• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
18 Februari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

7.949 Warga Cilacap Mengungsi Akibat Banjir

by Editor
31 Oktober 2020
7.949 Warga Cilacap Mengungsi Akibat Banjir

Banjir menggenangi sejumlah wilayah di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (30/10/2020). Foto: Humas BNPB

29
SHARES
181
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

CILACAP, KabarSDGs — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap kembali melaporkan adanya penambahan jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Cilacap hingga hari ini Kamis (30/10) menjadi 2.695 KK atau 7.949 jiwa.

“Adapun penambahan tersebut dilaporkan dari Kecamatan Kroya, Desa Gentasari sebanyak 762 KK atau 1.784 jiwa, dengan rincian 600 KK atau 1.136 jiwa dari Dusun Karag dan sebanyak 162 KK atau 648 jiwa di Dusun Bayeman Kidul,” jelas Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran pers, Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

BACA JUGA

Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan pada Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan pada Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

5 Desember 2025
Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

27 November 2025
Jalan Nasional Pantai Barat Amblas di Tapsel

Jalan Nasional Pantai Barat Amblas di Tapsel

27 November 2025

Dari keseluruhan warga terdampak banjir di Desa Gentasari, kataya, ada 68 jiwa yang mengungsi di MI Muhammadiyah H. Sanmunawar Karag Gentasari dan sebanyak 287 jiwa di tanggul Kali Tipar. Sementara itu dapur umum telah disiagakan oleh Dinas Sosial bersama Tagana.

Penambahan warga terdampak banjir selanjutnya, kata Raditya, berasal dari Desa Mujur Lor dengan jumlah total 685 KK atau 1.963 jiwa. Adapun rinciannya adalah sebanyak 130 KK atau 200 jiwa di Dusun Rawaseser dan 555 KK atau 1.763 jiwa di Dusun Pecangakan.

Dari total keseluruhan warga terdampak di Desa Mujur Lor, sedikitnya ada 311 jiwa yang mengungsi di beberapa titik pengungsian, masing-masing di MI Darwata Mujur Lor, MTs Plus Allah Madinah, MI Muhammadiyah Mujur Lor, Masjid Miftahus Sa’adah, Masjid Al Ikhlas, Balai Penyuluhan Pertanian dan rumah sanak saudara.

Raditya mengatakan, BPBD Kabupaten Cilacap bersama Dompet Dhuafa telah mendirikan dapur umum di Balai Desa Mujur Lor dan Dusun Pecangakan. Di Desa Mujur terdapat sebanyak 800 KK atau 2.450 jiwa yang terdampak banjir. Adapun dari total tersebut, sebanyak 163 KK atau 521 jiwa mengungsi di SDN Mujur 4 dengan jumlah 10 KK atau 22 jiwa. Sedangkan sisanya mengungsi di rumah saudara.

Sementara itu, jelasnya, di Desa Kedawung, warga terdampak banjir ada sebanyak 388 KK atau 1.752. Beberapa warga memilih mengungsi di rumah saudara dan beberapa dapur umum telah disiagakan untuk mensuplai makanan selama di pengungsian.

Di Desa Sikampuh, rumah warga yang terdampak ada sebanyak 60 KK. Akan tetapi belum ada warga yang mengungsi hingga sejauh ini. BPBD Kabupaten Cilacap juga mendata bahwa ada sebanyak 355 rumah yang terdampak di Kecamatan Nusawungu.

Adapun rinciannya adalah; sebanyak 219 rumah di Desa Nusawungu, 47 rumah di Desa Kedungbenda, 50 rumah di Desa Banjareja dan 39 rumah di Desa Klumprit. Untuk warga terdampak di Kecamatan Nusawungu hingga saat ini belum ada yang mengungsi.

“Berdasarkan kajian sementara, adanya penambahan warga terdampak banjir sejak Senin (26/10) itu terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, sehingga hal itu menyebabkan debit air banjir bertambah,” ujar Raditya.

Selain itu, curah hujan tinggi juga memicu meluapnya empat sungai masing-masing Sungai Tipar, Sungai Gatel, Sungai Kolong dan Sungai Kawah Kembang.

Adanya curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Cilacap sebelumnya telah diperkirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga Sabtu (31/10). Dalam hal ini BMKG juga memperkirakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya BMKG, katanya, menyebutkan tingginya intensitas hujan pada musim penghujan di penguhujung tahun 2020 dipengaruhi oleh fenomena La Nina, yang mana tingkat curah hujan dapat bertambah hingga 40 persen dari kondisi normal.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi apresiasi terhadap percepatan penanganan bencana banjir di Kabupaten Cilacap. Di samping itu, BNPB tetap meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana.

Selain itu, BNPB juga mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, baik di lingkungan rumah maupun di lokasi pengungsian.

Share12SendTweet7
Previous Post

BI Dorong Inisiatif Wakaf Lintas Negara Islam

Next Post

Gedung SMAN 3 Cibeber-Lebak Terancam Roboh

Next Post
Gedung SMAN 3 Cibeber-Lebak Terancam Roboh

Gedung SMAN 3 Cibeber-Lebak Terancam Roboh

Banjir dan Longsor di Kebumen, 2.107 Warga Mengungsi

Banjir dan Longsor di Kebumen, 2.107 Warga Mengungsi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

17 Februari 2026
Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

17 Februari 2026
Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

17 Februari 2026
Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

17 Februari 2026
Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

17 Februari 2026

POPULAR

  • BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kebijakan dan Praktik Diskriminatif Pendidikan Tinggi Indonesia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    249 shares
    Share 100 Tweet 62

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.