• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 Desember 2025
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Peragaan Perdana The Flying Cloth: Perpaduan Fashion Berkelanjutan dan Keindahan Budaya Batak

Dia berbasis di Jakarta, tetapi hatinya juga tinggal di Pulau Samosir

by SDGS Admin
16 November 2024
The Flying Cloth : Perjalanan 25 Tahun Merdi Sihombing
26
SHARES
162
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – The Flying Cloth adalah puncak perjalanan 25 tahun Merdi Sihombing berkarya di industri mode dan tekstil Indonesia. Dalam pembukaan pergelaran ini, Sang Maestro berbagi cerita tentang wastra nusantara yang menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.

Merdi, seorang desainer berdarah Batak, telah berkomitmen mengangkat keindahan dan kekayaan tradisi Indonesia ke panggung global. Ia tidak hanya konsisten meluncurkan koleksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan melalui proses pembuatan material, pewarnaan alami, hingga teknik tenun tradisional.

BACA JUGA

Dekranasda Sumut Dukung Pengrajin Songket Asahan

Dekranasda Sumut Dukung Pengrajin Songket Asahan

13 Agustus 2025
Eco Fashion Nusantara Gaungkan Gaya Hidup Berkelanjutan di IKN

Eco Fashion Nusantara Gaungkan Gaya Hidup Berkelanjutan di IKN

9 Agustus 2025
Swarna Songket Nusantara Tampilkan Wibawa Pemimpin dan Kebangkitan Wastra Sumsel

Swarna Songket Nusantara Tampilkan Wibawa Pemimpin dan Kebangkitan Wastra Sumsel

8 Agustus 2025

Pada peragaan pembuka, Merdi menghadirkan dua kategori koleksi istimewa: busana glow in the dark dan busana tradisional seperti kebaya. Koleksi glow in the dark menjadi simbol inovasi yang ramah lingkungan, membuktikan bahwa fashion dapat menghemat daya listrik di runway. Di sisi lain, Merdi juga bertekad menghormati para pengrajin lokal yang karyanya kerap terabaikan.

“Runway identik dengan lampu-lampu, yang sudah pasti memakan banyak listrik. Dan koleksi glow in the dark yang dipakai para penari ini, bisa membuktikan bahwa pagelaran fashion itu bisa menghemat banyak listrik. Karena saat koleksi ini muncul di runway, semua lampu mati. Hanya motif-motif di bajunya yang menyala,” ujarnya lagi. Tepuk tangan riuh pun menggema menyambut koleksinya di Area Sunken, Museum Nasional, Senin lalu (11/11).

Ia menambahkan, “Di sisi lain, orang-orang di balik penciptaan busana glow in the dark ini adalah seniman-seniman berbakat Indonesia, yang sering menjadi korban beli putus. Mereka menjual, tetapi tidak pernah tahu karyanya itu dibuat menjadi apa. Saya, punya misi untuk tidak lagi menyembunyikan pengrajin yang ada di belakang karya-karya ini. Saya mau menunjukkan kepada mereka, ini lho, hasil karyamu,” tuturnya. Di beberapa bagian pameran The Flying Cloth, Merdi memang menghadirkan sejumlah pembatik yang karyanya ia tampilkan dalam acara pembukaan tersebut.

Ada lima pilar besar yang dirangkum oleh Merdi untuk pergelaran 25 tahun perjalanan ini, yaitu Sustainable Design & Eco-Fashion, Seni Kolaboratif & Pelibatan Masyarakat, Revitalisasi & Reinventing Ulos, Etnomatika & Vernacular Design, serta Perempuan Indonesia.

Kelima pilar besar ini, diwujudkan dalam sebuah koleksi bertajuk “Perjalanan Kain Batak” yang berisi 15 looks, lengkap dengan identitas yang erat sekali dengan budaya Batak. Mulai dari model baju kurung, kain songket dan tentu saja selendang khas Batak, ulos.

Warna-warna yang dipilih untuk setiap looks dari koleksi ini dekat dengat adat masyarakat Batak, seperti merah, kuning, hijau, biru, putih gading dan oranye. Malam itu Merdi sukses menyihir para penikmat fashion yang terpukau dengan karyanya.

“Saya ingin mengajak kita semua di sini, untuk melihat lebih dekat pada keindahan wastra nusantara, kerajinan-kerajinan dan lain sebagainya. Ini adalah lebih dari sekadar tekstil. Ini adalah bagian dari identitas kita. Dengan menggunakan pewarna alami, teknik tenun yang diwariskan turun temurun, serta inovasi dalam desain dan pola, saya yakin, kita bisa membuktikan bahwa fashion dapat berjalan seiring dengan alam,” katanya lagi.

Ide dari Tanah Karo
Merdi juga menyadari bahwa industri kain tenun di Indonesia perlahan-lahan mulai tidak mendapat perhatian.

“Ada beberapa kain yang dasar idenya saya angkat dari Tanah Karo. Alasannya, penenun di Karo sudah punah. Sehingga, cara saya melestarikan kebudayaan tenun Karo ini adalah dengan cara mengangkat ide dasarnya, yakni teknik celup. Kalau dulu, semua kain ditenun sampai jadi, setelah itu diproses dengan teknik celup untuk pewarnaannya. Tapi karena penenun di sana sudah tidak ada, maka kain yang digunakan adalah kain jadi, namun untuk teknik pewarnaannya menggunakan teknik celup yang sama, seperti yang ada di dalam tradisi budaya Batak Karo,” ujar Merdi.

Ia tak menampik bahwa banyak orang yang meragukan pewarnaan alami karena dianggap pucat dan tidak cerah. “Tapi Anda lihat semua karya-karya saya. Warna-warnanya bisa cerah dan itu semua diwarnai secara alami. Alam kita luar biasa hebatnya. Jadi saya berharap industri ini juga mulai menyadari dan bisa mengeksplorasi agar industri fashion Indonesia bisa sustainable seluruhnya,” ujar Merdi.

Pergelaran ‘The Flying Cloth’ akan digelar di area Museum Nasional Indonesia sampai 24 November 2024. Setiap hari, ada ragam aktivitas menarik untuk menghidupkan kembali keindahan wastra Indonesia dari sudut pandang seorang Merdi Sihombing. Mulai dari workshop, seminar, hingga instalasi.

Tentang Merdi Sihombing


Merdi Sihombing adalah lulusan Ilmu dan Desain Mode dengan hasrat untuk menafsirkan kembali tekstil tradisional dan pewarna alami dalam mode kontemporer. Terinspirasi oleh budaya Bataknya, ia mengeksplorasi keahlian tradisional dalam desain modern. Karyanya merayakan warisan budaya orang Batak yang kaya sambil merangkul inovasi dan mendorong batas kreativitas. Perjalanannya mencakup studi mode di Bunka dan ESMOD, kerajinan tekstil di Institut Kesenian Jakarta, dan kolaborasi berkelanjutan dengan komunitas adat di seluruh Indonesia. Dia berbasis di Jakarta – Indonesia, tetapi hatinya juga tinggal di Pulau Samosir – Sumatera Utara, Indonesia, di mana dia menjalankan pusat tenun Ulos bersama istri dan tiga putrinya. www.merdisihombing.id

Share10SendTweet7
Previous Post

KPBS Pengalengan Bisa Jadi Suplier Utama Program MBG Di Bandung Selatan

Next Post

The Flying Cloth : Perjalanan 25 Tahun Merdi Sihombing

Next Post
The Flying Cloth : Perjalanan 25 Tahun Merdi Sihombing

The Flying Cloth : Perjalanan 25 Tahun Merdi Sihombing

Lisa Blackpink Cicipi Rendang saat Jumpa Fans di Jakarta

Lisa Blackpink Cicipi Rendang saat Jumpa Fans di Jakarta

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Workshop Tari Nusantara Hadirkan Kolaborasi Gerak sebagai Identitas Budaya IKN

Workshop Tari Nusantara Hadirkan Kolaborasi Gerak sebagai Identitas Budaya IKN

5 Desember 2025
Pembangunan Mini Teater Perpustakaan Bontang Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

Pembangunan Mini Teater Perpustakaan Bontang Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat

5 Desember 2025
DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

5 Desember 2025
PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

5 Desember 2025
Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

5 Desember 2025

POPULAR

  • Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Aceh Tengah Mulai Merasakan Dukungan Bantuan dan Berharap Infrastruktur Kembali Pulih

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • WEGE Paparkan Tantangan Industri Dan Sesuaikan Dana IPO Untuk Jaga Likuiditas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kementerian PU Tindak Lanjuti Usulan Jembatan Gantung di Nias Selatan

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.