• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Bahaya Baru! Sapi, Kambing, Kerbau Terserang Penyakit Kaki dan Mulut

by Riski Yanti
8 Mei 2022
Bahaya Baru! Sapi, Kambing, Kerbau Terserang Penyakit Kaki dan Mulut
104
SHARES
650
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Baru reda dihantam virus Covid 19 yang menyasar kepada manusia,  saat ini muncul adanya virus Penykit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease).

Secara resmi Gubernur Jawa Timur pada beberapa hari yang lalu telah menyampaikan dan mengumumkan   bahwa  di Jawa Timur telah terjadi outbreak Penyakit Mulut dan Kuku  (PMK).

BACA JUGA

Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

Kutim Perluas Sawah demi Swasembada Pangan

30 Mei 2026
Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Hortikultura Kutim Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

28 Mei 2026
Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

Pertanian Organik Mojokerto Jadi Strategi Hadapi Perubahan Iklim

27 Mei 2026

Penyakit tersebut oleh  Badan  Kesehatan Hewan Dunia (OIE) dimasukkan sebagai penyakit hewan yang paling berbahaya dan masuk daftar A.

Virus PMK sangat mudah menyebar dan melalui udara mampu  menempuh jarak sekitar 200 kilometer.

Sebagai Negara yang sudah dinyatakan bebas dari PMK, outbreak yang terjadi di Jawa Timur ini merupakan musibah dan pukulan yang berat bagi industry peternakan.

Komite Pendayagunaan Pertanian Teguh Boediyana mengatakan, virus ini dinilai berpotensi merugikan kegiatan ekonomi.

Menurutnya, virus ini Bukan hanya berbahaya pada kegiatan ekonomi dari hewan berkuku genap seperti sapi, kerbau, kambing, babi yang tertular.

“Tetapi akan ada hambatan ekspor berbagai produk pertanian dan produk lainnya,” ujar dia, Minggu (8/5).

Menanggapi hal tersebut, Komite Pendayagunaan Pertanian (KPP) menyampaikan agar Kementerian Pertanian serta instansi terkait perlu segera mengambil langkah konkrit.

Khususnya untuk menghambat laju proses penularan PMK dari Jawa Timur ke Propinsi lain.

“Presiden perlu mengambil langkah  cepat membentuk Satuan Tugas untuk mengatasi masalah tersebut,” ujar dia.

Presiden bisa mengambil langkah antara lain, apabila diperlukan dilakukan pemusnahan hewan tertular.

Serta perlu dipastikan ketersediaan dana tanggap darurat untuk penanganan penyebaran PMK, termasuk ketersediaan vaksin yang dibutuhkan.

“Perlu juga ada pemberian kompensasi bagi peternak rakyat yang ternaknya tertular PMK,” katanya.

Pemerintah dinilai perlu segera mengantisipasi implikasi merebaknya PMK, antara lain terkait dengan hambatan ekspor.

Sebab, kata dia, dipastikan Negara yang statusnya bebas PMK akan melarang masuknya berbagai produk dari Indonesia.

Dia juga meminta pemerinyah meninjau kembali berbagai peraturan dan kebijakan yang berpotensi akan masuknya  PMK.

“Perlu dipertimbangkan  kembali mengetrapkan kebijakan maximum security atas masuknya  produk hewan atau hewan  ke wilayah Republik Indonesia,” kata dia.

Presiden diharapkan segera memerintahkan melakukan penelusuran asal terjadi dan masuknya PMK ke wilayah Indonesia dan memberikan sanksi bagi yang bertanggung jawab  atas masuknya PMK.

 

Share42SendTweet26
Previous Post

Warga Gusuran JIS Dibangunkan Kampung Susun Bayam

Next Post

Kapasitas Sampah di Kota Yogyakarta Saat Libur Lebaran 2022 Melebihi Prediksi

Next Post
Kapasitas Sampah di Kota Yogyakarta Saat Libur Lebaran 2022 Melebihi Prediksi

Kapasitas Sampah di Kota Yogyakarta Saat Libur Lebaran 2022 Melebihi Prediksi

Dorong Pemulihan Ekonomi Bali, Pembangunan Pasar Sukawati telah Rampung

Dorong Pemulihan Ekonomi Bali, Pembangunan Pasar Sukawati telah Rampung

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Satgas PASTI Perkuat Perlindungan dari Scam

Satgas PASTI Perkuat Perlindungan dari Scam

12 Agustus 2026
Budidaya Kepiting Soka Jadi Andalan Warga Kotabaru

Budidaya Kepiting Soka Jadi Andalan Warga Kotabaru

12 Agustus 2026
Karantina Bali Gagalkan Penyelundupan 482 Burung

Karantina Bali Gagalkan Penyelundupan 482 Burung

12 Agustus 2026
Enam Mahasiswa Poltekpel Surabaya Raih Grand Champion di Ajang Internasional

Enam Mahasiswa Poltekpel Surabaya Raih Grand Champion di Ajang Internasional

12 Agustus 2026
ONE–Samudera Mulai Layani Patimban, Tandai Bertambahnya Layanan di Terminal Peti Kemas

ONE–Samudera Mulai Layani Patimban, Tandai Bertambahnya Layanan di Terminal Peti Kemas

12 Agustus 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1720 shares
    Share 688 Tweet 430
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1686 shares
    Share 674 Tweet 422
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1690 shares
    Share 676 Tweet 423
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1689 shares
    Share 676 Tweet 422
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.