• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
18 Februari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Menristek: Tingkatkan Kapasitas Bahan Bakar Terbarukan

by Editor
10 September 2020
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. Foto: Kemenristek/BRIN

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. Foto: Kemenristek/BRIN

19
SHARES
121
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Indonesia perlu mengubah ketergantungan akan bahan bakar fosil dan beralih ke bahan bakar terbarukan. Secercah harapan muncul, karena Indonesia berpotensi memproduksi bahan bakar nabati berbasis sawit secara mandiri.

“Kita perlu meningkatkan kapasitas bahan bakar terbarukan dalam negeri campuran sekitar 23 persen di tahun 2025 dan harapannya dapat mencapai 31 persen pada 2050,” ujar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam siaran pers diterima KabarSDGs, Kamis (10/9).

BACA JUGA

Energi Terbarukan Pertamina Dongkrak Ekonomi Petani Ulubelu Lampung

Energi Terbarukan Pertamina Dongkrak Ekonomi Petani Ulubelu Lampung

28 Oktober 2025
Pemerintah Percepat Pengembangan Ekosistem Baterai Mobil Listrik di Bantaeng dan Papua Barat

Pemerintah Percepat Pengembangan Ekosistem Baterai Mobil Listrik di Bantaeng dan Papua Barat

1 Juni 2023
Pemerintah Perkuat Capaian Pengurangan Emisi Melalui Blue Carbon

Pemerintah Perkuat Capaian Pengurangan Emisi Melalui Blue Carbon

18 April 2022

Menurut Bambang, pemerintah berkomitmen kuat mendorong inovasi bahan bakar nabati biohidrocarbon sebagai solusi pemenuhan kebutuhan konsumsi bahan bakar nasional. Tercatat 1.790.000 barel per hari diproduksi sejak 2014.

Selain berperan dalam subtitusi impor, bahan bakar biohidrocarbon berbasis sawit juga memberi peluang pemberdayaan korporatisasi petani sawit dalam industrialisasi IVO (bahan baku biohidrocarbon). Kilang-kilang bahan bakar biohidrocarbon kecil terintegrasi dengan kebun sawit, sehingga kesejahteraan hidup petani meningkat.

Bambang menilai, bahan bakar biohidrocarbon berbasis sawit merupakan komoditas sumber daya alam tebarukan yang jumlahnya berlimpah di Indonesia. “Hari ini Indonesia dikenal sebagai negara terbesar penghasil dan pengekspor kelapa sawit, bersaing dengan Malaysia. Namun, permainan sudah berubah. Kita tidak boleh hanya sekadar ekspor. Diperlukan adanya penambahan nilai dari hasil produksi kelapa sawit,” tuturnya.

Keberhasilan Pertamina dan ITB menguji coba produksi Green Diesel D100 dari Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) kelapa sawit berkapasitas 1.000 barel per hari di Kilang Pertamina Dumai telah memberi secercah harapan. Indonesia bisa mandiri memproduksi energi terbarukan. Bahan bakar nabati berbasis sawit berpeluang membuat gerak perekonomian Indonesia lebih cepat, apalagi sektor energi memiliki peranan penting dan strategis bagi perekonomian nasional.

Karakteristik Green Diesel D100 berbeda dengan biodiesel di pasaran saat ini yang dikenal dengan istilah B20 atau B30. Bahan bakunya adalah 100 persen RBDPO, kemudian diolah memakai Katalis Merah Putih hasil pengembangan ITB dan Pertamina. Biohidrocarbon yang dihasilkan beroktan tinggi dengan karakteristik fisika dan kimia sama persis dengan solar yang diproduksi dari bahan bakar fosil. Pemakaian bahan bakar Green Diesel D100 pada kendaraan tidak menurunkan kinerja mesin atau menuntut modifikasi tertentu pada mesin.

Kini Indonesia siap belajar dari Brasil yang lebih dulu mengimplementasikan energi terbarukan. Selain memproduksi bahan bakar nabati berbasis tebu dalam skala komersial, Brasil berhasil membuat kebijakan penentuan harga tebu, gula, dan etanol. Indonesia berupaya mengadaptasi regulasi tersebut dalam penentuan harga sawit dan minyak sawit sebagai bahan bakar biohidrocarbon.

“Kesempatan luar biasa untuk bisa saling bertukar pengalaman dalam sektor pengolahan bahan bakar nabati yang nantikan dapat memberi keuntungan kedua negara. Tebu saat ini merupakan bahan baku energi yang sangat penting di Brasil, di bawah minyak bumi. Tebu dapat menghasilkan etanol untuk menggantikan 46 persen pemakaian bensin di Brasil,” ujar Duta Besar Brasil HE Jose Amir da Costa Dornelles.

Share8SendTweet5
Previous Post

Menko PMK: Berdayakan Penyandang Disabilitas untuk Kesetaraan

Next Post

Pemulihan Penerbangan Perlu Kerja Sama Semua Pihak

Next Post
Pemulihan Penerbangan Perlu Kerja Sama Semua Pihak

Pemulihan Penerbangan Perlu Kerja Sama Semua Pihak

Pemulihan Penerbangan Perlu Kerja Sama Semua Pihak

Bos Lion Air: Selama Pandemi Terbang 70 Kali

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

17 Februari 2026
Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

17 Februari 2026
Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

17 Februari 2026
Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

17 Februari 2026
Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

17 Februari 2026

POPULAR

  • BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kebijakan dan Praktik Diskriminatif Pendidikan Tinggi Indonesia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    249 shares
    Share 100 Tweet 62

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.