• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Pandemi COVID-19, Ekonomi Sektor Kehutanan Indonesia Tetap Berdenyut

by Editor
17 Juli 2020
Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) Bambang Hendroyono. (Foto: Twitter)

Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) Bambang Hendroyono. (Foto: Twitter)

24
SHARES
149
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Pandemi virus corona baru (COVID-19) telah memengaruhi kinerja industri di hulu dan hilir sektor kehutanan. Namun, Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK)/Plt Dirjen PHPL Bambang Hendroyono mengatakan, ekspor produk kehutanan mengalami peningkatan 3,3 persen sejak Juni.

Ekspor produk industri kehutanan turun hingga minus 8,3 persen selama Januari-Mei 2020, dibandingkan periode sama pada tahun lalu. Menurut Bambang, perbaikan signifikan terjadi dalam sebulan terakhir. Ekspor produk industri kehutanan tercatat minus 5 persen pada penilian Januari-Juni 2020.

BACA JUGA

Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1

Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1

3 Juni 2025
COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

26 Mei 2025
Gerakan Pramuka Harus Berperan Aktif Melindungi dan Kelola Sumber Daya Alam

Gerakan Pramuka Harus Berperan Aktif Melindungi dan Kelola Sumber Daya Alam

30 September 2024

Meskipun pertumbuhan masih di bawah nol, kinerja ekspor sektor kehutanan dinilai berada di jalur positif, karena tidak terjadi penurunan drastis. “Sistem verifikasi legalitas kayu berkontribusi secara signifikan pada peningkatan kinerja ekspor produk industri kehutanan,” ujar Bambang dalam siaran pers diterima KabarSDGs, Kamis (16/7).

Dia menjelaskan, Kemen-LHK menerapkan cara kerja baru dalam mengelola hutan produksi. Pengelolaan dilakukan dengan pendekatan landscape, melakukan analisis spesial untuk melihat area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), konflik tenurial, serta mengintegrasikan sektor hulu-hilir dan pasar.

Sejumlah kebijakan juga dikeluarkan demi mendorong peningkatan produktivitas industri kehutanan. Di sektor hulu, pemerintah berupaya mempercepat pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan pengembangan agroforestry di areal kerja IUPHHK-HTI, mewujudkan pembangunan multiusaha di areal IUPHHK, dan menyederhanakan perizinan usaha di bidang pemanfaatan hutan produksi.

Sebaliknya, di sektor hilir, pemerintah mengusulkan peningkatan luas penampang produk ekspor industri kehutanan, memperluas keberterimaan pasar dengan memperkokoh penerapan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK), dan memfasilitasi sertifikasi SVLK untuk usaha kecil menengah.

“Kami menargetkan pemulihan kinerja ekspor produk industri kehutanan lebih baik lagi, meningkatkannya ke level positif secepat mungkin,” kata Bambang.

Menurut Bambang, target tersebut realistis karena produksi sektor hulu menunjukkan pertumbuhan substansial pada pertengahan 2020. “Kami terus menjaga hubungan linear positif antara pertumbuhan produksi di sektor hulu (yang terus menunjukkan tren positif) dengan kinerja ekspor produk industri kehutanan (hilir dan pasar),” katanya.

Di sisi lain, Bambang menilai, multiusaha kehutanan sangat diperlukan karena nilai ekonomi riil lahan hutan sangat rendah pada masa yang lalu. Pasar kayu dari hutan alam cenderung menurun dan perlu optimalisasi ruang pemanfaatan kawasan hutan. Multiusaha kehutanan juga dapat bermanfaat sebagai alternatif sumber penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Indroyono Soesilo mengatakan, kinerja sektor kehutanan dihadapkan tantangan pada 2020. Menurut dia, pandemi COVID-19 telah memberi tekanan. Imbasnya, nilai ekspor produk kayu bersertifikat legal menurun empat persen dari tahun sebelumnya, menjadi hanya US$ 11,6 miliar pada akhir 2019.

“Juli tahun ini saya mendengar nilai ekspor kita meningkat lagi. Januari belum ada pandemi COVID-19, kinerja ekspor kita naik 2,1 persen dibandingkan tahun lalu periode yang sama, Februari naik 2,3 persen, Maret mulai terdapat kasus COVID-19 dan tren ekspor mulai menurun -1,9 persen, April dan Mei tidak ada kontainer keluar-masuk sehingga makin turun -4,3 % hingga -8,4%,” ujar Indroyono.

Namun, lanjut dia, terjadi rebound pada Juni. Nilai ekspor naik meskipun masih minus yaitu -5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Kami berharap bulan Juli tahun ini akan meningkat sehingga sesuai arahan Presiden pada triwulan ketiga sudah positif”, tuturnya.

Share10SendTweet6
Previous Post

BPSDM Jatim Jadi Rumah Pusat Observasi COVID-19

Next Post

Pandemi COVID-19, Momentum Perbaikan Menuju Target SDGs

Next Post
Ketua Pelaksana Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia Arifin Rudiyanto. Foto: Aulia Rachman

Pandemi COVID-19, Momentum Perbaikan Menuju Target SDGs

Webinar Nasional

Hasilkan Mahasiswa Hebat, Dosen Diminta Kreatif dan Inovatif

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Layanan Kesehatan Door To Door Jangkau Warga IKN

Layanan Kesehatan Door To Door Jangkau Warga IKN

15 April 2026
Pelatihan Anyaman Rotan Dorong Ekonomi Kreatif IKN

Pelatihan Anyaman Rotan Dorong Ekonomi Kreatif IKN

15 April 2026
Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

15 April 2026
Pemkab Asahan Luncurkan Podcast Asahan Cerdas

Pemkab Asahan Luncurkan Podcast Asahan Cerdas

15 April 2026
Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

14 April 2026

POPULAR

  • Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.