• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
4 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Kerja Sama Indonesia-UNICEF Permudah Pengadaan Vaksin COVID-19

by Editor
16 September 2020
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan UNICEF di Auditorium Siwabessy, Jakarta, Rabu (16/9). Foto: Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan UNICEF di Auditorium Siwabessy, Jakarta, Rabu (16/9). Foto: Kemenkes

37
SHARES
231
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan UNICEF di Auditorium Siwabessy, Jakarta, Rabu (16/9). Perjanjian ini memungkinkan Indonesia melakukan pengadaan vaksin virus corona baru (COVID-19) dengan harga terjangkau.

Indonesia sebelumnya menandatangani MoU dengan UNICEF pada 2004. Pernjanjian tersebut mengatur proses pengadaan barang dan jasa melalui UNICEF, mulai dari proses pengajuan, pembayaran, hingga pengiriman. Pembaruan kerja sama diharapkan memperlancar pemberian produk kesehatan esensial untuk masyarakat.

BACA JUGA

Indonesia Luncurkan Program Kerja Sama UNICEF 2026-2030

Indonesia Luncurkan Program Kerja Sama UNICEF 2026-2030

23 April 2026
Kemenkes Lakukan Cek Kesehatan Gratis kepada Pengemudi Transportasi Online

Kemenkes Lakukan Cek Kesehatan Gratis kepada Pengemudi Transportasi Online

22 Maret 2025
Kemenkes Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Pendengaran

Kemenkes Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Pendengaran

6 Maret 2025

Pengadaan dan pembelian vaksin dilakukan melalui Supply Division UNICEF di Kopenhagen, Denmark. Terjalinnya kerja sama memungkinkan Indonesia melakukan pemesanan vaksin COVID-19 dalam jumlah besar dengan harga lebih rendah, sehingga terjadi penghematan signifikan.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menjelaskan, Indonesia aktif menjalin kerja sama internasional dan multirateral sejak COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi. Salah satu kerja sama dijalin melalui WHO Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelarator – COVAX Facility dalam mengupayakan kemudahan akses, keamanan, dan harga vaksin terjangkau.

Indonesia masuk kategori Advanced Market Commitment (AMC) pada COVAX Facility, sehingga mendapat jaminan akses terhadap vaksin COVID-19 yang terjangkau dan berkualitas untuk 20% populasi berisiko pada akhir 2021. Hingga kini pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi intensif dengan GAVI dan COVAX Facility untuk mengetahui waktu persediaan vaksin dan harganya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Ia mengatakan, kemitraan global bukan satu-satunya inisiatif global. Kerja sama pemerintah dan produsen terus dilakukan untuk memastikan vaksin COVID-19 tersedia di seluruh negara, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah.

Dalam konteks COVAX Facility, UNICEF memiliki peran sangat penting. Setiap negara termasuk Indonesia akan memiliki akses aman, cepat, dan merata terhadap vaksin COVID-19 ketika sudah ditetapkan dan diproduksi. “UNICEF dan mitranya berkomitmen terhadap negara-negara yang telah bergabung dalam COVAX, termasuk Indonesia, untuk mengadakan dan memberikan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif secara cepat dan dalam skala besar,” tutur Terawan di Jakarta, Rabu (16/9).

Terawan berharap terjalinnya kerja sama dapat mempercepat pengendalian COVID-19. Tidak hanya Indonesia, tapi juga dunia. “Semoga upaya kita bersama dalam memerangi COVID-19 dapat segera mengakhiri pandemi, mengembalikan kesehatan bangsa dan masyarakat Indonesia seperti sedia kala,” ujarnya.

Perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini mengatakan, kemitraan ini memungkinkan Indonesia membeli vaksin baru seperti pneumococcal conjugate vaccine (PCV) dengan harga sepertiga dari harga pasar. “Jika diukur secara nasional, hal ini dapat mencegah hampir 10.000 kematian anak setiap tahun,” tuturnya.

Menurut Comini, kesepakatan dilatarbelakangi pandemi COVID-19. Kasus terkonfirmasi yang terus meningkat membuat Indonesia menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi di Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia perlu mendapat kemudahan akses terhadap obat-obatan dan vaksin baru.

Comini menjelaskan, banyak negara berupaya keras memenuhi kebutuhan vaksin dan obat di wilayahnya. Melalui perjanjian kerja sama ini, dia menyakini Indonesia akan mendapatkan banyak keuntungan, termasuk penurunan harga vaksin dan obat, serta menjalin kerja sama pengembangan vaksin antara produsen nasional (Biofarma) dan UNICEF.

“Kami sangat menantikan vaksin COVID-19, kami harus ingat untuk fokus pada hal-hal dasar. Imunisasi rutin untuk anak-anak, rantai pasokan yang kuat, petugas kesehatan terlatih, dan masyarakat yang sadar akan manfaatnya. Ini adalah dasar yang tidak boleh kita lupakan,” kata Comini.

Share15SendTweet9
Previous Post

Menag: Wakaf Instrumen Penanggulangan Kemiskinan

Next Post

720 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Melawi

Next Post
720 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Melawi

720 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Melawi

28 Desa di Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan

28 Desa di Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026

3 November 2026
KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Pengamanan Listrik Commuter Line Hadapi Musim Hujan

KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Pengamanan Listrik Commuter Line Hadapi Musim Hujan

3 November 2026
Program CreaFIN, Kementerian Ekraf Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Jogja

Program CreaFIN, Kementerian Ekraf Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Jogja

3 November 2026
Pengiriman Peti Kemas Reefer di Merauke Tumbuh 12,33 Persen

Pengiriman Peti Kemas Reefer di Merauke Tumbuh 12,33 Persen

3 November 2026
Ditjen Hubdat Siapkan Strategi Antisipasi Potensi Kecelakaan saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

Ditjen Hubdat Siapkan Strategi Antisipasi Potensi Kecelakaan saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

3 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4513 shares
    Share 1805 Tweet 1128
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4224 shares
    Share 1690 Tweet 1056
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4215 shares
    Share 1686 Tweet 1054
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4187 shares
    Share 1675 Tweet 1047
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4162 shares
    Share 1665 Tweet 1041

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.