• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
4 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

UNICEF: Ketersediaan Air Bersih Dunia Mengkhawatirkan

by Editor
23 November 2020
UNICEF: Ketersediaan Air Bersih Dunia Mengkhawatirkan

Preeta Prabhkaran -- Water, Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia. Foto: KabarSDGs | Yaumal Hutasuhut

286
SHARES
1.8k
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyebut, ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak di dunia semakin mengkhawatirkan. Diperkirakan target keenam dari Sustainable Development Goals (SDGs) ini berpotensi tidak tercapai pada 2040.

Water, Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia Preeta Prabhkaran mengungkapkan, berdasarkan data statistik global, sekitar 1 miliar lebih penduduk dunia belum mampu mengakses air bersih dan sanitasi yang layak hingga saat ini.

BACA JUGA

Kementerian PU Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Masyarakat Sumbawa

Kementerian PU Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Masyarakat Sumbawa

31 Juli 2026
Indonesia Luncurkan Program Kerja Sama UNICEF 2026-2030

Indonesia Luncurkan Program Kerja Sama UNICEF 2026-2030

23 April 2026
Distribusi Air Bersih di Bintan Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Distribusi Air Bersih di Bintan Bantu Warga Terdampak Kekeringan

28 Maret 2026

“Jika kita melihat kemajuan SDGs ke-6 ini, pencapaian ternyata sangat lambat. Jika hal ini terus berjalan selambat ini, mayoritas negara di dunia tidak akan berhasil mencapai sanitasi dan kebersihan yang sesuai target yang diinginkan,” jelas Preeta lewat video konferensi pers, Senin (23/11/2020).

Preeta menjelaskan, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, di antaranya peningkatan kebutuhan air bersih untuk industri pertanian, serta penggunaan domestik karena peningkatan populasi penduduk dunia.

Peningkatan kebutuhan ini, kata Prita, tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah sumber air, yang terjadinya mala sebaliknya.

“Penggunaan air meningkat, membuat sumber air banyak berkurang dan akhirnya banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses air bersih,” jelas Preeta.

Karena hal tersebut membuat sumber air banyak terkontaminasi polusi, serta mendorong terjadi kehancuran ekosistem.

“Jadi perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi kualitas alam namun juga kualitas dari air yang ada,” ujar Preeta.

Sebagai solusinya, negara-negara di dunia harus memperbaiki tata kelolanya, dengan berkoordinasi bersama semua lembaga terkait, lewat pendekatan yang terintegrasi untuk pengelolaan sumber daya air. Kedua meningkatkan jumlah pendanaan penyediaannya. Selain itu, komitmen politik juga harus diperkuat, untuk mengatasi korupsi air yang terjadi.

“Ini sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan,” kata Preeta.

Share114SendTweet72
Previous Post

Pemerintah-Unilever Kolaborasi Wujudkan SDGs

Next Post

Presiden Minta Cuti Akhir Tahun Dikurangi

Next Post
Presiden Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Prancis

Presiden Minta Cuti Akhir Tahun Dikurangi

Kemendikbud Luncurkan Sentral Pasar Digital Batik ‘Kuklik Batik’

Kemendikbud Buka Seleksi PPPK bagi Guru Honorer

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLTA Batang Toru Didorong Rampung Tahun Ini

PLTA Batang Toru Didorong Rampung Tahun Ini

4 Agustus 2026
Sociolla Perkuat Dukungan bagi Brand Kecantikan Lokal

Sociolla Perkuat Dukungan bagi Brand Kecantikan Lokal

3 Agustus 2026
Kaltim Perkuat Pengawasan Laut dengan Radar AIS

Kaltim Perkuat Pengawasan Laut dengan Radar AIS

3 Agustus 2026
Kemnaker Perkuat Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas

Kemnaker Perkuat Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas

3 Agustus 2026
Dewa 19 Meriahkan Nommensen Festival 2026

Dewa 19 Meriahkan Nommensen Festival 2026

3 Agustus 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1345 shares
    Share 538 Tweet 336
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1625 shares
    Share 650 Tweet 406
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1346 shares
    Share 538 Tweet 337
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1336 shares
    Share 534 Tweet 334
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1325 shares
    Share 530 Tweet 331

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.