• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Pentingnya Pelaksanaan Program Indonesia Bebas Merkuri

by SDGS Admin
16 Maret 2023
Pentingnya Pelaksanaan Program Indonesia Bebas Merkuri
62
SHARES
386
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

TANGERANG, KabarSDGs – Merkuri diketahui merupakan zat berbahaya yang ditimbulkan akibat aktivitas manusia seperti pertambangan emas serta limbah industri. Saat ini, merkuri telah banyak mencemari lingkungan dan memiliki potensi untuk meracuni masyarakat secara global, sehingga berakibat pada gangguan kesehatan.

Pakta internasional bernama Minamata Convention, bertujuan untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari zat merkuri. Kesepakatan tersebut diratifikasi melalui Undang-undang No. 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury, Pemerintah Indonesia kemudian mengupayakan Rencana Aksi Nasional dalam Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN PPM) yang telah diatur dalam Peraturan Presiden No 12 Tahun 2019 Tentang RAN PPM.

BACA JUGA

Bandar Lampung Salurkan Alat Bantu Kesehatan di HUT RI

Bandar Lampung Salurkan Alat Bantu Kesehatan di HUT RI

18 Agustus 2026
RSUD Jatisari Resmikan Unit Pengelola Darah dan Layanan MESRA

RSUD Jatisari Resmikan Unit Pengelola Darah dan Layanan MESRA

5 Agustus 2026
Amway Peduli Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan

Amway Peduli Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan

29 Mei 2026

Sorotan utama dari Konvensi Minamata tersebut adalah termasuk larangan tambang merkuri baru, penghentian tambang yang sudah ada, penghentian dan penurunan bertahap penggunaan merkuri di sejumlah produk dan proses, langkah-langkah pengendalian emisi ke udara dan pelepasan tanah dan air, dan regulasi sektor informal pertambangan emas rakyat dan skala kecil. Konvensi ini juga membahas penyimpanan sementara merkuri dan pembuangannya setelah menjadi limbah, tempat-tempat yang terkontaminasi merkuri serta masalah kesehatan.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih banyak tantangan serta hambatan yang ditemui dalam mengurangi limbah merkuri yang belum dapat diatasi secara maksimal, Untuk mengupayakan percepatan RAN PPM. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih (PRLTB) telah menggelar webinar EnviroTalk edisi ke empat dengan tajuk Indonesia Bebas Merkuri yang digelar secara daring pada (15/03).

Agus Sudaryanto periset BRIN mewakili Kepala PRLTB BRIN dalam sambutannya mengatakan, webinar ini diisi oleh narasumber dari berbagai macam stakeholders seperti Universitas Negeri Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Buru serta Pusat Riset Teknologi, Pertambangan BRIN sehingga dapat dijadikan sebagai wahana diskusi yang konstruktif agar dapat dihasilkan ide untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan.

“Selain itu webinar ini juga diharapkan dapat menambah ilmu serta pemahaman kita terhadap pentingnya program Indonesia Bebas Merkuri,” jelas Agus.

Agus menambahkan, jika saat ini penggunaan terbesar merkuri disumbangkan oleh penambangan emas skala kecil yaitu sebesar 70 persen, sehingga pemerintah memiliki tantangan untuk menghapuskan penggunaan merkuri secara tuntas. Menurutnya, dalam hal ini, riset dan inovasi memiliki peran yang sangat vital.

“Dengan adanya riset dan inovasi diharapkan dapat ditemukannya bahan pengganti merkuri serta peralatan yang dapat digunakan untuk mendeteksi cemaran merkuri dalam aktifitas manusia seperti penambangan emas skala kecil,” pungkas Agus.

Share25SendTweet16
Previous Post

Wow, Menteri Perdagangan akan Musnahkan Pakaian Bekas Impor Senilai Puluhan Miliar Rupiah

Next Post

Kemenkop UKM dan HIPPINDO Gelar INABUYER B2B2G EXPO

Next Post
Kemenkop UKM dan HIPPINDO Gelar INABUYER B2B2G EXPO

Kemenkop UKM dan HIPPINDO Gelar INABUYER B2B2G EXPO

Festival Sarung Majalaya 2 Diharapkan Bangkitkan Ekonomi Kreatif Jawa Barat

Festival Sarung Majalaya 2 Diharapkan Bangkitkan Ekonomi Kreatif Jawa Barat

Discussion about this post

NEWS UPDATE

DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

12 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

11 September 2026
PLN NP UP Paiton Raih Dua Penghargaan EBTKE

PLN NP UP Paiton Raih Dua Penghargaan EBTKE

11 September 2026
Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

11 September 2026
Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

11 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2808 shares
    Share 1123 Tweet 702
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2489 shares
    Share 996 Tweet 622
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2482 shares
    Share 993 Tweet 621
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2456 shares
    Share 982 Tweet 614
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.