• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Pemerintah dan KAI Perkuat Konektivitas Sukabumi–Bogor–Bandung Barat untuk Pertumbuhan Wilayah

by Riski Yanti
26 Januari 2026
Pemerintah dan KAI Perkuat Konektivitas Sukabumi–Bogor–Bandung Barat untuk Pertumbuhan Wilayah
19
SHARES
119
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan bahwa konektivitas transportasi merupakan fondasi strategis dalam mendorong pertumbuhan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam sistem perkeretaapian nasional, konektivitas dibangun melalui keselarasan antara prasarana yang disiapkan pemerintah dan layanan yang dioperasikan KAI, sehingga mampu menghubungkan pusat-pusat aktivitas ekonomi dan sosial secara efektif.

BACA JUGA

Kecelakaan Di Perlintasan Sebidang Terus Menurun 3 Tahun Terakhir

Kecelakaan Di Perlintasan Sebidang Terus Menurun 3 Tahun Terakhir

16 April 2026
Ribuan Pelamar Padati Booth KAI di Campus Job Fair Semarang

Ribuan Pelamar Padati Booth KAI di Campus Job Fair Semarang

16 April 2026
KAI Services Hadirkan Inisiatif Ramah Lingkungan untuk Transportasi Berkelanjutan

KAI Services Hadirkan Inisiatif Ramah Lingkungan untuk Transportasi Berkelanjutan

16 April 2026

Kerangka inilah yang memperkuat peran Stasiun Sukabumi sebagai simpul strategis penghubung wilayah Bogor, Cianjur, Bandung Barat, hingga Sukabumi.

Sebagai operator transportasi publik nasional, KAI memastikan layanan kereta api berjalan andal, aman, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, pemerintah menjalankan perannya dalam penyediaan prasarana perkeretaapian.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa keselarasan peran ini membentuk satu ekosistem transportasi yang mampu mendorong pertumbuhan wilayah secara terarah dan terukur.

“Kereta api beroperasi dalam satu ekosistem nasional. Pemerintah, termasuk melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub memastikan kesiapan prasarana, sementara KAI fokus pada keandalan operasional dan kualitas layanan. Sinergi ini menjadi kunci agar konektivitas memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi wilayah,” ujar Anne.

Dalam konteks tersebut, Stasiun Sukabumi berfungsi sebagai simpul mobilitas regional yang menghubungkan wilayah dengan karakter ekonomi dan sosial yang terus berkembang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 perekonomian Kabupaten Sukabumi mencatat pertumbuhan 5,15 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku sebesar Rp88,14 triliun, sementara tantangan ketenagakerjaan dan sosial masih memerlukan dukungan akses mobilitas yang lebih luas.

Kondisi ini menegaskan pentingnya konektivitas transportasi sebagai pengungkit akses kerja dan layanan publik.

Fungsi tersebut diperkuat oleh layanan kereta api yang beroperasi dari Stasiun Sukabumi. KA Pangrango menghubungkan Sukabumi dengan Bogor dan jejaring Comuter Line Jabodetabek, sedangkan KA Siliwangi melayani relasi pulang-pergi Sukabumi–Cipatat yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, serta Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Kedua layanan ini membentuk koridor konektivitas regional yang memperluas jangkauan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Efektivitas konektivitas tersebut semakin kuat melalui integrasi antarsimpul di Bogor.

Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang terhubung melalui skybridge dengan jarak sekitar 200 meter, sehingga pengguna Commuter Line dapat melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi menggunakan KA Pangrango.

Integrasi ini menjadikan Bogor sebagai simpul pengumpan utama yang memperluas akses Sukabumi ke kawasan metropolitan.

Dampak dari konektivitas yang terbangun tercermin pada pertumbuhan volume penumpang.

Stasiun Sukabumi mencatat 264.001 penumpang pada 2020, 144.780 pada 2021, kemudian meningkat menjadi 425.289 pada 2022, 674.483 pada 2023, 733.345 pada 2024, dan mencapai 768.461 penumpang pada 2025.

Tren ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi utama.

Sejalan dengan itu, volume pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor juga tumbuh signifikan, dari 7,74 juta pengguna pada 2020 menjadi 18,20 juta pengguna pada 2025.

Arus ini memperkuat peran Bogor sebagai gerbang konektivitas Sukabumi, sekaligus menunjukkan keterkaitan antara prasarana yang memadai dan layanan yang terintegrasi dalam satu sistem transportasi.

Anne menegaskan bahwa keterhubungan antardaerah melalui kereta api menghasilkan efek berganda bagi wilayah.

Akses yang semakin baik mendorong mobilitas tenaga kerja, penguatan aktivitas usaha mikro dan kecil, peningkatan pergerakan pelajar, serta pengembangan pariwisata daerah.

Seluruh manfaat tersebut hanya dapat dicapai apabila prasarana yang disiapkan pemerintah dan layanan yang dioperasikan KAI berjalan selaras.

“Wilayah yang terhubung dengan baik akan berkembang lebih cepat. Dukungan pemerintah terhadap prasarana dan peran KAI sebagai operator menjadikan kereta api sebagai pengungkit pembangunan wilayah yang berkelanjutan,” tutup Anne.

Share8SendTweet5
Previous Post

KA Brantas Layani 488.998 Pelanggan Sepanjang 2025

Next Post

Kolaborasi Magnum Hadir di Artotel Surabaya

Next Post
Kolaborasi Magnum Hadir di Artotel Surabaya

Kolaborasi Magnum Hadir di Artotel Surabaya

Honda Buka Panggung Kreativitas Pelajar di PPU

Honda Buka Panggung Kreativitas Pelajar di PPU

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kecelakaan Di Perlintasan Sebidang Terus Menurun 3 Tahun Terakhir

Kecelakaan Di Perlintasan Sebidang Terus Menurun 3 Tahun Terakhir

16 April 2026
Transkon Jaya Ekspansi Tangkap Peluang IKN

Transkon Jaya Ekspansi Tangkap Peluang IKN

16 April 2026
KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel

KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel

16 April 2026
Program Makanan Bergizi Balikpapan Dihentikan Sementara

Program Makanan Bergizi Balikpapan Dihentikan Sementara

16 April 2026
Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet

Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet

16 April 2026

POPULAR

  • Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.