• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Kak Seto: Iklan Faktor Utama Perokok Anak Meningkat

by Editor
5 November 2020
Kak Seto: Iklan Faktor Utama Perokok Anak Meningkat

Pengamat/Psikolog AnakSeto Mulyadi. Foto: ayojakarta.com

64
SHARES
398
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan iklan, promosi dan sponsor (IPS) rokok sangat rentan mempengaruhi anak-anak untuk menjadi seorang perokok aktif.

“Iklan rokok yang gencar menonjolkan tema kreatif, gaul, keren, modern, dan hebat menjadi faktor utama yang mempengaruhi anak untuk mencoba merokok dan mendorongnya terus menghisapnya,” ujar Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi, di Jakarta, Kamis (5//11/2020).

BACA JUGA

Wabup Badung Buka SHI-Bali CARE 2025 Dorong Anak Tumbuhkan Empati Lewat Seni dan Aksi Sosial

Wabup Badung Buka SHI-Bali CARE 2025 Dorong Anak Tumbuhkan Empati Lewat Seni dan Aksi Sosial

2 Oktober 2025
Empat Remaja Bengkalis Dilantik Jadi Pengurus Forum Anak Provinsi Riau

Empat Remaja Bengkalis Dilantik Jadi Pengurus Forum Anak Provinsi Riau

27 Juli 2025
Kasus Gangguan Ginjal Akut Pada Anak Meningkat, Ini Respon Kemenkes

Kasus Gangguan Ginjal Akut Pada Anak Meningkat, Ini Respon Kemenkes

20 Oktober 2022

Menurut dia, anak-anak sudah menjadi korban dari eksploitasi industri rokok yang terus aktif menyasar anak sebagai basis konsumen jangka panjang, karena dengan semakin dini usia merokok akan makin besar juga keuntungan bagi perusahaan rokok.

Hal ini juga dipertegas dengan survei yang dilakukan LPAI pada 2019 terkait perilaku anak merokok, hasilnya sebanyak 73% anak merokok diawali dengan melihat iklan, promosi dan sponsor rokok di sekitar lingkungannya.

“Merujuk teori pembelajaran sosial, manusia termasuk anak-anak biasanya belajar melalui pengamatan perilaku dari manusia lain. Itu sebabnya anak-anak yang berada di lingkungan yang dipenuhi perokok akan melihat hal itu lalu menirunya,” jelas Kak Seto.

Sementara itu, Ketua Lentera Anak Lisda Sundari mengatakan, pelarangan iklan rokok harus segera dilakukan dengan mendesak pemerintah segera merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, guna melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya rokok.

“Sangat mustahil untuk menurunkan prevalensi perokok anak bila tidak ada komitmen pemerintah untuk membuat regulasi tembakau yang kuat dan tegas,” jelasnya.

Ketua Yayasan Balarenik Agusman KS memaparkan fakta tentang kondisi darurat perokok anak, berdasarkan rehabilitasi yang dilakukan lembaganya.

“Kondisinya memang sangat mengkhawatirkan, karena perlu penanganan yang semaksimal mungkin kepada anak-anak yang sudah kecanduan merokok agar mereka dapat lepas dari adiksi rokok,” ujarnya.

Yayasan Balarenik telah melakukan rehabilitasi sosial anak korban penyalahgunaan NAPZA sejak 2016. Sampai saat ini sudah lebih dari 600 anak mendapatkan pertolongan. Mirisnya, hampir semuanya dari keluarga dhuafa dan lebih dari 90% dari mereka dulunya perokok aktif

Untuk itu, Agusman menegaskan lebih baik melakukan pencegahan sejak dini, memastikan anak tidak merokok.

“Karena itu, memang sangat dibutuhkan peraturan yang kuat yang melarang iklan rokok dan penjualan rokok batangan untuk melindungi anak dari mudahnya mengakses rokok,” tegas Agusman.

Share26SendTweet16
Previous Post

Mendikbud Pastikan Pemulihan Sekolah Pascagempa Palu Lancar

Next Post

Status Aktivitas Gunung Merapi Naik Menjadi Siaga

Next Post
Status Aktivitas Gunung Merapi Naik Menjadi Siaga

Status Aktivitas Gunung Merapi Naik Menjadi Siaga

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana (kanan) dalam virtual press conference pembukaan Biskuat Academy 2020 di Jakarta, Kamis (5/11)

Pengembangan Minat dan Bakat Anak Harus Mengikuti Arus

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Onboarding UMKM Rahayu Dorong Digitalisasi Usaha Bali

Onboarding UMKM Rahayu Dorong Digitalisasi Usaha Bali

12 April 2026
Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

Pelepasliaran Curik Bali Perkuat Komitmen Konservasi

12 April 2026
Tragedi Ujian Sains Siswa Tewas Akibat Ledakan

Tragedi Ujian Sains Siswa Tewas Akibat Ledakan

12 April 2026
Desak Rita Rebut Emas Panjat Tebing Asia 2026

Desak Rita Rebut Emas Panjat Tebing Asia 2026

12 April 2026
Film ROOTS Karya Michael Schindhelm Tayang di Perth

Film ROOTS Karya Michael Schindhelm Tayang di Perth

11 April 2026

POPULAR

  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    27 shares
    Share 11 Tweet 7

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.