• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Sektor Pariwisata Anjlok Hingga 80 Persen

by Editor
13 September 2020
Sektor Pariwisata Anjlok Hingga 80 Persen

Tangkapan layar webiner bertajuk “Future Investment in Sustainable Tourism Sector", yang digelar Universitas Prasetiya Mulya, Jumat (11/9/2020).

19
SHARES
119
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Sektor pariwisata Indonesia makin terpuruk seiring perkembangan pandemi COVID-19 yang kian parah hampir di seluruh Indonesia.

Dosen Universitas Prasetiya Mulya Prof. Dr. Ir. Sugiarto dan Matteo Bierschneider — penggagas ‘Wise Steps Travel’ mengakui selama pandemi COVID-19 penurunan sektor pariwisata Indonesia anljok hingga 60 persen, bahkan kencenderungannya akan terus bertambah hingga 80 persen pada Desember 2020.

BACA JUGA

Libur Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata, Ekonomi Bergerak

Libur Lebaran 2026 Dongkrak Pariwisata, Ekonomi Bergerak

1 April 2026
Gelar Bimtek Keselamatan Berkendara, Ditjen Hubdat Tingkatkan Keselamatan Angkutan Pariwisata

Gelar Bimtek Keselamatan Berkendara, Ditjen Hubdat Tingkatkan Keselamatan Angkutan Pariwisata

10 Februari 2026
Kementerian PU Selesai Bangun 2 Embung di Dataran Tinggi Dieng

Kementerian PU Selesai Bangun 2 Embung di Dataran Tinggi Dieng

3 Oktober 2025

“Sektor pariwisata saat ini salah satu sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19, termasuk di Indonesia. Karena itu, sektor pariwisata perlu mengembangkan dengan konsep berkelanjutan agar kedepannya investasi pariwisata dapat tetap terjaga dan meningkat,” kata Matteo saat webinar bertajuk “Future Investment in Sustainable Tourism Sector”, yang digelar Universitas Prasetiya Mulya, Jumat (11/9/2020).

Sementara itu, Matteo mengatakan, investasi asing dalam sektor pariwisata di Indonesia berkurang sekitar 58 persen di pertengahan tahun 2020. Namun penurunan investasi dan permintaan di sektor pariwisata ini tak hanya dialami Indonesia, namun juga negara lain.

Menurut Matteo, peran pemerintah penting untuk memulihkan keadaan sektor pariwisata di negaranya. Upaya ini dapat dilakukan bersama dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dengan melihat prediksi tren pariwisata selama dan setelah masa pandemi.

Dia menambahkan, ada beberapa tren pariwisata yang dapat dijadikan lahan investasi baru oleh pemerintah dan perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, seperti destinasi aman dan berprotokol kesehatan ketat, destinasi lokal dalam jangka waktu yang singkat, destinasi yang otentik dengan tujuan yang berkelanjutan, destinasi luar ruangan, wisata alam, dan kegiatan kebudayaan.

“Investasi di tren pariwisata ini harus diiringi dengan inovasi kebijakan yang berkelanjutan sehingga dapat meminimalisir risiko investasi,” kata Matteo.

Sektor pariwisata merupakan primadona baru bagi Indonesia dengan kontibusi pemasukan sebesar 5,5 persen dalam PDB Nasional 2020. Destinasi pariwisata Indonesia terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah dan penuh dengan nilai kebudayaan. Karenanya, untuk menghadapi dampak pandemi terhadap sektor pariwisatanya, Indonesia perlu meminimalisir risiko investasi lewat konsep pariwisata yang berkelanjutan.

Konsep pariwisata yang berkelanjutan artinya pengembangan pariwisata yang memperhatikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan di masa ini dan masa mendatang dengan tetap memenuhi kebutuhan pengunjung, perusahaan, lingkungan, dan komunitas lokal.

Dosen Universitas Prasetiya Mulya Sugiarto mengatakan, ada empat pilar dalam konsep pariwisata Indonesia yang berkelanjutan, yaitu manajemen destinasi, pemanfaatan ekonomi bagi komunitas lokal, pemeliharaan budaya, serta pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan.

“Konsep pariwisata yang berkelanjutan ini sebenarnya sifatnya mutlak, karena tanpanya akan ada risiko yang dapat menimbulkan bencana jika tidak ditangani secara serius,” jelasnya.

Dia meminta pemerintah melakukan manajemen risiko jangka pendek dan jangka panjang. Dalam manajemen risiko jangka pendek, Pemerintah Indonesia dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat di destinasi-destinasi wisata. Sedangkan manajemen risiko jangan panjang, pemerintah dapat menerapkan beberapa kebijakan seperti menguatkan peran komunitas lokal dan memperbaiki infrastuktur di destinasi-destinasi wisata. PULINA NITYAKANTI PRAMESI

Share8SendTweet5
Previous Post

Sungai Merbau Meluap, 5 Desa di Labura Terendam

Next Post

ACT Salurkan Wakaf Modal bagi UMKM di Bekasi

Next Post
ACT Salurkan Wakaf Modal bagi UMKM di Bekasi

ACT Salurkan Wakaf Modal bagi UMKM di Bekasi

Doni Monardo: DKI Jakarta Belum Pernah Cabut PSBB

Doni Monardo: DKI Jakarta Belum Pernah Cabut PSBB

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Grace Simon Tampil Hangat di Panggung Intimate Denpasar

Grace Simon Tampil Hangat di Panggung Intimate Denpasar

12 April 2026
Onboarding UMKM Rahayu Dorong Digitalisasi Usaha Bali

Onboarding UMKM Rahayu Dorong Digitalisasi Usaha Bali

12 April 2026
Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

12 April 2026
Tragedi Ujian Sains Siswa Tewas Akibat Ledakan

Tragedi Ujian Sains Siswa Tewas Akibat Ledakan

12 April 2026
Desak Rita Rebut Emas Panjat Tebing Asia 2026

Desak Rita Rebut Emas Panjat Tebing Asia 2026

12 April 2026

POPULAR

  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    29 shares
    Share 12 Tweet 7

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.