• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Rampak Sarinah: Indonesia dapat Daftarkan Kebaya ke UNESCO Lewat 2 Jalur

by SDGS Admin
28 November 2022
Rampak Sarinah: Indonesia dapat Daftarkan Kebaya ke UNESCO Lewat 2 Jalur
41
SHARES
257
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Rampak dan Institut Sarinah mengusulkan agar Indonesia mendaftarkan Kebaya melalui dua jalur sekaligus, yaitu single nomination untuk kebaya kutubaru dan model Kartinian dan ikut menjadi nominator bersama 4 negara Asean lainnya untuk kebaya model encim. Pendaftaran dua jalur itu sebaiknya dilakuan dalam waktu bersamaan.

Diketahui, Rampak Sarinah merupakan di antara penggagas perlunya Hari Kebaya Nasional dan Mendaftarkan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke UNESCO sejak tahun 2017

BACA JUGA

Layanan Contact Center InJourney Airports Pertahankan Predikat Terbaik di Indonesia

Layanan Contact Center InJourney Airports Pertahankan Predikat Terbaik di Indonesia

28 September 2026
Kemenhub Resmi Umumkan, Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO 2026

Kemenhub Resmi Umumkan, Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO 2026

2 September 2026
PKK Balikpapan Perkuat Kebersamaan Lewat Berkebaya

PKK Balikpapan Perkuat Kebersamaan Lewat Berkebaya

23 Agustus 2026

Ketua Rampak Sarinah Jakarta, Dhini Mudiani menerangkan, ASEAN harus semakin kompak dan progresif di bawah kepemimpinan Indonesia, khususnya terkait pendaftaran kebaya.

“Gunakan semua potensi untuk konsolidasi Asean dan itu bisa dari pendaftaran kebaya sebagai warisan budaya kawasan secara bersama-sama 5 negara. Jangan lupa Indonesia dianggap sebagai big brother dalam ASEAN,” ujarnya dalam siaran tertulisnya pada Senin (28/11/2022).

Dhini menerangkan, dua usulan ke UNESCO tersebut masing-masing mempunyai argumen yang kuat dan tidak kontradiktif bahkan saling melengkapi.

“Keinginan kita atas pengakuan kebaya adalah warisan Indonesia untuk kawasan Asean justru semakin kuat jika kita ikut mengusulkan bersama 4 negara lain. Tapi kalau kita tidak bergabung, claim itu dipunyai Malaysia dan 3 negara. Kita merugi,” imbuh Anggota Institut Sarinah, Irene H Saraswati.

Ketua Institut Sarinah, Eva Sundari mengingatkan, keberhasilan Majapahit menjadi empire dunia terutama di kawasan ASEAN adalah karena stretegi budayanya yang menjadikan negara-negara tetangga sebagai “mitra-satata” sederajat melalui kerjasama-kerjasama perdagangan, seni budaya, dan agama.

“Majapahit merangkul, mengemong, hingga memangku sehingga akhirnya menjadi sangat berpengaruh. Salah satu warisan Majapahit adalah Featival Ramayana yang diadakan setiap tahun oleh 8 negara Asean. Tinggalkan kompetisi, masanya kolaborasi Asean,” jelasnya.

Sementara itu, Pembina Institute Sarinah dan Rampak Sarinah, Prof. Willa Candrawilla mengingatkan, bahwa tujuan ASEAN itu adalah kerjasama antar negara yang berkebudayaan sama.

“Harusnya kita urus dulu status Kebaya sebagai warisan tak benda Indonesia baru urus ke UNESCO. Ini mengulang kisah PRT ke luar negeri dibikinkan UU tapi yang dalam negeri gak diurus,” katanya.

Diketahui, dari diskusi internal para kader Sarinah tersebut, didapatkan keuntungan lain dengan mendaftarkan kebaya kutubaru khas Indonesia saat ini yaitu soal panjangnya antrian di UNESCO. Biasanya, jika didaftarkan saat ini paling tidak dibutuhkan 4-5 tahun baru akan ditelaah UNESCO.

Share16SendTweet10
Previous Post

Para Investor yang Berinvestasi di IKN Nusantara Meningkat Signifikan, Ini Penyebabnya

Next Post

PLN UID Bali Merealisasikan 70 Program CSR Sejak Januari 2022

Next Post
PLN UID Bali Merealisasikan 70 Program CSR Sejak Januari 2022

PLN UID Bali Merealisasikan 70 Program CSR Sejak Januari 2022

3 Ribu Lebih Tenaga Kesehatan Disebar di 194 Titik Pengungsian Cianjur

3 Ribu Lebih Tenaga Kesehatan Disebar di 194 Titik Pengungsian Cianjur

Discussion about this post

NEWS UPDATE

SIER Gandeng Dua Investor di EJIF 2026

SIER Gandeng Dua Investor di EJIF 2026

8 Oktober 2026
Bali dan Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Bali dan Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi

8 Oktober 2026
PKK Bali Dukung Gerakan Bersih Lingkungan

PKK Bali Dukung Gerakan Bersih Lingkungan

8 Oktober 2026
Okupansi Hotel di Balikpapan Tertekan Pengetatan Anggaran

Okupansi Hotel di Balikpapan Tertekan Pengetatan Anggaran

8 Oktober 2026
Balikpapan Latih Teman Tuli Jadi Barista

Balikpapan Latih Teman Tuli Jadi Barista

7 Oktober 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3614 shares
    Share 1446 Tweet 904
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3616 shares
    Share 1446 Tweet 904
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3593 shares
    Share 1437 Tweet 898
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3561 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3911 shares
    Share 1564 Tweet 978

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.