pembangunan fisik selesai.
Program Koperasi Merah Putih dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tidak hanya sekadar bangunan. Kehadirannya diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok, membuka akses pembiayaan, serta menjadi wadah pengembangan usaha mikro kecil dan menengah di tingkat kelurahan.
Bagus menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, bukan hanya pada pembangunan fisik semata.
“Yang penting bukan hanya bangunannya, tapi bagaimana koperasi ini bisa berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” tuturnya.
Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, kehadiran 10 unit Koperasi Merah Putih ini diharapkan menjadi penggerak baru ekonomi lokal di Balikpapan sepanjang tahun 2026, sekaligus memperluas akses ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.









Discussion about this post