• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 Februari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Sekolah Lapang Mitigasi: Pemanfaatan Lahan Gambut Tanpa Bakar

by Editor
23 Oktober 2020
Sekolah Lapang Mitigasi: Pemanfaatan Lahan Gambut Tanpa Bakar

Johny Sumbung selaku Direktur Mitigasi Bencana BNPB (tengah) yang membuka Sekolah Lapang Mitigasi Karhutla Sekolah di Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (22/10/2020). Foto: BNPB

28
SHARES
175
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

PULANG PISAU, KabarSDGs – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih kerap terjadi di berbagai wilayah tanah air. Badan Nasonal Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya telah terjadi 321 kejadian bencana karhutla yang melanda berbagai wilayah Indonesia di sepanjang tahun 2020.

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam penanganan karhutla guna meminimalisir dampak yang timbul serta mengurangi luasan lahan yang terbakar. Upaya penanganan karhutla juga dilakukan melalui mitigasi bencana. Salah satu kegiatan mitigasi bencana karhutla yang giat diupayakan saat ini adalah melalui Sekolah Lapang Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan.

BACA JUGA

BRGM Restorasi 1,6 Juta Hektar Gambut Dan Rehabilitasi 84.396 Hektar Mangrove

BRGM Restorasi 1,6 Juta Hektar Gambut Dan Rehabilitasi 84.396 Hektar Mangrove

21 Maret 2025
Menteri LHK dan Dubes Norwegia Apresiasi Pengelolaan Gambut dan Hutan Sosial di Jambi

Menteri LHK dan Dubes Norwegia Apresiasi Pengelolaan Gambut dan Hutan Sosial di Jambi

20 November 2023
YKAN dan BRIN Kerja Sama terkait Program Restorasi Ekosistem Gambut di Kalimantan Barat

YKAN dan BRIN Kerja Sama terkait Program Restorasi Ekosistem Gambut di Kalimantan Barat

4 Agustus 2023

Direktorat Mitigasi Bencana BNPB bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) menginisiasi kegiatan mitigasi partisipatif kebakaran hutan dan lahan khususnya di daerah-daerah langganan bencana karhutla. Dengan pendekatan edukasi dan sosialisasi pemanfaatan lahan gambut tanpa bakar, kegiatan sekolah lapang ini menyasar masyarakat khususnya kelompok tani untuk melakukan alternatif pemanfaatan lahan gambut yang ramah alam sehingga karhutla di lahan gambut dapat dicegah.

Sekolah lapang mitigasi karhutla, pemanfaatan lahan gambut tanpa bakar dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Tengah dengan Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah yang dipilih untuk tempat pelaksanaannya.

Kegiatan yang akan menjadi agenda rutin Direktorat Mitigasi Bencana ini terselengara atas kerjasama antara BNPB, BRG, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintahan Kabupaten Pulang Pisau dengan peserta dari kelompok tani yang ada di daerah tersebut.

Sebanyak 19 peserta dari berbagai kelompok tani di Desa Henda mengikuti kegiatan sekolah lapang yang dilaksanakan selama tiga hari mulai Rabu (20/10) hingga Kamis (22/10/2020). Dalam kegiatan ini peserta dibekali pengetahuan tentang gambut, budidaya di lahan gambut, dan pemasaran produk hasil budidaya gambut. Selain aspek teori, dalam kegiatan ini juga dilakukan kegiatan praktek dalam pembuatan pupuk organik dan mini demplot.

Sebanyak 19 peserta dari berbagai kelompok tani di Desa Henda mengikuti kegiatan sekolah lapang yang dilaksanakan selama tiga hari mulai Rabu (20/10) hingga Kamis (22/10/2020).
Foto: BNPB

Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber dengan beragam latar belakang keilmuan yang mampu meningkatkan kapasitas peserta didik, seperti dari BRG, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Dinas Pertanian Kab Pulang Pisau, fasilitator, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pulang Pisau dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI).

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat berdaya secara ekonomi tanpa merusak ekosistem lahan gambut. Dengan demikian keseimbangan ekosistem dapat terjaga serta bencana karhutla dapat dihindari.

Johny Sumbung selaku Direktur Mitigasi Bencana BNPB yang membuka kegiatan ini menyampaikan pemanfaatan lahan gambut tanpa harus membakar merupakan salah satu upaya perlindungan dan penyelamatan ekosistem gambut.

“Kegiatan ini mengacu pada konsep restorasi lahan gambut yang dikenal dengan 3R yaitu rewetting, revegetation dan revitalization of local livelihood,” ujar Johny.

Johny juga menekankan agar dalam melaksanakan kegiatan ini dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan mengingat kegiatan dilakukan dalam masa pandemi Covid-19. Selalu menggunakan masker, rajin bercuci tangan dan menjaga jarak mutlak dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Selain di Pulang Pisau, sekolah lapang ini juga telah sukses dilakukan di daerah rawan karhutla lain, seperti di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, Balangan Kalimantan Selatan, Tanjung Jabung Timur Jambi. Selanjutnya dua daerah lagi rencananya akan digelar pada November mendatang, yakni di Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan dan Pelalawan Riau.

Disamping mitigasi karhutla melalui sekolah lapang, upaya lain juga ditingkatkan dalam penanganan bencana karhutla. Deteksi dini hotspot, patroli udara dan pemadaman titik api yang muncul dengan mengerahkan personil darat dan udara merupakan beberapa upaya yang telah dan akan terus dilakukan dalam penanganan karhutla di Indonesia.

Diharapkan berbagai upaya yang dilakukan bersama-sama oleh pemerintah pusat dan daerah serta didukung oleh masyarakat ini akan menekan angka bencana karhutla dan juga berbagai kerugian yang timbul atas bencana tersebut.

Share11SendTweet7
Previous Post

Satgas Covid-19: Liga Sepakbola Harus Pertimbangkan Status Zona Lokasi

Next Post

4.790 Seniman Ramaikan Pekan Kebudayaan Nasional 2020

Next Post
4.790 Seniman Ramaikan Pekan Kebudayaan Nasional 2020

4.790 Seniman Ramaikan Pekan Kebudayaan Nasional 2020

BNPB-Tim Literasi Kebencanaan Gali Sejarah di Maluku

BNPB-Tim Literasi Kebencanaan Gali Sejarah di Maluku

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

17 Februari 2026
Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

17 Februari 2026
Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

17 Februari 2026
Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

17 Februari 2026
Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

17 Februari 2026

POPULAR

  • BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kebijakan dan Praktik Diskriminatif Pendidikan Tinggi Indonesia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    249 shares
    Share 100 Tweet 62

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.