• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Pandemi COVID-19, Ekonomi Sektor Kehutanan Indonesia Tetap Berdenyut

by Editor
17 Juli 2020
Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) Bambang Hendroyono. (Foto: Twitter)

Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) Bambang Hendroyono. (Foto: Twitter)

26
SHARES
162
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Pandemi virus corona baru (COVID-19) telah memengaruhi kinerja industri di hulu dan hilir sektor kehutanan. Namun, Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK)/Plt Dirjen PHPL Bambang Hendroyono mengatakan, ekspor produk kehutanan mengalami peningkatan 3,3 persen sejak Juni.

Ekspor produk industri kehutanan turun hingga minus 8,3 persen selama Januari-Mei 2020, dibandingkan periode sama pada tahun lalu. Menurut Bambang, perbaikan signifikan terjadi dalam sebulan terakhir. Ekspor produk industri kehutanan tercatat minus 5 persen pada penilian Januari-Juni 2020.

BACA JUGA

Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1

Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1

3 Juni 2025
COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

26 Mei 2025
Gerakan Pramuka Harus Berperan Aktif Melindungi dan Kelola Sumber Daya Alam

Gerakan Pramuka Harus Berperan Aktif Melindungi dan Kelola Sumber Daya Alam

30 September 2024

Meskipun pertumbuhan masih di bawah nol, kinerja ekspor sektor kehutanan dinilai berada di jalur positif, karena tidak terjadi penurunan drastis. “Sistem verifikasi legalitas kayu berkontribusi secara signifikan pada peningkatan kinerja ekspor produk industri kehutanan,” ujar Bambang dalam siaran pers diterima KabarSDGs, Kamis (16/7).

Dia menjelaskan, Kemen-LHK menerapkan cara kerja baru dalam mengelola hutan produksi. Pengelolaan dilakukan dengan pendekatan landscape, melakukan analisis spesial untuk melihat area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), konflik tenurial, serta mengintegrasikan sektor hulu-hilir dan pasar.

Sejumlah kebijakan juga dikeluarkan demi mendorong peningkatan produktivitas industri kehutanan. Di sektor hulu, pemerintah berupaya mempercepat pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan pengembangan agroforestry di areal kerja IUPHHK-HTI, mewujudkan pembangunan multiusaha di areal IUPHHK, dan menyederhanakan perizinan usaha di bidang pemanfaatan hutan produksi.

Sebaliknya, di sektor hilir, pemerintah mengusulkan peningkatan luas penampang produk ekspor industri kehutanan, memperluas keberterimaan pasar dengan memperkokoh penerapan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK), dan memfasilitasi sertifikasi SVLK untuk usaha kecil menengah.

“Kami menargetkan pemulihan kinerja ekspor produk industri kehutanan lebih baik lagi, meningkatkannya ke level positif secepat mungkin,” kata Bambang.

Menurut Bambang, target tersebut realistis karena produksi sektor hulu menunjukkan pertumbuhan substansial pada pertengahan 2020. “Kami terus menjaga hubungan linear positif antara pertumbuhan produksi di sektor hulu (yang terus menunjukkan tren positif) dengan kinerja ekspor produk industri kehutanan (hilir dan pasar),” katanya.

Di sisi lain, Bambang menilai, multiusaha kehutanan sangat diperlukan karena nilai ekonomi riil lahan hutan sangat rendah pada masa yang lalu. Pasar kayu dari hutan alam cenderung menurun dan perlu optimalisasi ruang pemanfaatan kawasan hutan. Multiusaha kehutanan juga dapat bermanfaat sebagai alternatif sumber penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Indroyono Soesilo mengatakan, kinerja sektor kehutanan dihadapkan tantangan pada 2020. Menurut dia, pandemi COVID-19 telah memberi tekanan. Imbasnya, nilai ekspor produk kayu bersertifikat legal menurun empat persen dari tahun sebelumnya, menjadi hanya US$ 11,6 miliar pada akhir 2019.

“Juli tahun ini saya mendengar nilai ekspor kita meningkat lagi. Januari belum ada pandemi COVID-19, kinerja ekspor kita naik 2,1 persen dibandingkan tahun lalu periode yang sama, Februari naik 2,3 persen, Maret mulai terdapat kasus COVID-19 dan tren ekspor mulai menurun -1,9 persen, April dan Mei tidak ada kontainer keluar-masuk sehingga makin turun -4,3 % hingga -8,4%,” ujar Indroyono.

Namun, lanjut dia, terjadi rebound pada Juni. Nilai ekspor naik meskipun masih minus yaitu -5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Kami berharap bulan Juli tahun ini akan meningkat sehingga sesuai arahan Presiden pada triwulan ketiga sudah positif”, tuturnya.

Share10SendTweet7
Previous Post

BPSDM Jatim Jadi Rumah Pusat Observasi COVID-19

Next Post

Pandemi COVID-19, Momentum Perbaikan Menuju Target SDGs

Next Post
Ketua Pelaksana Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia Arifin Rudiyanto. Foto: Aulia Rachman

Pandemi COVID-19, Momentum Perbaikan Menuju Target SDGs

Webinar Nasional

Hasilkan Mahasiswa Hebat, Dosen Diminta Kreatif dan Inovatif

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelindo Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores

Pelindo Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores

6 September 2026
Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi Normal Pascagempa Bumi NTT

Indikasi Abu Vulkanik, Bandara Husein Sastranegara Ditutup Sementara

6 September 2026
Sejumlah Penerbangan Terdampak Asap Karhutla Karhutla

Penutupan Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 17.30 WIB akibat Abu Vulkanik

6 September 2026
Operasional Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Operasional Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026
Central Park Borneo Bay Buka Ribuan Lapangan Kerja

Central Park Borneo Bay Buka Ribuan Lapangan Kerja

6 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2641 shares
    Share 1056 Tweet 660
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2374 shares
    Share 950 Tweet 594
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2332 shares
    Share 933 Tweet 583
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.