• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
22 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Para Aktivis Lingkungan Hidup Meminta Astra Group Mengurangi Penambangan Batubara

by SDGS Admin
8 April 2022
Para Aktivis Lingkungan Hidup Meminta Astra Group Mengurangi Penambangan Batubara
133
SHARES
831
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Aktivitas penambangan batubara perusahaan di bawah group PT Astra International Tbk dinilai bertentangan dengan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan hidup yang ditonjolkan oleh perusahaan tersebut.

Para aktivis lingkungan hidup yang terhimpun dalam Perkumpulan AEER (Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat) meminta PT Astra International Tbk, sebagai pemegang saham PT United Tractors tbk, untuk mendorong pengurangan sampai penghentian aktivitas pertambangan batubara yang dilakukan karena ancamannya terhadap iklim dan keanekaragaman hayati.

BACA JUGA

Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

16 Juni 2026
Astra Motor Kaltim Tingkatkan Kompetensi Guru SMK

Astra Motor Kaltim Tingkatkan Kompetensi Guru SMK

9 Juni 2026
Astra Dorong Karyawan Gunakan Transportasi Umum

Astra Dorong Karyawan Gunakan Transportasi Umum

9 Juni 2026

Hal itu dikarenakan, melindungi keanekaragaman hayati memberikan kontribusi besar bagi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, melalui jasa ekosistemnya.

PT Asmin Bara Bronang dan PT Suprabari Mapanindo Mineral adalah dua perusahaan tambang batubara yang berada di bawah PT United Tractors.

Muhammad Iqbal Patiroi, Koordinator Program Biodiversitas dan Iklim AEER, menerangkan ada 18 spesies langka dan dilindungi di sekitar kawasan pertambangan PT Asmin Bara Bronang dan 9 spesies langka dan dilindungi di sekitar kawasan pertambangan PT Suprabari Mapanindo Mineral.

“Salah satunya adalah Anthracoceros malayanus (Kangkareng hitam), sejenis burung rangkong pemakan buah-buahan sehingga memiliki peran penting dalam proses regenerasi hutan,” ujarnya dalam siaran pers pada Jumat (08/04/2022)

Iqbal menerangkan, selain statusnya yang langka berdasarkan data IUCN, hewan ini juga termasuk dalam daftar spesies yang dilindungi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain itu, berdasarkan data tutupan lahan 2019 milik KLHK, terdapat ekosistem penting berupa hutan lahan kering dalam radius 25 kilometer dari perusahaan tambang yang berpotensi menjadi habitat bagi satwa-satwa liar yang ada di sekitar kawasan pertambangan ini.

“Kami mencatat ada sekitar 478.972 hektar hutan lahan kering sekunder dalam radius 25 kilometer dari PT Asmin Bara Bronang dan 215.406 hektar hutan lahan kering sekunder dalam radius 25 kilometer dari PT Suprabari Mapanindo Mineral,” jelas Iqbal.

Lokasi PT Asmin Bara Bronang juga tercatat berada di radius 25 kilometer di sekitar kawasan konservasi Cagar Alam Pararawen di Kalimantan Tengah dan Taman Hutan Raya Lapak Jaru di Kalimantan Tengah. PT Suprabari Mapanindo Mineral juga berada di radius 25 kilometer di sekitar kawasan konservasi Cagar Alam Pararawen di Kalimantan Tengah.

Keberadaan kawasan tambang di sekitar kawasan konservasi ini tentu saja berpotensi mendorong terjadinya degradasi pada kawasan konservasi yang akan mempersulit aktivitas konservasi dan penyelamatan keanekaragaman hayati.

Siti Shara, Periset Keuangan Iklim dan Energi Perkumpulan AEER menambahkan, jika merujuk pada laporan IPCC terbaru berjudul “Climate Change 2022: Mitigation of Climate Change”, puncak emisi karbon harus terjadi sebelum tahun 2025 untuk menjaga peningkatan temperatur global di bawah 1.5°C.

Aktivitas pertambangan batubara yang dilakukan oleh PT Asmin Bara Bronang dan PT Suprabari Mapanindo Mineral justru semakin meningkatkan laju perubahan iklim dan menjadi penghalang dalam usaha pencegahan kerusakan iklim yang semakin parah.

“Jika puncak emisi tidak terjadi sebelum tahun 2025 serta tidak terjadi penurunan emisi sebesar 43 persen pada tahun 2030, maka dunia akan menghadapi peningkatan suhu hingga 3°C pada tahun 2100 yang berimplikasi pada berbagai bencana seperti kebakaran hutan, peningkatan permukaan air laut, dan kekeringan,” pungkas Siti.

Share53SendTweet33
Previous Post

Eka Hospital Group Wakafkan Ribuan Alquran

Next Post

Band ZIMA Keluarkan Single Kedua, Menyindir Manusia Modern yang Mudah Rapuh

Next Post
Band ZIMA Keluarkan Single Kedua, Menyindir Manusia Modern yang Mudah Rapuh

Band ZIMA Keluarkan Single Kedua, Menyindir Manusia Modern yang Mudah Rapuh

Banjir Landa Kota Malang, 210 Warga Terdampak dan Seorang Anak Terluka

Banjir Landa Kota Malang, 210 Warga Terdampak dan Seorang Anak Terluka

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Indonesia Naik ke Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

Indonesia Naik ke Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

21 Juni 2026
Pelaku Wisata di Dieng Diminta Tingkatkan Kesiapan Jelang Liburan Sekolah

Pelaku Wisata di Dieng Diminta Tingkatkan Kesiapan Jelang Liburan Sekolah

21 Juni 2026
Loko Café Hadir di Gelaran Vok Pop Music On Track Bareng LRT Jabodebek

Loko Café Hadir di Gelaran Vok Pop Music On Track Bareng LRT Jabodebek

21 Juni 2026
10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru

10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru

21 Juni 2026
Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Demi Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra

Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Demi Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra

21 Juni 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    478 shares
    Share 191 Tweet 120
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    440 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    448 shares
    Share 179 Tweet 112
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    443 shares
    Share 177 Tweet 111
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    717 shares
    Share 287 Tweet 179

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.