• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
15 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Limbah Plastik harus Jadi Peluang Ekonomi Baru

by Editor
11 November 2020
Limbah Plastik harus Jadi Peluang Ekonomi Baru

Seorang wanita berdiri di antara tumpukan besar botol plastik bekas di pabrik daur ulang plastik di Provinsi Hubei, Cina. Foto: brinknews.com

158
SHARES
988
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Ketua Indonesia Water Institute Firdaus Ali mendorong pemanfaatan sampah plastik menjadi peluang ekonomi baru, sehingga limpah ini tidak menjadi beban lingkungan yang berpotensi memunculkan bencana.

“Pengelolaan sampah plastik ini punya keuntungan yang jauh lebih bernilai dibanding cara primitif (membuangnya). Ini bagian dari gerakan global untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di rantai limbah plastik,” kata Firdaus lewat keterangan yang diterima KabarSDGs, Rabu (11/11/2020).

BACA JUGA

Kodam IX Udayana Akan Hentikan Pemakaian Botol Kemasan Plastik di Bawah Satu Liter

Kodam IX Udayana Akan Hentikan Pemakaian Botol Kemasan Plastik di Bawah Satu Liter

25 April 2025
Wagub Nyanyang Tinjau Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik

Wagub Nyanyang Tinjau Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik

19 April 2025

Menurutnya dosen Teknik Lingkungan Universitas Indonesia (UI) ini, sampah plastik bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku yang dipakai untuk produksi berkelanjutan seperti bahan bangunan, perhiasan, aksesoris, dan lain sebagainya.

Peluang ekonomi baru ini juga semakin terbuka lebar, sebab kata Firdaus Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik ke badan air nomor dua terbesar di dunia setelah China. Oleh karenanya dia mendorong penelitian dengan memanfaatkan jenis limbah ini.

“Plastik tidak akan mungkin kita lawan. Populasi yang semakin besar membutuhkan kenyamanan dan ketersediaan kemasan dalam jumlah yang masif sekali dan tentunya ini tantangan bersama,” ujarnya.

 

Gerakan Salah Kaprah
Menanggapi gerakan ‘Say No to Plastic’ Firdaus Ali mengkritisi kampanye tersebut salah kaprah. Melawan keberadaan plastik ini salah besar, karena plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan modern dengan beban populasi yang terus bertambah dengan signifikan.

Firdaus menjelaskan, persoalan limpah plastik tak bisa diselesaikan dengan tidak menggunakannya. Namun edukasi perilaku dari penggunanya yang perlu diperkuat.

“Yang salah bukan plastik. Tapi perilaku primitif kita yang membuang sampah dan limbah (plastik) tersebutlah yang sumber masalah dan bencana,” tegasnya.

Lanjutnya, komitmen politik dan fiskal juga menjadi penyebab permasalahan penanganan plastik, sehingga memperlambat program ‘waste to energy.’ Padahal, upaya pendekatan sudah ada lewat regulasi dan insentif, tapi pelaksanaannya bergerak sangat lambat, sementara akumulasi timbunan limbah bergerak cepat.

“Jawaban sederhana, karena tidak punya komitmen solid, politik dan apa lagi fiskal. Kita tidak menyadari bahwa menyelesaikan persoalan sampah dengan rantai kegiatan sama juga menyelesaikan persoalan perkotaan,” jelas Firdaus. YAUMAL HUTASUHUT

Share63SendTweet40
Previous Post

Tarif Tol Japek Terintegrasi

Next Post

Kecepatan Rata-Rata Tol Japek Naik

Next Post
Kecepatan Rata-Rata Tol Japek Naik

Kecepatan Rata-Rata Tol Japek Naik

Waspada, Spam Ancam Data Pribadi

Waspada, Spam Ancam Data Pribadi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

15 Juni 2026
D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

15 Juni 2026
Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

15 Juni 2026
Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

14 Juni 2026
BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

14 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    371 shares
    Share 148 Tweet 93

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.