• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Belajar Strategi Penanganan COVID-19 Dari Flu Burung

by Editor
10 Juli 2020
Belajar Strategi Penanganan COVID-19 Dari Flu Burung

Ketua Komite Nasional Pengendalian Flu Burung Pandemi Influenza (Komnas FBPI) 2005-2009 Bayu Krisnamurthi. Foto: Humas BNPB

20
SHARES
128
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Wabah penyakit dan pandemi bukan pertama kalinya dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Sebelumnya, pada 2005 silam tercatat ada sekitar 200 kasus penularan flu burung yang menginfeksi manusia terjadi di Indonesia dan kurang dari 1.000 kasus di dunia.

Ketua Komite Nasional Pengendalian Flu Burung Pandemi Influenza (Komnas FBPI) 2005-2009 Bayu Krisnamurthi menyatakan dampak dari wabah flu burung yang terjadi sekitar tahun 2005 jauh lebih ringan jika dibandingkan COVID-19 yang saat ini dihadapi Indonesia.

BACA JUGA

Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1

Perbandingan Varian COVID-19 XEC dan JN.1

3 Juni 2025
COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

COVID-19 Meningkat di Asia, Riau Siaga dan Imbau Warga Waspada

26 Mei 2025
Resmi Masuki Masa Endemi Covid-19, Presiden RI Menyarankan Tetap Hidup Sehat dan Bersih

Resmi Masuki Masa Endemi Covid-19, Presiden RI Menyarankan Tetap Hidup Sehat dan Bersih

22 Juni 2023

“Kalau dibandingkan dengan COVID-19 terus terang saja saya harus mengatakan flu burung itu enggak ada apa-apanya,” kata Bayu pada dialog Media Center Gugus Tugas Nasional di Graha BNPB, Jumat (10/7/2020).

Bayu mengatakan yang mengerikan dari flu burung adalah angka kematian (fatality rate) yang sangat tinggi. Angka kematian di dunia sebesar 60 persen, sementara di Indonesia mencapai 80 persen.

Bayu menceritakan, dalam penanganan penyakit flu burung pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat dengan membentuk Komnas FBPI sejak awal terdeteksinya flu burung di Indonesia. Komnas FBPI kemudian melancarkan strategi yang akhirnya dapat meredam dampak wabah flu burung saat itu.

“Kita menangani penyakitnya, dampak sosial-ekonominya, dan komunikasi publiknya itu dalam porsi yang sama besar,” ujar Bayu.

Saat menangani penyakitnya, Komnas FBPI melibatkan seluruh ilmuan yang ada. Hal tersebut dikarenakan wabah flu burung sesuatu yang baru pada saat itu.

Bicara mengenai dampak ekonomi, dalam penanganan kasus flu burung, unggas yang berpotensi terinfeksi harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Padahal di sisi lain ayam dan unggas lainnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat.

Sementara pada porsi komunikasi publik yang dilakukan pemerintah yakni menjangkau masyarakat dengan komunikasi yang tidak putus-putus dengan komunikasi yang kreatif.

“Komunikasi yang membuat mereka bukan hanya takut, tapi juga kita siaga, jelas Bayu.

Karena itu, katanya, pentingnya menitikberatkan strategi komunikasi yang perlu disusun dengan baik agar pemenuhan informasi kepada masyarakat dapat diterapkan.

“Strategi komunikasi ini kita susun dengan baik, strategis, komprehensif, multilevel, multimedia. Masyarakat sekarang membutuhkan informasi, kalau tidak diisi mereka akan cari, jadi penuhi dengan informasi yang benar,” ucap Bayu.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan 2004-2009 I Nyoman Kandun mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Ia juga menjelaskan kerjasama lintas sektor yang sinergis sangat diperlukan agar langkah penanganan penyebaran virus dapat terlaksana dengan efektif.

“Kerja sama antar lintas sektor, lintas program bahkan lintas negara sangat penting sekali, karena penyakit menular tidak mengenal wilayah secara administratif,” ujar Nyoman.

Kepercayaan Masyarakat

Mantan Duta Tanggap Flu Burung 2006 – 2009, yang kini jadi anggota DPR R Muhammad Farhan menjelaskan tantangan dalam melakukan komunikasi publik pada saat itu berbeda dengan masa pandemi COVID-19 saat ini. Perbedaan utamanya perubahan persepsi masyarakat dan pilihan media yang digunakan.

Flu burung berhasil dimengerti oleh masyarakat karena pada waktu itu media yang mempengaruhi pola pikir dan persepsi masyarakat jauh lebih sederhana. Belum ada media sosial dan perluasan penggunaan internet yang mempengaruhi keputusan orang.

“Tantangan jauh lebih besar, selain magnitudo dari COVID jauh lebih besar dari Flu Burung, terjadi perubahan persepsi publik terhadap informasi yang dilihat serta pilihan media yang digunakan,” Jelas Farhan melalui media daring.

Pelajaran utama dari komunikasi publik penanganan flu burung di Indonesia yakni tantangan yang dihadapi pada masa itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap fakta dari penyebaran virus. Apa yang terjadi di masa lalu bisa menjadi pelajaran berharga guna membantu penanganan pandemi COVID-19.my

Share8SendTweet5
Previous Post

Kemendikbud Prioritaskan Kesehatan Pegawai

Next Post

Kasus COVID-19 Positif Capai 72.347

Next Post
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto

Kasus COVID-19 Positif Capai 72.347

Penggunaan Masker Cegah Penularan COVID-19 di Tempat Tertutup

Penggunaan Masker Cegah Penularan COVID-19 di Tempat Tertutup

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Gelar Roadster Rescue Competition 2026 Jasa Marga Tingkatkan Kompetensi Petugas Penanganan Darurat

Gelar Roadster Rescue Competition 2026 Jasa Marga Tingkatkan Kompetensi Petugas Penanganan Darurat

11 Agustus 2026
Obligasi PT Marga Lingkar Jakarta Kembali Raih Peringkat idAAA dari PEFINDO

Obligasi PT Marga Lingkar Jakarta Kembali Raih Peringkat idAAA dari PEFINDO

11 Agustus 2026
Dapur Alfamart Hadirkan Aktivitas Seru di Bandar Lampung

Gresik Jadi Tuan Rumah Raka Raki 2026

11 Agustus 2026
Kementerian PU Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Banjar

Kementerian PU Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Banjar

11 Agustus 2026
Dapur Alfamart Hadirkan Aktivitas Seru di Bandar Lampung

Dapur Alfamart Hadirkan Aktivitas Seru di Bandar Lampung

11 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1591 shares
    Share 636 Tweet 398
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1592 shares
    Share 637 Tweet 398
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1622 shares
    Share 649 Tweet 406
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1571 shares
    Share 628 Tweet 393
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1871 shares
    Share 748 Tweet 468

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.