• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
3 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Limbah Plastik harus Jadi Peluang Ekonomi Baru

by Editor
11 November 2020
Limbah Plastik harus Jadi Peluang Ekonomi Baru

Seorang wanita berdiri di antara tumpukan besar botol plastik bekas di pabrik daur ulang plastik di Provinsi Hubei, Cina. Foto: brinknews.com

162
SHARES
1k
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Ketua Indonesia Water Institute Firdaus Ali mendorong pemanfaatan sampah plastik menjadi peluang ekonomi baru, sehingga limpah ini tidak menjadi beban lingkungan yang berpotensi memunculkan bencana.

“Pengelolaan sampah plastik ini punya keuntungan yang jauh lebih bernilai dibanding cara primitif (membuangnya). Ini bagian dari gerakan global untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di rantai limbah plastik,” kata Firdaus lewat keterangan yang diterima KabarSDGs, Rabu (11/11/2020).

BACA JUGA

Kodam IX Udayana Akan Hentikan Pemakaian Botol Kemasan Plastik di Bawah Satu Liter

Kodam IX Udayana Akan Hentikan Pemakaian Botol Kemasan Plastik di Bawah Satu Liter

25 April 2025
Wagub Nyanyang Tinjau Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik

Wagub Nyanyang Tinjau Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik

19 April 2025

Menurutnya dosen Teknik Lingkungan Universitas Indonesia (UI) ini, sampah plastik bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku yang dipakai untuk produksi berkelanjutan seperti bahan bangunan, perhiasan, aksesoris, dan lain sebagainya.

Peluang ekonomi baru ini juga semakin terbuka lebar, sebab kata Firdaus Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik ke badan air nomor dua terbesar di dunia setelah China. Oleh karenanya dia mendorong penelitian dengan memanfaatkan jenis limbah ini.

“Plastik tidak akan mungkin kita lawan. Populasi yang semakin besar membutuhkan kenyamanan dan ketersediaan kemasan dalam jumlah yang masif sekali dan tentunya ini tantangan bersama,” ujarnya.

 

Gerakan Salah Kaprah
Menanggapi gerakan ‘Say No to Plastic’ Firdaus Ali mengkritisi kampanye tersebut salah kaprah. Melawan keberadaan plastik ini salah besar, karena plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan modern dengan beban populasi yang terus bertambah dengan signifikan.

Firdaus menjelaskan, persoalan limpah plastik tak bisa diselesaikan dengan tidak menggunakannya. Namun edukasi perilaku dari penggunanya yang perlu diperkuat.

“Yang salah bukan plastik. Tapi perilaku primitif kita yang membuang sampah dan limbah (plastik) tersebutlah yang sumber masalah dan bencana,” tegasnya.

Lanjutnya, komitmen politik dan fiskal juga menjadi penyebab permasalahan penanganan plastik, sehingga memperlambat program ‘waste to energy.’ Padahal, upaya pendekatan sudah ada lewat regulasi dan insentif, tapi pelaksanaannya bergerak sangat lambat, sementara akumulasi timbunan limbah bergerak cepat.

“Jawaban sederhana, karena tidak punya komitmen solid, politik dan apa lagi fiskal. Kita tidak menyadari bahwa menyelesaikan persoalan sampah dengan rantai kegiatan sama juga menyelesaikan persoalan perkotaan,” jelas Firdaus. YAUMAL HUTASUHUT

Share65SendTweet41
Previous Post

Tarif Tol Japek Terintegrasi

Next Post

Kecepatan Rata-Rata Tol Japek Naik

Next Post
Kecepatan Rata-Rata Tol Japek Naik

Kecepatan Rata-Rata Tol Japek Naik

Waspada, Spam Ancam Data Pribadi

Waspada, Spam Ancam Data Pribadi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Way Kambas Kembangkan Wisata Berbasis Konservasi

Way Kambas Kembangkan Wisata Berbasis Konservasi

3 Oktober 2026
YBM PLN Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Beringin Raya

YBM PLN Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Beringin Raya

3 Oktober 2026
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Praktik Restorasi Naskah Kuno

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Praktik Restorasi Naskah Kuno

2 Oktober 2026
Kenduri Sastra Hidupkan Kembali Karya Maestro Aceh

Kenduri Sastra Hidupkan Kembali Karya Maestro Aceh

2 Oktober 2026
Aki Pemantau Anak Gunung Krakatau Hilang

Aki Pemantau Anak Gunung Krakatau Hilang

2 Oktober 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3366 shares
    Share 1346 Tweet 842
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3356 shares
    Share 1342 Tweet 839
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3318 shares
    Share 1327 Tweet 830
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3669 shares
    Share 1468 Tweet 917
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3346 shares
    Share 1338 Tweet 837

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.