• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
7 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

UNICEF: Ketersediaan Air Bersih Dunia Mengkhawatirkan

by Editor
23 November 2020
UNICEF: Ketersediaan Air Bersih Dunia Mengkhawatirkan

Preeta Prabhkaran -- Water, Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia. Foto: KabarSDGs | Yaumal Hutasuhut

288
SHARES
1.8k
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyebut, ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak di dunia semakin mengkhawatirkan. Diperkirakan target keenam dari Sustainable Development Goals (SDGs) ini berpotensi tidak tercapai pada 2040.

Water, Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia Preeta Prabhkaran mengungkapkan, berdasarkan data statistik global, sekitar 1 miliar lebih penduduk dunia belum mampu mengakses air bersih dan sanitasi yang layak hingga saat ini.

BACA JUGA

Patriot Unpad Perkuat Akses Air Bersih di Bomberay–Tomage dengan Water Treatment Pasoepati Padjadjaran,

Patriot Unpad Perkuat Akses Air Bersih di Bomberay–Tomage dengan Water Treatment Pasoepati Padjadjaran,

2 November 2026
Air Bersih Disalurkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

Air Bersih Disalurkan bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah

26 Agustus 2026
Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka

24 Agustus 2026

“Jika kita melihat kemajuan SDGs ke-6 ini, pencapaian ternyata sangat lambat. Jika hal ini terus berjalan selambat ini, mayoritas negara di dunia tidak akan berhasil mencapai sanitasi dan kebersihan yang sesuai target yang diinginkan,” jelas Preeta lewat video konferensi pers, Senin (23/11/2020).

Preeta menjelaskan, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, di antaranya peningkatan kebutuhan air bersih untuk industri pertanian, serta penggunaan domestik karena peningkatan populasi penduduk dunia.

Peningkatan kebutuhan ini, kata Prita, tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah sumber air, yang terjadinya mala sebaliknya.

“Penggunaan air meningkat, membuat sumber air banyak berkurang dan akhirnya banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses air bersih,” jelas Preeta.

Karena hal tersebut membuat sumber air banyak terkontaminasi polusi, serta mendorong terjadi kehancuran ekosistem.

“Jadi perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi kualitas alam namun juga kualitas dari air yang ada,” ujar Preeta.

Sebagai solusinya, negara-negara di dunia harus memperbaiki tata kelolanya, dengan berkoordinasi bersama semua lembaga terkait, lewat pendekatan yang terintegrasi untuk pengelolaan sumber daya air. Kedua meningkatkan jumlah pendanaan penyediaannya. Selain itu, komitmen politik juga harus diperkuat, untuk mengatasi korupsi air yang terjadi.

“Ini sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan,” kata Preeta.

Share115SendTweet72
Previous Post

Pemerintah-Unilever Kolaborasi Wujudkan SDGs

Next Post

Presiden Minta Cuti Akhir Tahun Dikurangi

Next Post
Presiden Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Prancis

Presiden Minta Cuti Akhir Tahun Dikurangi

Kemendikbud Luncurkan Sentral Pasar Digital Batik ‘Kuklik Batik’

Kemendikbud Buka Seleksi PPPK bagi Guru Honorer

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kemenhub dan Kemenlu Perkuat Diplomasi Dukungan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO

Kemenhub dan Kemenlu Perkuat Diplomasi Dukungan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO

6 November 2026
Nataru 2027, Pegawai Diusulkan WFH untuk Kelancar Arus Lalu Lintas

Nataru 2027, Pegawai Diusulkan WFH untuk Kelancar Arus Lalu Lintas

6 November 2026
Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Stand Design in Asia” dk bursa pariwisata dunia WTM London 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Stand Design in Asia” dk bursa pariwisata dunia WTM London 2026

6 November 2026
Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya

6 November 2026
Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Tiga Atlet Disabilitas Berprestasi

Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Tiga Atlet Disabilitas Berprestasi

6 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4583 shares
    Share 1833 Tweet 1146
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4230 shares
    Share 1692 Tweet 1058
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3645 shares
    Share 1458 Tweet 911
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4256 shares
    Share 1702 Tweet 1064
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4293 shares
    Share 1717 Tweet 1073

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.