• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Sektor Kehutanan Berperan Besar Terhadap Target Penurunan Emisi

by Riski Yanti
8 Juli 2022
Sektor Kehutanan Berperan Besar Terhadap Target Penurunan Emisi
18
SHARES
114
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

KALIMANTAN, KabarSDGs – Sektor kehutanan memiliki porsi terbesar di dalam target penurunan emisi gas rumah kaca.

Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai, dimana tingkat serapan emisi GRK dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada tahun 2030 akan seimbang, atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi.

BACA JUGA

Pemprov Riau Matangkan Penetapan FREL Untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Pemprov Riau Matangkan Penetapan FREL Untuk Mitigasi Perubahan Iklim

14 Maret 2026
Indonesia Perkuat Kerja Sama Kehutanan Lestari dengan Prancis

Indonesia Perkuat Kerja Sama Kehutanan Lestari dengan Prancis

8 Februari 2026
Raden Soerjo Raih Nilai Tertinggi dalam Pengelolaan Tahura

Raden Soerjo Raih Nilai Tertinggi dalam Pengelolaan Tahura

11 Juni 2025

Guna memastikan keberhasilan pelaksanaan agenda nasional tersebut, Kementerian LHK melakukan sosialisasi Rencana Operasional FOLU Net Sink pada Regional Kalimantan di Gedung Auditorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (7/7).

Plt. Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ruandha Agung Sugardiman selaku Ketua Harian I Tim Kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dalam arahannya menerangkan, implementasi Rencana Operasional FOLU Net Sink ingin mencapai target penyerapan emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030.

Sektor kehutanan memiliki kontribusi terbesar sebanyak 60% dalam pemenuhan target netral karbon atau net-zero emission tersebut.

Menurutnya, kesuksesan pelaksanaan FOLU Net Sink ini menjadi signifikan guna memenuhi Nationally Determined Contribution (NDC) yang menjadi kewajiban nasional Indonesia di dalam agenda perubahan iklim global.

“Hal ini merupakan progres kita atas Ratifikasi Paris Agreement, Adopsi Pakta Iklim Glasgow dan keputusan lainnya termasuk pertemuan Stockholm +50 di Swedia,” ungkap Ruandha.

Ruandha menjabarkan, FOLU Net Sink 2030 terdiri atas Rencana Operasional sebagai tindak lanjut Perpres 98 Tahun 2021 terkait penyelenggaraan nilai ekonomi karbon serta Kepmen 168 Tahun 2022 tentang Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 untuk pengendalian perubahan iklim.

Selanjutnya Kementerian LHK juga telah menyusun Rencana Strategis dan Rencana Kerja sebagai dasar pelaksanaan di tingkat regional dan daerah. Untuk itu pelibatan seluruh pihak menjadi signifikan di dalam optimalisasi aksi mitigasi FOLU Net Sink ini.

Pemerintah Daerah sebagai pemangku kebijakan di daerah merupakan mitra strategis KLHK dalam keberhasilan implementasi FOLU Net Sink 2030 di tingkat tapak.

Selain itu, dukungan akademisi, lembaga mitra KLHK, lembaga swadaya masyarakat, dan media dapat membumikan dan menyebarluaskan tujuan positif FOLU Net Sink 2030. s

“Sehingga seluruh masyarakat dapat menyadari pentingnya pengendalian perubahan iklim saat ini untuk masa depan,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar mengungkapkan bahwa Pemerintah Kalimantan Selatan berkomitmen penuh di dalam mendukung pemenuhan target.

“Kalimantan adalah pemilih hutan tropis terbesar di Indonesia. Harapan kita bersama untuk FOLU Net Sink dapat mempercepat upaya perlindungan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim,” ujar Roy.

Roy mencatat bahwa Kalimantan Selatan telah merehabilitasi lahan kritis seluas 160 hektar melalui program Revolusi Hijau.

Selain itu Kalimantan Selatan juga menunjukkan keseriusan di dalam perlindungan ekosistem lahan gambut yang rawan terbakar di musim kemarau.

Terdapat pula Taman Hutan Tropis di Banjarbaru yang dapat dijadikan sebagai pusat studi sektor kehutanan serta percontohan bagi daerah lainnya.

Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Sutarto Hadi menambahkan, peranan Forum Pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) di dalam keberhasilan FOLU Net Sink kedepannya.

Pihaknya optimistis dengan program pemerintah dalam perlindungan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim ini.

“Kami mendorong para akademisi untuk melahirkan studi-studi kehutanan dan lingkungan hidup yang selaras dengan Rencana Operasional FOLU Net Sink, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjalankannya,” ujar Hadi.

Saat ini Kementerian LHK telah selesai melaksanakan sosialisasi Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di tingkat Regional.

Dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi Rencana Strategis dan Rencana Kerja secara mendetail pada tingkat sub nasional sebanyak 10 provinsi yaitu Aceh, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Diharapkan semua proses sosialisasi dan penyusunan rencana kerja sub nasional terkait Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dapat terselesaikan sehingga dapat ditunjukkan kepada dunia pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di bulan November 2022.t4

Share7SendTweet5
Previous Post

Pimpinannya Terlibat Kasus Asusila, Pondok Pesantren Shiddiqiyah Jombang Dibekukan Kemenag

Next Post

Waterplay, Wahana Air Rooftop Pertama di Bekasi

Next Post
Waterplay, Wahana Air Rooftop Pertama di Bekasi

Waterplay, Wahana Air Rooftop Pertama di Bekasi

Yuk Vaksin Booster di JIS Jakarta, Gratis

Yuk Vaksin Booster di JIS Jakarta, Gratis

Discussion about this post

NEWS UPDATE

DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

DOOH Bidik Ekosistem AI Indonesia

12 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

11 September 2026
PLN NP UP Paiton Raih Dua Penghargaan EBTKE

PLN NP UP Paiton Raih Dua Penghargaan EBTKE

11 September 2026
Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

11 September 2026
Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

11 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2808 shares
    Share 1123 Tweet 702
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2489 shares
    Share 996 Tweet 622
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2483 shares
    Share 993 Tweet 621
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2457 shares
    Share 983 Tweet 614
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.