• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Tak Hanya di Drakor, Hidangan Korea Ada di Swiss-Belhotel Pondok Indah

by Fiani Sukarta
21 November 2020
korea

Songpyeon merupakan salah satu makanan yang suka "muncul" di drama-drama Korea (drakor) (KABARSDGS|FIFIA A HIMAWAN)

50
SHARES
312
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Sarah selesai mengunyah daging di mulutnya. Menu Beef Bulgogi baru saja disantapnya. Tak banyak mengambil makanan, dia pun segera beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil hidangan Korea lainnya yang tersedia di Cultural Dinner, Swiss Cafe, Swiss-Belhotel Pondok Indah, Jakarta.

“Mau ambil kimchi,” kata perempuan berhijab itu sambil meninggalkan tempat duduknya yang terletak di area outdoor kolam renang, sementara hidangan makanan, tersaji di restoran yang berada di dekat lobi hotel.

BACA JUGA

Serambi Ramadan Hadirkan Buka Puasa Sambil Berbagi di Surabaya

Serambi Ramadan Hadirkan Buka Puasa Sambil Berbagi di Surabaya

21 Februari 2026
Aston Mojokerto Hadirkan Kuliner Korea

Aston Mojokerto Hadirkan Kuliner Korea

10 Februari 2026
Kolaborasi Kreatif Indonesia Korea Menguat Lewat HUG K-Pop Concert

Kolaborasi Kreatif Indonesia Korea Menguat Lewat HUG K-Pop Concert

22 Januari 2026

Tak lama, Sarah pun kembali dengan membawa dua piring berisi aneka makanan Korea. Perempuan berdarah Kalimantan-Palembang itu pun mengingat kembali aktivitasnya di saat pandemi covid-19 banyak diisi dengan menonton drama Korea (drakor).

“Pas sekali, menu di sini bisa melengkapi. Jadi tidak hanya membayangkan saja ketika menonton drakor, tapi bisa menikmatinya juga,” kata dia.

korea
Beef Bulgogi (DOK KABARSDGS|FIFIA A HIMAWAN)

Betul saja, tteokbokki yang kerap menjadi jajanan camilan di drakor, hadir di Swiss Cafe, membuat rasa penasaran pecinta drakor terhadap makanan ini pun dijamin lenyap.

Tak hanya itu, Gimbab, Cheese Buldak, Haemun Pajoen, Soegogi Muguk, dan Yangnyeom Tongdak juga melengkapi cita rasa hidangan Korea yang rasanya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia ini.

korea
Haemun Pajoen, gorengan yang menyerupai bakwan, diisi dengan aneka seafood (DOK KABARSDGS|FIFIA A HIMAWAN)

Sementara untuk menyantap menu penutup, jangan lewatkan chapssal doughnut dan kue beras songpyeon. Chapssal doughnut merupakan donat Korea yang terbuat dari beras ketan. Diisi dengan pasta kacang merah dan dilapisi dengan campuran gula dan bubuk kayu manis, rasa donat ini kenyal-kenyal dengan gigitan pertama tekstur luarnya renyah.

Sementara songpyeon, merupakan makanan tradisional Korea dari tepung beras. Sejenis tteok, kue beras kecil ini dibentuk menyerupai bulan sabit. Isinya dapat berupa sirup kacang merah, kacang kedelai, kastanye, jujube, atau wijen.

korea
Chapsal Doughnut (DOK KABARSDGS|FIFIA A HIMAWAN)

Di Swiss Cafe, songpyeon warna hijau dan putih menjadi pilihan. Rasanya sebenarnya tak jauh dari kue jajanan pasar Indonesia yaitu kue ku/kue tok yang umumnya berwarna merah dan berisi kacang hijau. Sama-sama terbuat dari tepung beras, isinya saja yang berbeda, kacang merah di dalam songpyeon tak diblender secara halus sehingga terdapat sensasi yang tak terlupakan saat mengunyah butir-butir kacang merah yang terdapat di dalam makanan yang kerap disantap selama festival panen musim gugur Korea, Chuseok itu.

Salah satu pengunjung lainnya, Abe, menuturkan, untuk menu utama terutama yang berbahan dasar daging rasanya sedikit asin di lidahnya. Dia pun punya tips agar makanan Korea itu tetap lezat di mulutnya. “Sepertinya memang harus tambah nasi, agar rasanya memang lebih nikmat di mulut,” ujar dia.

Hidangan Korea menjadi tema Cultural Dinner di Swiss-Belhotel Pondok Indah selama November-Desember 2020. Dengan mengeluarkan kocek Rp 360 ribu, Para pengunjung dapat menyantap sepuasnya hidangan Korea ini setiap Sabtu, Pukul 18.00-21.00 WIB. Tersedia sekitar 24 jenis makanan khas Korea yang sayang jika dilewatkan. Selain itu, free flow wine juga menambah keseruan saat menyantap hidangan yang jarang ditemui di Indonesia itu.

“Bagi yang pernah ke Korea, makanan-makanan di sini juga bisa menjadi pengobat rindu,” kata Director Sales and Marketing Swiss-Belhotel Pondok Indah Budi Utami, belum lama ini.

Utami mengatakan, Cultural Dinner sesungguhnya sudah diselenggarakan sejak lama. Setiap tahun Cultural Dinner diselenggarakan dengan berbeda-beda tema. Hidangan Korea, Jepang, Amerika, Indonesia, dan Asia lainnya menjadi pilihan tema setiap dua bulan sekali. Sebelum pandemi, Cultural Dinner diselenggarakan setiap hari Rabu.

Banyaknya ekspatriat yang tinggal dan menginap di Swiss-Belhotel Pondok Indah menjadi salah satu alasan Cultural Dinner diadakan. Selain itu, hotel juga berlokasi di sekitar perkantoran dan perumahan yang banyak terdapat ekspatriat.

Swiss-Belhotel Pondok Indah
Salah satu Chef Swiss Cafe mengenakan masker sebagai salah satu penerapan protokol kesehatan (DOK Swiss-Belhotel Pondok Indah)

 

Terapkan Protokol Kesehatan
General Manager Swiss-Belhotel Pondok Indah Dedik Abdillah mengatakan kepada KabarSDGs, selama pandemi covid-19, hotel harus mencari cara agar operasional tetap berjalan. Salah satu upayanya agar hotelnya tetap eksis yaitu dengan menyelenggarakan Cultural Dinner. “Jangan khawatir karena kami telah mengikuti protokoler kesehatan,” kata dia.

Benar saja, untuk menyantap hidangan khas Korea, sejumlah protokol kesehatan harus dipenuhi pengunjung Swiss Cafe. Dari pemeriksaan suhu dan penggunaan hand sanitizer di lobi, kemudian pengunjung kembali diperiksa suhu saat memasuki area Swiss Cafe.

Hand Sanitizer diletakkan di tempat-tempat strategis di area makan, sehingga pengunjung dapat menggunakannya sebelum mengambil makanan. Makanan juga dilindungi dengan tempered glass atau juga sekat kaca. Menambah kenyamanan dan keamanan pengunjung saat ingin mengambil makanan yang dipilihnya.

Hotel ini juga menyediakan pembatas di area makan yang terdiri dari satu jalur. Hal itu dilakukan agar para pengunjung tidak berdesakan saat mengambil makanannya. Lakukan reservasi terlebih dahulu sehingga menyantap hidangan Korea lebih nyaman tanpa harus mencari tempat duduk di area cafe. Apalagi, tempat duduk di area outdoor kolam renang menyediakan kursi terbatas.

Sementara itu, Dedik memastikan petugas hotel juga mengikuti protokoler kesehatan dengan menggunakan masker dan sarung tangan. Area tempat makan pun dibersihkan dengan disinfektan. Swiss-Cafe pun menjadi tempat yang aman dan nyaman menyantap hidangan di akhir pekan.

Share20SendTweet13
Previous Post

Banjir Rendam Sembilan Desa di Kendal, Dua Warga Menjadi Korban

Next Post

Satgas Segera Gelar Tes Massal Pelaku Kerumuman Petamburan

Next Post
Satgas Segera Gelar Tes Massal Pelaku Kerumuman Petamburan

Satgas Segera Gelar Tes Massal Pelaku Kerumuman Petamburan

Parasailing

Tandem Parasailing, Sensasi “Terbang” Bersama di Atas Laut

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

11 April 2026
Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

11 April 2026
Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

11 April 2026
Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

10 April 2026
Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

10 April 2026

POPULAR

  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.