• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
23 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Para Aktivis Lingkungan Hidup Meminta Astra Group Mengurangi Penambangan Batubara

by SDGS Admin
8 April 2022
Para Aktivis Lingkungan Hidup Meminta Astra Group Mengurangi Penambangan Batubara
137
SHARES
856
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Aktivitas penambangan batubara perusahaan di bawah group PT Astra International Tbk dinilai bertentangan dengan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan hidup yang ditonjolkan oleh perusahaan tersebut.

Para aktivis lingkungan hidup yang terhimpun dalam Perkumpulan AEER (Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat) meminta PT Astra International Tbk, sebagai pemegang saham PT United Tractors tbk, untuk mendorong pengurangan sampai penghentian aktivitas pertambangan batubara yang dilakukan karena ancamannya terhadap iklim dan keanekaragaman hayati.

BACA JUGA

Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

16 Juni 2026
Astra Motor Kaltim Tingkatkan Kompetensi Guru SMK

Astra Motor Kaltim Tingkatkan Kompetensi Guru SMK

9 Juni 2026
Astra Dorong Karyawan Gunakan Transportasi Umum

Astra Dorong Karyawan Gunakan Transportasi Umum

9 Juni 2026

Hal itu dikarenakan, melindungi keanekaragaman hayati memberikan kontribusi besar bagi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, melalui jasa ekosistemnya.

PT Asmin Bara Bronang dan PT Suprabari Mapanindo Mineral adalah dua perusahaan tambang batubara yang berada di bawah PT United Tractors.

Muhammad Iqbal Patiroi, Koordinator Program Biodiversitas dan Iklim AEER, menerangkan ada 18 spesies langka dan dilindungi di sekitar kawasan pertambangan PT Asmin Bara Bronang dan 9 spesies langka dan dilindungi di sekitar kawasan pertambangan PT Suprabari Mapanindo Mineral.

“Salah satunya adalah Anthracoceros malayanus (Kangkareng hitam), sejenis burung rangkong pemakan buah-buahan sehingga memiliki peran penting dalam proses regenerasi hutan,” ujarnya dalam siaran pers pada Jumat (08/04/2022)

Iqbal menerangkan, selain statusnya yang langka berdasarkan data IUCN, hewan ini juga termasuk dalam daftar spesies yang dilindungi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain itu, berdasarkan data tutupan lahan 2019 milik KLHK, terdapat ekosistem penting berupa hutan lahan kering dalam radius 25 kilometer dari perusahaan tambang yang berpotensi menjadi habitat bagi satwa-satwa liar yang ada di sekitar kawasan pertambangan ini.

“Kami mencatat ada sekitar 478.972 hektar hutan lahan kering sekunder dalam radius 25 kilometer dari PT Asmin Bara Bronang dan 215.406 hektar hutan lahan kering sekunder dalam radius 25 kilometer dari PT Suprabari Mapanindo Mineral,” jelas Iqbal.

Lokasi PT Asmin Bara Bronang juga tercatat berada di radius 25 kilometer di sekitar kawasan konservasi Cagar Alam Pararawen di Kalimantan Tengah dan Taman Hutan Raya Lapak Jaru di Kalimantan Tengah. PT Suprabari Mapanindo Mineral juga berada di radius 25 kilometer di sekitar kawasan konservasi Cagar Alam Pararawen di Kalimantan Tengah.

Keberadaan kawasan tambang di sekitar kawasan konservasi ini tentu saja berpotensi mendorong terjadinya degradasi pada kawasan konservasi yang akan mempersulit aktivitas konservasi dan penyelamatan keanekaragaman hayati.

Siti Shara, Periset Keuangan Iklim dan Energi Perkumpulan AEER menambahkan, jika merujuk pada laporan IPCC terbaru berjudul “Climate Change 2022: Mitigation of Climate Change”, puncak emisi karbon harus terjadi sebelum tahun 2025 untuk menjaga peningkatan temperatur global di bawah 1.5°C.

Aktivitas pertambangan batubara yang dilakukan oleh PT Asmin Bara Bronang dan PT Suprabari Mapanindo Mineral justru semakin meningkatkan laju perubahan iklim dan menjadi penghalang dalam usaha pencegahan kerusakan iklim yang semakin parah.

“Jika puncak emisi tidak terjadi sebelum tahun 2025 serta tidak terjadi penurunan emisi sebesar 43 persen pada tahun 2030, maka dunia akan menghadapi peningkatan suhu hingga 3°C pada tahun 2100 yang berimplikasi pada berbagai bencana seperti kebakaran hutan, peningkatan permukaan air laut, dan kekeringan,” pungkas Siti.

Share55SendTweet34
Previous Post

Eka Hospital Group Wakafkan Ribuan Alquran

Next Post

Band ZIMA Keluarkan Single Kedua, Menyindir Manusia Modern yang Mudah Rapuh

Next Post
Band ZIMA Keluarkan Single Kedua, Menyindir Manusia Modern yang Mudah Rapuh

Band ZIMA Keluarkan Single Kedua, Menyindir Manusia Modern yang Mudah Rapuh

Banjir Landa Kota Malang, 210 Warga Terdampak dan Seorang Anak Terluka

Banjir Landa Kota Malang, 210 Warga Terdampak dan Seorang Anak Terluka

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

22 September 2026
BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

22 September 2026
AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

22 September 2026
19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

22 September 2026
JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

22 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3274 shares
    Share 1310 Tweet 819
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2947 shares
    Share 1179 Tweet 737
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2960 shares
    Share 1184 Tweet 740
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2915 shares
    Share 1166 Tweet 729
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2944 shares
    Share 1178 Tweet 736

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.