• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
26 Juli 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan Buka Jalan Kedaulatan Pangan

by Fiani Sukarta
15 Januari 2022
GUs HAlim

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar| DOK Andromeda-Humas Kemendes PDTT

24
SHARES
150
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

SUKABUMI, KabarSDGs – Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan, mulai dijalankan tujuh Badan Usaha Milik (BUM) Desa Bersama, di tujuh kabupaten, di tiga provinsi sebagai pilot project pada akhir 2021. Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, tahun ini telah mendapatkan napas lebih besar dengan adanya dukungan dari presiden melalui Perpres 104 tahun 2021, bahwa 20 persen dana desa digunakan untuk program ketahanan pangan dan hewani.

“Saya optimistis, Desa akan membuka jalan kedaulatan pangan Indonesia,” kata dia saat acara Selamatan Sewindu Undang Undang Desa, yang diselenggarakan di Kasepuhan Cipta Gelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Sabtu (15/01).

BACA JUGA

BUMDes akan Dilibatkan Kelola Bandara Uyang Lahai

BUMDes akan Dilibatkan Kelola Bandara Uyang Lahai

24 Mei 2026
Dorong Akselerasi SDGs, LAN Selenggarakan Konferensi Internasional

Dorong Akselerasi SDGs, LAN Selenggarakan Konferensi Internasional

23 April 2026
BUMKam Warga Makmur Jaya Sukses Kelola Peternakan Ayam Petelur di Tulang Bawang

BUMKam Warga Makmur Jaya Sukses Kelola Peternakan Ayam Petelur di Tulang Bawang

28 Agustus 2025

Menteri yang kerap disapa Gus Halim itu menuturkan, Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan ini merupakan konsep peternakan komunal yang dikelola BUM Desa Bersama. Bentuknya adalah penggabungan beberapa komoditi unit usaha peternakan pada satu pasar di suatu daerah. Arahnya desa-desa yang berpotensi di sektor peternakan akan dikembangkan sebagai sentral-sentral penyedia daging baik dari sapi, kambing, hingga ayam hingga pusat holtikultura.

“Melalui program ini akan terintegrasi pengelolaan peternakan dari hulu ke hilir. Dari penggemukan hingga kotoran ternak harus memberi nilai ekonomisnya,” kata dia melalui kanal Kemendesa.go.id.

Tujuannya, lanjut Gus Halim, jelas, selain untuk kesejahterakan masyarakat desa itu sendiri, minimal dapat menurunkan kebutuhan impor dengan meningkatkan ketahanan pangan khususnya pemenuhan kebutuhan daging dan swasembada daging sapi nasional. Dia pun optimistis keberadaan Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan, akan menjadi penyokong utama ketahanan pangan hewani Indonesia.

“Pasalnya, selain telah menjadi tumpuan produksi sapi lokal, ketersediaan lahan pangan di desa kian menegaskan potensi tersebut,” ujar dia.

Berdasar data Kemendesa PDTT, sejak tahun 2015 sampai tahun 2020, produksi daging sapi di Indonesia mengalami fluktuasi. Dalam rentang waktu tersebut, tahun 2016 mencapai titik tertinggi dengan produksi 518.484 ton. Naik 2,3% dari tahun sebelumnya. Tahun 2017 produksi daging sapi turun lagi menjadi 486.319,7 ton, Tahun 2018, mengalami kenaikan kembali menjadi 497.971,7 ton, Tahun 2019 naik menjadi 504.802,29 ton, dan pada tahun 2020 mengalami peningkatan kembali mencapai 515.627,74 ton.

“Namun, sudah lumrah, peningkatan produksi, selalu dibarengi dengan peningkatan kebutuhan terhadap daging sapi. Karenanya, ikhtiar peningkatan produksi harus lebih digenjot lagi. Dan jawabannya adalah Desa,” kata Gus Halim.

Desa, lanjut dia, memiliki kelembagaan ekonomi yang memungkinkan untuk pengembangan usaha peternakan sapi secara terpadu dalam skala mikro. Dengan demikian, desa-desa akan dapat memberdayakan warga, meningkatan daya beli dan kemampuan ekonomi warga desa, memenuhi kebutuhan pangan desa. “Lambat tapi pasti, saya optimistis desa akan penuhi kebutuhan pangan nasional,” ujar Gus Halim.

Pilot Project Program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan dimulai di tujuh BUMDes Bersama di tujuh kabupaten: Bandung, Cirebon, Kebumen, Nganjuk, Jombang, Lumajang, dan Kudus. Tiap BUMDes Bersama ini melibatkan sekitar 5-10 desa di sekitarnya.

Ketujuh BUMDes Bersama yang menjadi proyek percontohan ini telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Kemendesa PDTT dan pihak ketiga, yang melibatkan hingga 72 desa dengan luas lahan usaha 140.000 m2 (14 hektare). Masing-masing BUM Desa Bersama ini mengorganisasikan 43 peternak untuk mengelola 20 ekor sapi yang dipadukan dengan budi daya 100 domba, 400 ekor ayam, budi daya 10.000 ikan air tawar, penanaman hortikultura organik di lahan 1.500 m2, budi daya pakan ternak di lahan 16.200 m2, instalasi pengolahan limbah menjadi pupuk organik dan biourine, serta energi terbarukan biogas.

Share10SendTweet6
Previous Post

Upaya BCA Prioritaskan Pembangunan Keuangan Berkelanjutan

Next Post

Mendes PDTT Minta Kolaborasi Kampus dan Desa Diperkuat

Next Post
Gus Halim

Mendes PDTT Minta Kolaborasi Kampus dan Desa Diperkuat

BUMN Diminta Fokus Pada Target TJSL

BUMN Diminta Fokus Pada Target TJSL

Discussion about this post

NEWS UPDATE

AS Hormati Negosiasi CoC ASEAN dengan Tiongkok

AS Hormati Negosiasi CoC ASEAN dengan Tiongkok

26 Juli 2026
Ribuan Umat Buddha Ikuti Indonesia Tipitaka Chanting 2026

Ribuan Umat Buddha Ikuti Indonesia Tipitaka Chanting 2026

26 Juli 2026
ASDP Kembali Gelar Journalism Award 2026 Dorong Jurnalisme Transportasi Berkualitas

ASDP Kembali Gelar Journalism Award 2026 Dorong Jurnalisme Transportasi Berkualitas

26 Juli 2026
Aceh Siapkan Sistem Resi Gudang untuk Nilam

Aceh Siapkan Sistem Resi Gudang untuk Nilam

26 Juli 2026
Program MTN Mengajar 2026, PT Marga Trans Nusantara Tanamkan Budaya Keselamatan

Program MTN Mengajar 2026, PT Marga Trans Nusantara Tanamkan Budaya Keselamatan

26 Juli 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1442 shares
    Share 577 Tweet 361
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1153 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.