• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
18 Februari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Menteri PPPA: Dampingi Anak-anak Menuju Normal Baru

by Editor
25 Juli 2020
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam Webinar Meningkatkan Kualitas Kesehatan Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi COVID-19, Sabtu (25/7). Foto: Kemen-PPPA

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam Webinar Meningkatkan Kualitas Kesehatan Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi COVID-19, Sabtu (25/7). Foto: Kemen-PPPA

33
SHARES
204
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga menilai perlindungan anak-anak dari virus corona baru (COVID-19) harus lebih komprehensif. Sebab, berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dihimpum pada 17 Maret-20 Juli, jumlah kasus anak-anak terkonfirmasi terpapar COVID-19 mencapai 2.712 kasus.

Bintang mengatakan, kesehatan fisik dan mental anak-anak harus menjadi perhatian utama menuju normal baru. Kesehatan fisik terkait ketahanan ekonomi keluarga yang memengaruhi pemenuhan gizi. Sementara kesehatan mental berhubungan dengan penyesuaian menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kondisi ini dapat menyebabkan anak merasa kesepian, tertekan, dan kebingungan.

BACA JUGA

IDAI: Anak Rawan Tertular Covid-19 dari Orangtua

IDAI: Anak Rawan Tertular Covid-19 dari Orangtua

20 November 2020
Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) bersama Fatayat Nahdlatul Ulama menggelar webinar "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2020, Senin (27/7). Foto: PKJS-UI

PKJS-UI: Buat Harga Rokok Tidak Terjangkau Anak

28 Juli 2020
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga. Foto: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Peringatan HAN 2020, Anak Indonesia Tetap Optimistis

24 Juli 2020

“Karenanya dibutuhkan pendampingan mental dan emosional secara langsung,” ujarnya dalam siaran pers diterima KabarSDGs, Sabtu (25/7).

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) melakukan berbagai upaya untuk kepentingan anak-anak selama pandemi dan adaptasi menuju normal baru. Mereka menginisiasi Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (BERJARAK), menerbitkan protokol kesehatan, melakukan pendampingan kasus COVID-19 pada anak-anak rentan, pembuatan dan penyebarluasan materi KIE ramah anak di berbagai media terkait isu-isu anak dan pengasuhan keluarga, pemberian paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak, dan memberikan layanan Psikologi Sehat Jiwa (SEJIWA).

Sebagai bagian dari rangkaian Hari Anak Nasional 2020, Menteri Bintang beraudiensi dengan perwakilan anak-anak di seluruh Indonesia. Dia mendengarkan pendapat anak-anak tentang pandemi COVID-19 dan proses penyusunan Suara Anak Indonesia 2020.

Kemen-PPPA juga telah memperkuat kerja sama dengan Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dengan menjadi Pelopor dan Pelapor (2P). Jejaring layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) juga dipererat.

Terpisah, Dokter Spesialis Anak Damayanti Rusli mengatakan, pemberian asupan makanan bergizi untuk anak penting. Langkah ini dapat membantu pembentukan daya tahan tubuh, sehingga mencegah pemaparan virus.

“Semua asupan makanan bergizi yang kita konsumsi akan membentuk sel-sel kekebalan tubuh. Zat yang membentuk sel kekebalan tubuh adalah protein, karbohidrat, dan lemak, sementara vitamin serta mineral berfungsi mengkatalis reaksi pergantian sel-sel tubuh,” ujarnya.

Ketika daya tahan tubuh bagus, dia menambahkan, tubuh bisa mengenali virus yang akan masuk dan menyingkirkannya. “Tapi, jika mengalami malnutrisi atau gizi buruk dan akhirnya memiliki daya tahan tubuh kurang bagus, tubuh tidak mengenali virus yang akan masuk sehingga dapat bebas berkembang biak di dalam tubuh.”

Selain pemenuhan asupan makanan bergizi, menurut Damayanti, pemberian imunisasi dasar penting bagi kesehatan dan keberlangsungan tumbuh kembang anak. Namun, berdasarkan survei Kementerian Kesehatan pada Juni 2020, hampir 80 persen pelayanan Puskesmas dalam bentuk Posyandu terhenti. Mayoritas alasannya adalah kekhawatiran komunitas terhadap COVID-19.

Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Ahmad Surtawan menilai, layanan imunisasi dasar tetap diberikan di Puskesmas, praktik pribadi dokter, atau rumah sakit sesuai jadwal. Kegiatan dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan tersebut dapat dilakukan melalui pengaturan jadwal kedatangan agar anak tidak berkumpul terlalu lama. Di wilayah dengan kasus COVID-19 tinggi, diusahakan ada petugas yang menanyakan terkait kontak dengan orang yang terpapar COVID-19. Anak dijaga agar tidak berada di sekitar fasilitas kesehatan. Jauhi orang yang sedang batuk,” ujar Ahmad.

Dia menambahkan, dokter atau petugas kesehatan yang berusia lebih dari 65 tahun tidak perlu berhadapan langsung dengan pasien. Namun, mereka tetap membantu menyebarkan informasi terkait pencegahan COVID-19 dan program imunisasi melalui media sosial atau media lainnya.

Share13SendTweet8
Previous Post

1.577 Warga Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet

Next Post

KSP Diminta Beritegrasi Dengan Koperasi Lainnya

Next Post
Teten Masduki

KSP Diminta Beritegrasi Dengan Koperasi Lainnya

Banjir Landa Bolaang Mongondow, 905 Warga Mengungsi

Banjir Landa Bolaang Mongondow, 905 Warga Mengungsi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

PTBA Serahkan Fasos dan Fasum untuk Warga Bara Lestari

17 Februari 2026
Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Warga Binaan Lapas Purwakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

17 Februari 2026
Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

Wamenag Tinjau Kesiapan Ibadah Ramadan di IKN

17 Februari 2026
Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

Pegadaian Resmikan Ruang Kreatif Mahasiswa di Jember

17 Februari 2026
Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

17 Februari 2026

POPULAR

  • BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kebijakan dan Praktik Diskriminatif Pendidikan Tinggi Indonesia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    249 shares
    Share 100 Tweet 62

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.