Nusantara, Kabar SDGs – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan resmi Deputy Premier Sarawak, Datuk Amar Haji Awang Tengah bin Ali Hasan pada Minggu (27/7), dalam rangka penjajakan peluang investasi dan kemitraan strategis antara Sarawak dan Indonesia melalui IKN sebagai poros pertumbuhan baru di Asia Tenggara.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka jalan kolaborasi lintas sektor, dengan semangat membangun kawasan yang hijau, inklusif, dan inovatif. Dalam keterangannya, Datuk Amar menyampaikan kesan mendalam terhadap kemajuan pembangunan IKN, yang disebutnya telah bertransformasi menjadi katalis perubahan kawasan.
“Dulu saya datang ke Titik Nol IKN pada tahun 2022. Sekarang saya kembali dan melihat begitu banyak gedung telah berdiri. Pembangunannya sangat luar biasa. IKN akan menjadi game changer, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kami di Sarawak,” ujar Datuk Amar melalui keterangan resmi Humas Otorita IKN.
Dalam kunjungannya, ia menegaskan komitmen Sarawak untuk memperluas partisipasi dalam pembangunan Nusantara. Saat ini, sebuah perusahaan asal Sarawak telah terlibat, dan pemerintah Sarawak berharap kolaborasi ini dapat berkembang secara signifikan di berbagai sektor.
Otorita IKN menyambut positif sinyal kerja sama tersebut dan memastikan kesiapan untuk memfasilitasi seluruh proses investasi. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menegaskan bahwa pihaknya terbuka bagi segala skala investasi, termasuk sektor usaha kecil seperti pembangunan minimarket. Ia juga menyampaikan bahwa pekan depan pihak Otorita akan menyampaikan prosedur dan rencana proyek kepada calon investor Sarawak.
Sebagai simbol awal kemitraan, Datuk Amar turut menanam pohon Meranti di Plaza Bhineka, jantung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Penanaman ini mencerminkan komitmen kedua pihak terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan ke sejumlah lokasi strategis di IKN, di antaranya Kantor Otorita IKN, Istana Negara, Kantor Kemenko 3, Pusat Pelatihan PSSI, hingga Rumah Sakit Mayapada.
Kunjungan ini tidak sekadar mempertegas hubungan baik Indonesia dan Malaysia, tetapi juga menandai langkah konkret menuju sinergi regional yang lebih erat. Nusantara kini tampil bukan hanya sebagai ibu kota baru, tetapi sebagai simpul integrasi dan pertumbuhan kawasan, tempat di mana negara-negara Asia Tenggara dapat tumbuh bersama menuju masa depan yang kolaboratif dan berkelanjutan.












Discussion about this post