• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home GALERI

Penampungan Kucing Lokal

by Editor
11 Agustus 2020
penampungan kucing lokal
295
SHARES
1.8k
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

 

1 of 11
- +
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal
penampungan kucing lokal

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

Kucing. Bagi sebagian orang kucing adalah binatang pengganggu. Kucing lokal terutama. Dari masalah buang kotoran sembarangan, suara berisik, hingga berkembang biak yang tak terkontrol.

Berbeda dengan Dita Agustina, seorang Ibu Rumah tangga pecinta kucing. Ia membangun rumah seluas 500 meter persegi. Dua pertiganya, ia relakan untuk Rumah Penampungan Kucing, karena ia harus merawat 300 ekor kucing lokal.

BACA JUGA

LIRA Sidoarjo Salurkan Bantuan BBM untuk Pengemudi Ojol

LIRA Sidoarjo Salurkan Bantuan BBM untuk Pengemudi Ojol

1 Agustus 2026
Lapas Palangka Raya Panen Melon Premium

Lapas Palangka Raya Panen Melon Premium

9 Juli 2026
Kaltim Perkuat Pengawasan Lingkungan Berbasis Data

Kaltim Perkuat Pengawasan Lingkungan Berbasis Data

13 Mei 2026

Awalnya Dita hanya memiliki 30 ekor kucing dan tinggal di komplek (kawasan padat penduduk). Imbasnya, ia dihadapkan sejumlah masalah. Beberapa kali Kepala RT datang menyampaikan protes warga. “Ya gitu mas, kalau tinggal di komplek, tetangga pada protes mulu. Ada yang bilang mobilnya baret gara-gara dicakar kucing, ada lagi yang bilang bau karena buang kotoran sembarangan. Padahal kucing saya enggak pernah keluar dan selalu saya sediain pasir buat buang kotoran, tapi karena kucing saya banyak, orang mikirnya jadi beda,” ujarnya menceritakan suka duka merawat sembari membersihkan kotoran kucing.

Dita akhirnya mengalah. Ia pindah ke daerah Kemang, Parung, Kab Bogor, Jawa Barat. Di tempat inilah dia membuat rumah untuk kucing-kucingnya. Awalnya, dia tak berniat membangun rumah penampungan kucing. Namun, banyak teman-temannya yang meminta tolong menitipkan kucingnya.

“Mereka punya masalah yang sama seperti saya dulu, ketika tinggal di kompleks. Akhirnya mereka titipkan di sini, nah dari situ akhirnya nyebar. Ya sudah sekalian saja saya bikin rumah penampungan kucing,” ujarnya.

Karena sudah banyak masyarakat tahu, kini Dita banyak menerima kucing dari warga, terutama kucing lokal. Menurutnya, banyak warga yang tidak mau merawat kucing lokal. Begitu pula kucing-kucing hasil rescue yang sedang sakit ataupun cacat. Ia tak segan untuk menerima dan merawatnya. Ia tak pernah mematok harga untuk penitipan kucing, mereka -yang menitipkan kucing- hanya dikenakan biaya untuk sterilisasi (kebiri).

Dita memiliki standar untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dalam perawatan kucing. Semua kucing yang masuk harus disterilisasi agar tak lagi berisik dan mengontrol perkembang biakannya. Setelah itu, kucing dikarantina sehingga terbiasa dengan makanan dan mudah beradaptasi dengan kucing-kucing lain. Selain diberi makanan, kucing-kucing tersebut juga diberi vitamin setiap hari. Dita dibantu empat orang staf dan anaknya.

Menjaga sirkulasi kucing, Dita selalu mengikuti event-event pameran kucing. Di sana ia membuka lapak dan membuka pintu adopsi bagi yang menginginkan kucing-kucingnya. “Kalau enggak gitu, enggak muat ini rumahnya nampung kucing,” ujarnya.

Dita mulai merasa kesulitan dengan operasionalnya karena kucing yang dirawat semakin banyak, sedangkan yang mau mengadopsinya minim. “Apalagi ini kucing lokal, enggak banyak orang tertarik untuk mengadopsi,” kata Dita.

Ia bisa menghabiskan sekitar Rp 1 juta untuk biaya makan dan vitamin kucing. Belum lagi gaji staf-staf yang membantunya dan juga biaya untuk kucing-kucing yang sakit dan membutuhkan perawatan dokter hewan. Ini menjadi kendala tersendiri.

Dita membuka donasi, tapi belum ada donatur tetap, sehingga tiap bulannya bisa tak menentu. Namun, situasi ini tidak menyurutkan semangatnya. Rasa empati dan kasih sayang membuatnya tetap berkomitmen merawat kucing.

“Kalau enggak gitu siapa lagi yang mau merawat kucing-kucing lokal gini. Kasihan mereka. Kebanyakan disiksa kalau di jalanan, Ada yang matanya sampai bengkak, ada lagi yang dua kaki depannya harus diamputasi,” ujar Dita bercerita sembari menunjukkan kucing-kucing yang sakit akibat disiksa.

Share118SendTweet74
Previous Post

Perajin Baju Hazmat

Next Post

Masker Non-Medis untuk Pedagang Kopi

Next Post
kapal api

Masker Non-Medis untuk Pedagang Kopi

Meotel Jember

Peduli Lingkungan, Meotel Jember Bersihkan Rumah Peribadatan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

AHRT Bidik Podium di Mandalika

AHRT Bidik Podium di Mandalika

10 Agustus 2026
Remaja Mojokerto Didorong Cegah Stunting Sejak Dini

Remaja Mojokerto Didorong Cegah Stunting Sejak Dini

10 Agustus 2026
PLN Sambungkan Listrik Gratis untuk 65 Keluarga

PLN Sambungkan Listrik Gratis untuk 65 Keluarga

10 Agustus 2026
FOTILE Perluas Pasar dengan Produk untuk Semua

FOTILE Perluas Pasar dengan Produk untuk Semua

10 Agustus 2026
Zankore by Indosat Dorong Indonesia Jadi Hub AI

Zankore by Indosat Dorong Indonesia Jadi Hub AI

10 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1557 shares
    Share 623 Tweet 389
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1539 shares
    Share 616 Tweet 385
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1839 shares
    Share 736 Tweet 460
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1589 shares
    Share 636 Tweet 397
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1558 shares
    Share 623 Tweet 390

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.