• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
30 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY

Filantropi, Upaya Ringankan Keterpurukan Perekonomian

by Editor
9 Agustus 2020
charity

ilustrasi (DOK SCOOPIFY.ORG)

54
SHARES
339
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) diprediksi bakal terhambat akibat Pandemi COVID-19. Pandemi, membuat kondisi perekonomian memburuk. Beberapa negara di dunia bahkan terancam mengalami resesi.

Menurut Ketua Badan Pengawas Yayasan Tahija George Tahija, ada beberapa hal yang mungkin bisa sedikit meringankan keterpurukan perekonomian suatu negara. Salah satunya, melalui kegiatan filantropis.

BACA JUGA

Dorong Akselerasi SDGs, LAN Selenggarakan Konferensi Internasional

Dorong Akselerasi SDGs, LAN Selenggarakan Konferensi Internasional

23 April 2026
Pertamina Patra Niaga Balikpapan Salurkan 500 Paket Sembako Untuk Warga Sekitar Lawe-Lawe

Pertamina Patra Niaga Balikpapan Salurkan 500 Paket Sembako Untuk Warga Sekitar Lawe-Lawe

15 Maret 2026
PT Tunggal Perkasa Plantations Raih Penghargaan Perusahaan Peduli Imunisasi Terbaik 2025

PT Tunggal Perkasa Plantations Raih Penghargaan Perusahaan Peduli Imunisasi Terbaik 2025

13 Maret 2026

Filantopi merupakan kegiatan yang mempromosikan tujuan baik dan memperjuangkan kesejahteraan orang lain dengan tak hanya dengan menyumbangkan uang, namun juga waktu. Para filantropis menantang status quo yang ada di dunia ini dan melakukan suatu inovasi yang bertujuan untuk merubah dunia menjadi lebih baik.

Charity Aid Foundation mendefinisikan filantropi sebagai tindakan untuk membantu orang yang tak dikenal, memberikan donasi, dan melakukan kegiatan sukarela. “Intinya, filantropi adalah segala jenis kegiatan yang mencoba memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Ketua Badan Pengurus Yayasan Tahija Trihadi Saptoadi, baru-baru ini.

Menurutnya, ada dua jenis kegiatan filantropi, yaitu filantropi tradisional dan filantropi ventura. Kegiatan filantropi tradisional cenderung lebih terukur proses dan hasilnya, biasanya dalam bentuk pemberian donasi. Berbeda dengan kegiatan filantropi ventura yang fokusnya pada kegiatan eksperimen, riset, inovasi, dan pendekatan baru lainnya atas permasalahan sosial.

Tingginya risiko dari kegiatan filantropi ventura, kata Trihadi, diiringi dengan tingginya dampak perubahan yang akan terjadi di masyarakat jika kegiatan tersebut berhasil. Dalam kegiatan filantropi ventura, para filantropis juga dipastikan terlibat langsung dalam setiap programnya, berbeda dengan kegiatan filantropi tradisional yang cenderung hanya menunggu hasil dari program yang didanai.

“Kontribusi dalam kegiatan filantropi ventura ini juga tak hanya sekadar pendanaan, namun juga human capital seperti ilmu, teknologi, manajemen, skill, dan jaringan,” ujar dia.

Kegiatan filantropi, lanjut Trihadi, juga berbeda dengan donasi atau sumbangan yang sering dilakukan. “Kegiatan filantropi pasti ada donasi, karena donasi itu bagian dari filantropi. Tapi, kegiatan filantropi juga melihat hasilnya, tidak hanya sekadar memberi bantuan saja.”

filantropi
ilustrasi (DOK NAPKIN FINANCE)

Filantropi juga berbeda dengan CSR perusahaan, walaupun kegiatannya bersinggungan. CSR perusahaan harus searah dengan tujuan pemilik saham dan strategi perusahaan. Namun, filantropi yang independent dapat memilih tindakan apa saja yang terbaik untuk masyarakat, tanpa memperhatikan pandangan pemilik saham.

Menurut Trihadi, Pembangunan Berkelanjutan juga membutuhkan peran para filantropis agar tujuannya dapat terlaksana dengan baik. Aktor kunci lainnya adalah pemerintah, akademisi, serta masyarakat dan media massa. “Hubungan antar aktor juga harus berlandaskan kepercayaan yang kuat, kerjasama yang setara, partisipasi, pertanggungjawaban, dan pemberian solusi terbaik,”kata dia.

Selain itu, untuk membentuk kegiatan filantropis yang berkelanjutan dibutuhkan bukti, legasi, serta dampak yang jelas. Dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah tersebut juga tak kalah penting. Tidak harus pula membutuhkan uang yang banyak, walau dana jangka panjang perannya tetap penting. “Intinya kan membantu orang lain, memberi donasi, dan memberikan waktunya untuk membuat suatu perubahan,” kata Trihadi.

Dia mengatakan, saat ini sudah terdapat beberapa regulasi perihal kegiatan filantropi di Indonesia, salah satunya adalah UU nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Namun, aturan tersebut belum mengatur perihal cara mengakses insentif tersebut secara transparan.

Untuk mempertahankan kegiatan filantropi yang berkelanjutan, diharapkan kedepannya terdapat aturan yang dapat menempatkan para filantropis sebagai partner yang setara dalam pembangunan Indonesia. (PULINA NITYAKANTI PRAMESI)

Share22SendTweet14
Previous Post

Masyarakat Diminta Pelajari Bahasa Isyarat

Next Post

Kemendikbud Tetap Larang Pembelajaran Tatap Muka

Next Post
belajar online

Kemendikbud Tetap Larang Pembelajaran Tatap Muka

produksi baju hazmat jakarta

Perajin Baju Hazmat

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

30 April 2026
OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana Dorong Inklusi Investasi

OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana Dorong Inklusi Investasi

30 April 2026
Pelatihan Kopi Wanagiri Dorong Daya Saing Petani

Pelatihan Kopi Wanagiri Dorong Daya Saing Petani

30 April 2026
Nias Selatan Peringati Hari Otonomi Daerah ke Tiga Puluh

Nias Selatan Peringati Hari Otonomi Daerah ke Tiga Puluh

30 April 2026
Badung Perkuat Pengelolaan Keuangan Lewat Koordinasi Kemendagri

Badung Perkuat Pengelolaan Keuangan Lewat Koordinasi Kemendagri

29 April 2026

POPULAR

  • Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Korban Meninggal Dunia Bertambah, KAI Batasi Perjalanan KRL Sampai Stasiun Bekasi

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Relaksasi Pelaporan SPT Pajak Diberlakukan Hingga Akhir April

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.