• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
29 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Taufik Basari Tegaskan Perkosaan Adalah Tindak Pidana Kekerasan Seksual

by SDGS Admin
15 April 2022
Taufik Basari Tegaskan Perkosaan Adalah Tindak Pidana Kekerasan Seksual
31
SHARES
194
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Beberapa waktu yang lalu, Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah disahkan oleh DPR. Akan tetapi, kemudian muncul pernyataan dari beberapa kalangan menyatakan perkosaan tidak masuk ke dalam UU tersebut.

Selain itu, ada juga yang berpendapat, karena perkosaan diatur di KUHP, maka ditangani hanya dengan KUHAP tanpa hukum acara khusus di UU TPKS.

BACA JUGA

No Content Available

Anggota Panja RUU TPKS Fraksi NasDem, Taufik Basari menjelaskan perkosaan menurut UU TPKS adalah Tindak Pidana Kekerasan Seksual, sehingga keliru jika dikatakan perkosaan tidak masuk dalam UU TPKS.

“Pasal 4 UU TPKS menentukan 18 jenis tindak pidana yang termasuk tindak pidana kekerasan seksual,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (14/04/2022)

Ia menerangkan, pasal 4 ayat (1) huruf a sampai huruf i menetapkan 9 tindak pidana baru yang kemudian rumusan unsur deliknya diuraikan dalam UU TPKS

Taufik melanjutkan, pasal 4 ayat (2) UU TPKS menyatakan selain tindak pidana yang diatur ayat 1, tindak pidana kekerasan seksual juga meliputi 9 tindak pidana lain yang telah ada/diatur di undang-undang lain (Pasal 4 ayat 2 huruf a sampai dengan huruf i) dan tindak pidana lainnya yang secara tegas disebutkan sebagai tindak pidana kekerasan seksual dalam aturan perundang-undangan (Pasal 4 ayat 2 huruf j UU TPKS)

“Perkosaan adalah tindak pidana yang telah diatur dalam undang-undang lain (KUHP) namun oleh Pasal 4 ayat 2 huruf a UU TPKS ini dinyatakan termasuk sebagai tindak pidana kekerasan seksual, sama halnya dengan 9 tindak pidana yang disebutkan dalam Pasal 4 ayat 1 UU TPKS,” tegasnya

Taufik menjelaskan, pasal 4 ayat 2 huruf j adalah pasal yang memberi peluang adanya tindak pidana kekerasan seksual lainnya di masa mendatang sepanjang secara tegas dinyatakan dalam undang-undang yang mengaturnya tersebut disebut sebagai tindak pidana kekerasan seksual.

Menurutnya, perkosaan dan tindak pidana lainnya yang disebutkan dalam Pasal 4 ayat 2 UU TPKS tunduk pada seluruh ketentuan UU TPKS mulai dari pencegahannya, penanganannya, hukum acara khususnya, hingga pemulihan dan pemenuhan hak-hak korban, sama seperti tindak pidana yang disebutkan dalam Pasal 4 ayat 2 UU TPKS.

Taufik menambahkan, yang menjadi pembeda antara tindak pidana yang disebutkan dalam Pasal 4 ayat 1 dengan tindak pidana yang disebutkan dalam Pasal 4 ayat 2 UU TPKS hanyalah, untuk tindak pidana dalam Pasal 4 ayat 1 unsur-unsurnya diuraikan dalam UU TPKS ini karena merupakan delik baru.

Sementara untuk tindak Pidana dalam Pasal 4 ayat 2 huruf a sampai dengan huruf i UU TPKS, unsur-unsur deliknya telah diuraikan dalam undang-undang lain di luar UU TPKS karena merupakan delik lama yang telah ada sebelum adanya UU TPKS.

“Mengapa perkosaan tidak dimasukkan saja pada Pasal 4 ayat 1 dan kemudian diuraikan unsur-unsur deliknya pada pasal-pasal berikutnya? Hal ini disebabkan undang-undang yang disusun harus sinkron dan harmoni dengan undang-undang lainnya yang telah ada terlebih dahulu dan jangan terjadi redundant atau pengulangan,” jelas Taufik.

Sehingga, imbuhnya, untuk menghindari tumpang tindih dan pengulangan dengan undang-undang lain maka digunakan model pengaturan sebagaimana tercantum pada Pasal 4 ayat (2) UU TPKS. Pasal ini merupakan pasal “jembatan” antara UU TPKS dengan UU lain yang eksisting.

Ia menyimpulkan, perkosaan termasuk tindak pidana kekerasan seksual yang tunduk pada seluruh ketentuan UU TPKS.

“Korban perkosaan akan ditangani menurut ketentuan UU TPKS baik dalam hal mendapatkan pendampingan, hukum acara dan pembuktiannya, hingga hak atas pemulihan termasuk juga hak atas restitusi dari pelaku dan hak atas kompensasi yang akan dipenuhi melalui mekanisme dana bantuan korban atau victim trust fund,” pungkas Taufik.

Share12SendTweet8
Previous Post

Gubernur Jabar dan Dubes Inggris Bahas Energi Baru Terbarukan

Next Post

Penyelenggaraan GPDRR 2022 Inklusif, Penyandang Disabilitas Dipermudah

Next Post
Penyelenggaraan GPDRR 2022 Inklusif, Penyandang Disabilitas Dipermudah

Penyelenggaraan GPDRR 2022 Inklusif, Penyandang Disabilitas Dipermudah

Pemerintah Kebut Bangun Jaringan BTS 4G, agar Merata ke Seluruh Indonesia

Pemerintah Kebut Bangun Jaringan BTS 4G, agar Merata ke Seluruh Indonesia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

BIKE Akuisisi Tambang Batu Bara Berau Usaha Mandiri

BIKE Akuisisi Tambang Batu Bara Berau Usaha Mandiri

28 Oktober 2026
Kaltim Perkuat Pencegahan Kecacingan pada Anak

Kaltim Perkuat Pencegahan Kecacingan pada Anak

28 Oktober 2026
PPU Matangkan Peta Jalan CSR untuk Pembangunan Daerah

PPU Matangkan Peta Jalan CSR untuk Pembangunan Daerah

28 Oktober 2026
Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

28 Oktober 2026
PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

27 Oktober 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4050 shares
    Share 1620 Tweet 1013
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3440 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4024 shares
    Share 1610 Tweet 1006
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4078 shares
    Share 1631 Tweet 1020
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3988 shares
    Share 1595 Tweet 997

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.