• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
21 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Mengenal Kardinal Ignatius Suharyo, Kandidat Pengganti Paus Fransiskus

by SDGS Admin
28 April 2025
Mengenal Kardinal Ignatius Suharyo, Kandidat Pengganti Paus Fransiskus
104
SHARES
653
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Kesedihan menyelimuti umat Katolik di seluruh dunia setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025, pukul 07.35 waktu Roma. Kepergian Paus yang dikenal dengan sikap rendah hati dan kedekatannya kepada jemaat ini menciptakan kekosongan di posisi tertinggi kepemimpinan Gereja. Salah satu kandidat untuk pengganti beliau adalah Kardinal Ignatius Suharyo dari Indonesia.

Saat ini, Gereja Katolik berada dalam periode sede vacante, yaitu masa tanpa pemimpin, yang akan berakhir setelah konklaf diselenggarakan—sebuah pertemuan tertutup di mana para kardinal dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk memilih Paus yang baru. Konklaf direncanakan akan diadakan sekitar dua minggu setelah kepergian Paus, melibatkan 135 kardinal sebagai pemilih dan kandidat.

BACA JUGA

No Content Available

Salah satu tokoh yang akan ikut serta dalam konklaf ini adalah Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta yang berasal dari Bantul, Yogyakarta. Ia dijadwalkan berangkat menuju Vatikan pada 4 Mei 2025 untuk mengambil bagian dalam proses penting tersebut. Walaupun peluangnya untuk terpilih sebagai Paus dianggap kecil, partisipasi Suharyo menarik perhatian pihak lain. Ia membawa representasi Asia Tenggara—sebuah wilayah yang jarang dilibatkan dalam kepemimpinan Gereja global.

Kehadiran Suharyo adalah sebuah simbol penting tentang kontribusi dunia selatan dan timur dalam transformasi baru Gereja Katolik yang semakin terbuka dan mencerminkan keragaman jemaat.

Lebih dari sekadar memilih pemimpin baru, konklaf ini juga merupakan kesempatan untuk merenungkan: siapa yang mampu memimpin Gereja di tengah tantangan era modern? Dalam konteks ini, nama Kardinal Suharyo muncul sebagai salah satu wajah dari Gereja yang berkembang pesat di luar Eropa dan Amerika Latin.

Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo lahir pada 9 Juli 1950 di Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta. Ia tumbuh dalam keluarga Katolik yang sangat religius, sebagai anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Tiga di antara saudara-saudaranya juga memilih untuk menyerahkan hidup mereka kepada Gereja, menjadi biarawan dan biarawati.

Ketertarikan Suharyo terhadap kehidupan imamat terlihat sejak ia berusia 11 tahun, ketika ia memutuskan untuk mendaftar di Seminari Menengah Petrus Canisius, Mertoyudan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di IKIP Sanata Dharma Yogyakarta, dan meraih gelar Sarjana Muda dalam bidang filsafat dan teologi.

Tidak berhenti di situ, Suharyo melanjutkan studinya di Universitas Kepausan Urbaniana di Roma. Di sana, ia mendapatkan gelar lisensiat pada tahun 1979 dan gelar doktor di bidang Teologi Biblis pada tahun 1981.

Pada 26 Januari 1976, Suharyo ditahbiskan sebagai imam oleh Kardinal Justinus Darmojuwono. Pelayanannya tidak hanya berlangsung di altar, tetapi juga di dunia akademik, menjabat sebagai dosen, dekan Fakultas Teologi, serta sebagai pengarah calon imam di Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogyakarta.

Tahun 1997, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Suharyo sebagai Uskup Agung Semarang, dengan penyucian pada tanggal 22 Agustus. Dalam tahun 2006, dia diberikan tanggung jawab untuk memimpin Ordinariat Militer Indonesia, bertugas membimbing umat Katolik di kalangan TNI dan Polri.

Perjalanan kariernya terus berlanjut. Pada 29 Juni 2010, Suharyo ditunjuk untuk menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta, menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja yang sudah pensiun. Dia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dari tahun 2000 hingga 2006, kemudian terpilih sebagai Presiden KWI selama tiga periode, dari tahun 2012 hingga 2021.

Sebuah momen penting dalam tugasnya terjadi pada 5 Oktober 2019, ketika Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi Kardinal—prestasi yang sangat berarti dalam Gereja Katolik. Suharyo menjadi orang Indonesia ketiga yang meraih gelar ini, setelah Kardinal Justinus Darmojuwono dan Kardinal Julius Darmaatmadja. Dia juga menerima penghargaan Spirito Santo alla Ferratella dari Takhta Suci.

Sekarang, di usia 74 tahun, Kardinal Ignatius Suharyo mewakili suara umat Katolik Indonesia di pusat Gereja Katolik global. Dia menunjukkan bahwa Asia Tenggara memiliki potensi, spiritualitas, dan kedalaman iman yang penting dalam arah masa depan Gereja universal.

Share42SendTweet26
Previous Post

Bukit Asam Dorong Transformasi Desa Tanjung Agung dengan Budidaya Maggot

Next Post

PT Paiton Energy Tanam 2.500 Bibit Gamal Demi Masa Depan

Next Post
PT Paiton Energy Tanam 2.500 Bibit Gamal Demi Masa Depan

PT Paiton Energy Tanam 2.500 Bibit Gamal Demi Masa Depan

Komunikasi Santun ke ChatGPT Rupanya Bisa Dianggap Pemborosan

Komunikasi Santun ke ChatGPT Rupanya Bisa Dianggap Pemborosan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

SBY Gelar Pameran Lukisan di Surabaya

SBY Gelar Pameran Lukisan di Surabaya

21 September 2026

Calon Arang, Legenda Bali dalam Balutan Seni Pertunjukan Modern

21 September 2026
Polinela dan ITERA Perkuat Kerja Sama Akademik

Polinela dan ITERA Perkuat Kerja Sama Akademik

21 September 2026
Brand Fesyen Lokal Kuasai Pasar Internasional

Brand Fesyen Lokal Kuasai Pasar Internasional

21 September 2026
Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi Bali melalui Penataan Terminal LNG Benoa

Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi Bali melalui Penataan Terminal LNG Benoa

21 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2881 shares
    Share 1152 Tweet 720
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3203 shares
    Share 1281 Tweet 801
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2892 shares
    Share 1157 Tweet 723
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2879 shares
    Share 1152 Tweet 720
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2844 shares
    Share 1138 Tweet 711

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.