• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
18 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Indonesia Ingin Belajar Riset dan Manufaktur Vaksin dari Inggris

by Editor
28 Februari 2021
Indonesia Ingin Belajar Riset dan Manufaktur Vaksin dari Inggris

Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro dan Menteri Urusan Asia Kementerian Luar Negeri Inggris Nigel Adams MP menyaksikan penandatanganan kesepakatan pembentukan UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS), kemarin. Foto: Humas Kemenristek/BRIN

36
SHARES
224
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KAbarSDGs — Pemerintah Indonesia ingin banyak belajar mengembangkan penelitian dan manufaktur vaksin dari para ilmuwan Inggris. Apalagi Inggris sebagai salah satu negara penting dalam pengembangan vaksin Covid-19 melalui Astrazeneca bersama Universitas Oxford.

“Tentunya kami ingin belajar lebih banyak tentang pengembangan vaksin terutama dari sisi penelitian dan manufaktur. Harapannya adanya kolaborasi ini kita bisa mengambil pembelajaran dan transfer ilmu serta teknologi khususnya saat ini dalam upaya kita mengembangkan, memproduksi, mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan Indonesia ke depannya,” ujar Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro dalam keterangan resmi yang diterima KabarSDGs, Sabtu (27/2/2021).

BACA JUGA

Dinkes Bandar Lampung Hadapi Tantangan Imunisasi Campak

Dinkes Bandar Lampung Hadapi Tantangan Imunisasi Campak

7 April 2026
Way Kambas Jadi Prioritas Kerja Sama Indonesia Inggris

Way Kambas Jadi Prioritas Kerja Sama Indonesia Inggris

26 Januari 2026
Denpasar Bergerak Bersama Akhiri Polio

Denpasar Bergerak Bersama Akhiri Polio

29 Oktober 2025

Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro dan Menteri Urusan Asia Kementerian Luar Negeri Inggris Nigel Adams MP menyaksikan penandatanganan kesepakatan pembentukan UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS) atau Konsorsium Republik Indonesia-Inggris untuk Lintas Disiplin Ilmu Pengetahuan secara daring, kemarin..

Menteri Bambang menyampaikan UKICIS merupakan terobosan baru kerja sama riset dan inovasi RI-UK yang didorong oleh para diaspora Indonesia. Kerja sama ini diharapkan terus mendorong MoU Riset dan Inovasi RI-Inggris dan upaya memajukan program Prioritas Riset Nasional Indonesia.

“Kolaborasi internasional ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas riset di Indonesia, namun juga mampu meningkatkan daya promosi inovasi yang berasal dari Indonesia, dan secara maksimal mampu bekerja memberikan dampak yang baik,” terang Menteri Bambang.

Menteri Bambang menambahkan dengan adanya kolaborasi ini diharapkan Indonesia dapat belajar dan diikuti adanya transfer ilmu serta teknologi khususnya terkait riset dan juga pada proses manukfaktur vaksin Covid-19, mengingat Inggris sebagai salah satu negara penting dalam pengembangan vaksin Covid-19 melalui Astrazeneca bersama Universitas Oxford.

Duta Besar RI London Desra Percaya mengatakan, pendirian UKICIS merupakan wujud dukungan para diaspora Indonesia di Inggris dalam diplomasi dan turut berkontribusi bagi bangsa, khususnya di bidang riset.

Kerja sama yang tertuang dalam kesepakatan meliputi sumbangsih pengetahuan dari para ilmuwan bagi tantangan yang dihadapi masyarakat kedua negara, penguatan engagement dengan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi dan sosial budaya, saling tukar kemajuan dalam ilmu pengetahuan antar kedua negara, dan meningkatkan dampak riset bagi masyarakat.

Menteri Nigel Adams MP dan UK Chief International Envoy Prof. Carole Mundell pada kesempatan tersebut sepakat menggunakan momentum pembentukan UKICIS untuk lebih mempererat kerja sama riset dan inovasi demi kemajuan bersama dan mengatasi berbagai tantangan ke depan, termasuk pandemi Covid-19.

Koordinator UKICIS, Dr. Bagus Muljadi menyampaikan laporan kemajuan bahwa UKICIS dibentuk melalui upaya bersama oleh universitas terkemuka di Indonesia dan Inggris yang dimotori oleh diaspora ilmuwan Indonesia di Inggris. Diaspora Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama bilateral RI-Inggris khususnya melalui science diplomacy.

UKICIS merupakan wujud softpower diaspora dan diharapkan mendorong pertukaran pengetahuan antara kedua negara, potensinya perlu ditumbuhkan untuk turut berkontribusi terhadap tantangan di tanah air, termasuk dalam mencapai ketahanan di bidang kesehatan.

Untuk itulah, acara penandatanganan kesekapatan pembentukan UKICIS dilanjutkan dengan dengan diskusi para pakar mengenai upaya penguatan ketahanan kesehatan global. Diskusi membahas pentingnya kesadaran publik mengenai mutasi dan varian baru Covid-19, penguatan kebijakan track and trace untuk mencegah penyebaran varian baru dan efikasi vaccine booster melawan varian baru.

Share14SendTweet9
Previous Post

Tidak Ada Korban Jiwa, 169 Warga Mengungsi

Next Post

Sensa Hotel Bandung Tawarkan Pengalaman Seru dengan “One Stop Service”

Next Post
Sensa Hotel Bandung Tawarkan Pengalaman Seru dengan “One Stop Service”

Sensa Hotel Bandung Tawarkan Pengalaman Seru dengan "One Stop Service"

PPN/Bappenas: Hanya 30 Persen Puskesmas Penuhi Standar Layanan

PPN/Bappenas: Hanya 30 Persen Puskesmas Penuhi Standar Layanan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Enviwalk 2026 Kampanyekan Mobilitas Ramah Lingkungan di IKN

Enviwalk 2026 Kampanyekan Mobilitas Ramah Lingkungan di IKN

18 Juni 2026
ASDP Pastikan Konektivitas Penyeberangan Aceh Tetap Terjaga dengan Layanan Optimal

ASDP Pastikan Konektivitas Penyeberangan Aceh Tetap Terjaga dengan Layanan Optimal

18 Juni 2026
Pasar Murah Galungan dan Kuningan Dorong UMKM dan Literasi Keuangan

Pasar Murah Galungan dan Kuningan Dorong UMKM dan Literasi Keuangan

18 Juni 2026
InJourney Airports Hadirkan Ragam Aktivitas Seru Ramah Keluarga

InJourney Airports Hadirkan Ragam Aktivitas Seru Ramah Keluarga

18 Juni 2026
Wamenpar Optimistis PKB 2026 Tembus Target 1,6 Juta Pengunjung

Wamenpar Optimistis PKB 2026 Tembus Target 1,6 Juta Pengunjung

18 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    440 shares
    Share 176 Tweet 110
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    404 shares
    Share 162 Tweet 101

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.