• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Limbah SBE Terus Meningkat, Begini Solusi KLHK

Prosedur Pengelolaan Dipersingkat

by Editor
26 Juni 2020
Limbah SBE Terus Meningkat, Begini Solusi KLHK

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Webinar “Best Practise Pengelolaan Limbah B3 Spent Bleaching Earth (SBE)", Rabu (23/06).

53
SHARES
333
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya meningkatkan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah Spent Bleaching Earth (SBE) menjadi salah satu fokus penanganan.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, SBE merupakan limbah padat B3 hasil penyulingan minyak sawit pada industri minyak goreng atau oleochemichal. Menurut hasil penelitian, setiap 60 juta ton produksi minyak sawit menghasilkan 600 ribu ton limbah SBE.

BACA JUGA

Koster Dorong BBTF Perluas Jangkauan Pariwisata Bali

Badung Resmikan Fasilitas Penampungan Limbah B3 Rumah Tangga

6 Juni 2026
Menteri LH/BPLH Apresiasi Pertamina Dorong Pengelolaan  Sampah di Jakarta Utara

Menteri LH/BPLH Apresiasi Pertamina Dorong Pengelolaan Sampah di Jakarta Utara

24 Mei 2025
Pejuang Lingkungan Hidup Suku Awyu Memohon Intervensi ke PTUN Jakarta

Pejuang Lingkungan Hidup Suku Awyu Memohon Intervensi ke PTUN Jakarta

11 Mei 2023

“Peningkatan jumlah industri minyak nabati berdampak meningkatkan jumlah limbah SBE, sehingga akan menjadi masalah jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik,” ujar Vivien dalam siaran pers yang diterima KabarSDGs.com, Jumat (26/6).

Data Aplikasi Pelaporan Kinerja Pengelolaan Limbah B3 KLHK (SIRAJA) mencatat timbulan limbah SBE meningkat dalam tiga tahun terakhir. Tercatat 184.162 ton pada 2017, 637.475 ton pada 2018, dan 778.894 ton pada 2019.

Vivien menyayangkan jumlah timbulan limbah SBE tidak sebanding dengan banyaknya perusahaan pengelola SBE berizin. Saat ini, KLHK mencatat hanya 11 perusahaan dengan kapasitas total 116 ribu ton per tahun. “Gap antara limbah yang dihasilkan dengan yang dimanfaatkan menyebabkan banyak SBE dibuang ilegal, antara lain secara open dumping sebagai media urug,” ujarnya.

KLHK berusaha mengelola limbah SBE dengan maksimal. Mereka menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) LHK nomor 10 tahun 2020 tentang Uji Karakteristik dan Penetapan Status Limbah B3, 4 Mei. Aturan tersebut membuat prosedur pengelolaan limbah SBE dipersingkat. Limbah SBE tergolong limbah B3 Sumber Spesifik Khusus, bersama fly ash, slag nike, dan steel slag.

Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 Ahmad Gunawan Wicaksono menjelaskan, peraturan itu meliputi pengaturan tentang tim ahli limbah B3, uji karakteristik untuk pengecualian dan penetapan status limbah B3, penetapan limbah B3 sebagai produk samping, serta pemantuan dan pelaporan.

Sementara itu, sejumlah perusahaan telah memanfaatkan limbah SBE. Di Malaysia misalnya, EcoOils menerapkan zero waste concept terhadap produk Spent Bleaching Earth Oil (SBEO) dan Eco-Processed Pozzolan (EPP).

Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non-B3 KLHK Sinta Saptarina Soemiarno menilai, melalui pendekatan model Circular Economy, pemanfaatan SBE dapat memberi kontribusi positif 4P : People, Planet, Profit, Prosperity bagi perusahaan, lingkungan, dan sumber daya manusia (SDM).

Pengelolaan limbah B3 tidak lagi hanya insinerasi dan landfill, tapi bernilai ekonomis seperti Bleaching Earth baru, produksi biodiesel, dan berbagai potensi sebagai media tanam, katalis, hingga briket. Peluang pemanfaatan SBE semakin menemukan titik cerah dengan terbitnya Permen LHK 10 tahun 2020 yang mengatur uji karakteristik dan penetapan limbah.

“Kolaborasi semua pihak baik dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah perlu terus dilakukan seiring dengan pesatnya pembangunan, bertambahnya jumlah penduduk, dan perkembangan teknologi. Kajian ilmiah perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya keselarasan pertumbuhan industri dengan pelestarian lingkungan”, ujar Sinta.

Share21SendTweet13
Previous Post

Kemendikbud: Orangtua Berperan Penting dalam Pelaksanaan Belajar dari Rumah

Next Post

Transportasi Darat Adaptasi Kebiasaan Baru

Next Post
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi Sosialisasi Protokol Kebiasaan Baru di Terminal Pulogadung beberapa waktu lalu

Transportasi Darat Adaptasi Kebiasaan Baru

Minat Bersepeda Melonjak di Masa Pandemi

Minat Bersepeda Melonjak di Masa Pandemi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

FPIK UB Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Kelautan

15 Juni 2026
D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

D’Youth Fest 6.0 Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda Denpasar

15 Juni 2026
Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

Road Show Travel Malaysia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lampung

15 Juni 2026
Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

14 Juni 2026
BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

14 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    387 shares
    Share 155 Tweet 97
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    423 shares
    Share 169 Tweet 106
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    390 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    386 shares
    Share 154 Tweet 97

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.