• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Indonesia dan Jepang Bahas Kerjasama Transportasi Laut

by Riski Yanti
7 Desember 2023
Indonesia dan Jepang Bahas Kerjasama Transportasi Laut
26
SHARES
163
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

LONDON, KabarSDGs – Indonesia dalam hal ini Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar pertemuan di Markas Besar IMO London untuk membahas kerjasama antara Indonesia dan Jepang di bidang Transportasi Laut. Rapat yang dipimpin oleh Dirjen Perhubungan Laut, Capt Antoni Arif Priadi, menghasilkan sejumlah kesepakatan dan rencana kerjasama yang positif.

Capt. Antoni mengungkapkan satu poin utama yang dibahas adalah terkait dukungan pemerintah Jepang terhadap pencalonan Indonesia pada keanggotaan dewan IMO kategori C tahun 2024-2025.

BACA JUGA

Indonesia Perkuat Konektivitas Udara di Tengah Tantangan Sektor Penerbangan

INACA Mengapresiasi Relaksasi Fuel Surcharge

18 Mei 2026
Kemenhub Siapkan Langkah Cepat Atasi Truk ODOL

Kemenhub Siapkan Langkah Cepat Atasi Truk ODOL

8 Mei 2026
Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

8 Mei 2026

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan ini, sambil menyampaikan selamat kepada Jepang yang juga terpilih kembali pada keanggotaan dewan IMO kategori A tahun 2024-2025,” ujarnya.

Tawaran Pemerintah Indonesia

Dalam rapat tersebut, Indonesia menyuarakan keinginan untuk meningkatkan kerjasama di bidang sumber daya manusia (SDM), khususnya terkait penerimaan tenaga pelaut Indonesia di kapal-kapal berbendera Jepang.

“Selain itu, Indonesia juga menawarkan kerjasama riset dan pelatihan dalam pengembangan dan penerapan Maritime Autonomous Surface Ships (MASS),” ungkapnya.

Pertemuan juga mencakup diskusi mengenai Green Shipping dan Decarbonisasi. Indonesia menginginkan bantuan Jepang dalam uji coba penggunaan biofuel pada mesin-mesin buatan Jepang, seperti Akasaka dan Yanmar.

“Kami menawarkan adanya Kerjasama riset dan pelatihan dalam pengembangan dan penerapan Green Shipping. Dan bersedia menerima hibah kapal atau teknologi Jepang yang telah menggunakan teknologi ramah lingkungan termasuk menerima untuk transfer teknologinya,” ungkap Capt. Antoni.

Tanggapan Pemerintah Jepang

Dalam tanggapannya, Director Ocean Development and Environment Policy Division Maritime Bureau MLIT, Imai Shin, menyampaikan berbagai hal terkait kebutuhan Jepang akan tenaga pelaut, pengembangan teknologi MASS, dan kajian terkait penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

Imai Shin mengungkapkan bahwa saat ini Jepang memang membutuhkan banyak tenaga pelaut untuk mengoperasikan kapal domestik Jepang namun SDM yang dimiliki Jepang saat ini tidak mencukupi sehingga direncanakan akan menerima pelaut asing pada kapal-kapal berbendera Jepang yang beroperasi di domestik. Terkait hal ini pemerintah Jepang masih akan melakukan pengaturan internal karena mekanisme saat ini yang berlaku kapal domestic Jepang harus diawaki pelaut berkewarganegaraan Jepang.

Pemerintah Jepang akan melakukan koordinasi dengan asosiasi pelayaran di Jepang untuk pembahasan mekanismenya. Jepang juga telah memiliki training centre dan metode pengujian untuk dapat bekerja di kapal berbendera Jepang.

Terkait pengembangan teknologi MASS, Jepang mengundang banyak negara untuk mengikuti workshop di Jepang terkait penarapan konvensi IMO termasuk terkait aturan MASS. Tahun 2025 pemerintah Jepang menargetkan dapat mengoperasikan kapal MASS diperairan Jepang, saat ini pemerintah Jepang banyak melakukan kajian terkait MASS karena banyak isu terkait MASS tidak hanya masalah teknologi kapalnya tetapi juga masalah lingkungan perairan, kelembagaan, aturan dan lainnya. Jepang akan melakukan sharing informasi terkait penerapan MASS yang dioperasikan di perairan Jepang dan perairan internasional nantinya.

Terkait penerapan green shipping, saat ini Jepang sedang melakukan kajian penggunaan bahan bakar ammonia dengan segala keuntungan dan dampaknya, ammonia merupakan bahan yang beracun sehingga perlu kehati-hatian dalam penggunaannya termasuk terhadap kebocoran dari kapal ke perairan. Jepang juga melakukan kajian terkait penggunaan bahan bakar Hydrogen untuk melakukan perbandingannya dengan bahan bakar ammonia pada saat yang sama.

Jepang menyambut baik adanya pertemuan ini dan akan menindaklanjuti penawaran dan permintaan Indonesia di internal kementerian Jepang.

Mengakhiri pertemuan ini, Direktur Jenderal Perhubungan Laut menyatakan bahwa hasil diskusi ini dapat diwujudkan dalam bentuk MoU di tingkatan Menteri dan MoA di tingkatan Dirjen. Kerjasama antara Indonesia dan Jepang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan sektor transportasi laut kedua negara.

Share10SendTweet7
Previous Post

Kemenhub dan Polri Atur Lalu Lintas Nataru 2023/2024

Next Post

Wamenparekraf Apresiasi Upaya GoTo Impact Foundation Kembangkan Wisata Golo Mori yang Berkelanjutan

Next Post
Wamenparekraf Apresiasi Upaya GoTo Impact Foundation Kembangkan Wisata Golo Mori yang Berkelanjutan

Wamenparekraf Apresiasi Upaya GoTo Impact Foundation Kembangkan Wisata Golo Mori yang Berkelanjutan

ABB Dukung Pasokan Listrik Andal Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Terbesar di Asia Tenggara

ABB Dukung Pasokan Listrik Andal Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Terbesar di Asia Tenggara

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

18 Mei 2026
Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

18 Mei 2026
Penerbangan Haji dari Bandara Adi Soemarmo Berjalan Lancar

Penerbangan Haji dari Bandara Adi Soemarmo Berjalan Lancar

18 Mei 2026
Indonesia Perkuat Konektivitas Udara di Tengah Tantangan Sektor Penerbangan

INACA Mengapresiasi Relaksasi Fuel Surcharge

18 Mei 2026
Inovasi Mudik Ramah Anak Bawa ASDP Raih Top CSR 2026

Inovasi Mudik Ramah Anak Bawa ASDP Raih Top CSR 2026

18 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    139 shares
    Share 56 Tweet 35
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Kemnaker Buka Bantuan TKM Pemula 2026

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • KAI Services Buka Lowongan Pramugara dan Pramugari Kereta Api

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Dana Beasiswa Pekanbaru Segera Cair

    18 shares
    Share 7 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.