• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
15 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Swasembada Belum Tercapai, Diversifikasi Pangan Perlu Dimulai

by Riski Yanti
29 Juni 2022
Swasembada Belum Tercapai, Diversifikasi Pangan Perlu Dimulai
36
SHARES
225
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Lonjakan harga komoditas pangan nasional yang terjadi setahun terakhir menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Padahal Indonesia merupakan negara agraria yang mayoritas penghidupannya dari sektor pertanian.

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, harga pangan dunia tertinggi tahun ini sepanjang masa. Lebih gila lagi, kata dia, Indonesia sebelumnya merupakan pengekspor gula tebu terbesar kedua didunia atau sebesar 5,5 juta ton pada 2020, seksrang menjadi pengimpor terbesar didunia.

BACA JUGA

Dukungan Swasembada Pangan Lewat Pengelolaan Lahan Tidur

Dukungan Swasembada Pangan Lewat Pengelolaan Lahan Tidur

11 Maret 2025
Presiden Jokowi: Tanaman Sorgum bisa Jadi Alternatif Pangan bagi Masyarakat

Presiden Jokowi: Tanaman Sorgum bisa Jadi Alternatif Pangan bagi Masyarakat

3 Juni 2022

Selain itu ujar dia, perkembangan harga Crude Palm Oil (CPO) yang naik merupakan dampak dari kenaikan harga komoditas dunia naik luar biasa. Namun yang menyedihkan, janji Presiden Joko Widodo untuk tidak impor belum terwujud hingga sekarang.

“Untuk urusan perut Indonesia masi banyak impor daripada ekspor,” ujarnya dalam diskusi pangan yang diselenggarakam Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP), di Galeri Salihara, Selasa (28/6).

Sayangnya, dia menyebutkan, tingginya harga komoditas pangan tidak dibarengi dengan nilai tukar petani yang menjanjikan. Justru, nilai tukar petani makin turun, tanaman pangan paling tertekan, bahkan di era pandemi terus mengalami penurunan hingga Mei 2022.

“Perkebunan rakyat sawit, larangan ekspor dijalankan tapi harga sawit anjlok ditingkat petani,” ujar dia.

Menurutnya salah satu keladi kenaikan harga CPO di Indonesia juga berkat prioritas pemerintah meningkatkan peran CPO terhadap pemanfaatan biodisel. Sebanyak 40 persen CPO diserap oleh program energi tersebut.

“Sementara pangan dinomor duakan. Sehingga terjadi kelangkaan minyak,” kata dia.

Faisal juga nenyoroti pemerintah yang hanya fokus pada masalah harga daging dan distribusinya. Sementara Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sumber protein terbesar dari ikan.

“Ikan sumber protein utama diindonesia. Ngapain ngurusin daging, yang diurus harusnya ikan, kampanye ikan,” kata dia.

Masalah pemerataan harga pangan juga terjadi pada kendala distribusi yang tidak kunjung diselesaikan. Walau sudah ada program tol laut, tidak memangkas secara signifikan tingginya harga pangan di wilayah timur.

Dia meminta pemerintah menjalankan kembali pendulum nusantara, dan mulai melakukan diversifikasi pangan. Faisal mengatakan, banyak jenis pangan yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai swasembada dan meminimalisir importasi.

“Diversifikasi harus sudah mulai dilakukan, bisa beras dari jagung, mie dari sagu, atau bihun dari singkong. Ini bisa membuat kami swasembada. Dimulai dari tingkat kabupaten,” katanya.

Koordinator KRKP Said Abdullah mengatakan, persoalan pangan harus bergerak diatas bawah. Sayangnya keduanya tidak bergerak beriringan, sehingga tidak sejalan.

“Diversifikasi menjadi daya lenting di Indonesia dan lokalitas. Problemnya keragaman belum di republish di negara kita,” katanya.

Share14SendTweet9
Previous Post

Sukses Lakukan Pengembangan Desa Berkelanjutan, Antam Sabet Dua Penghargaan

Next Post

Macapat Senja Malioboro, Kegiatan Inovatif dan Kontekstual

Next Post
Macapat Senja Malioboro, Kegiatan Inovatif dan Kontekstual

Macapat Senja Malioboro, Kegiatan Inovatif dan Kontekstual

Kementerian Agama Tetapkan Awal Bulan Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha 1443 H

Kementerian Agama Tetapkan Awal Bulan Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha 1443 H

Discussion about this post

NEWS UPDATE

MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

14 Mei 2026
Jembatan Bailey Dirampungkan Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Brebes

Jembatan Bailey Dirampungkan Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Brebes

14 Mei 2026
DLH Tubaba Tinjau Dugaan Limbah Dapur MBG

DLH Tubaba Tinjau Dugaan Limbah Dapur MBG

14 Mei 2026
Akses Tol Pattimura Dibangun untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga

Akses Tol Pattimura Dibangun untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga

14 Mei 2026
Waspada! Penipuan Pencari Kerja Atas Nama KAI Services

Waspada! Penipuan Pencari Kerja Atas Nama KAI Services

14 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • KAI Services Buka Lowongan Pramugara dan Pramugari Kereta Api

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Wamenaker Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja Baru

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.